Mengenal 6 Jenis Vaksin COVID-19 di Indonesia

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Pemerintah melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 9860 Tahun 2020 telah mengeluarkan kebijakan yang mengatur penggunaan vaksin COVID-19 untuk mengatasi pandemi.

Nantinya, akan ada enam vaksin COVID-19 yang akan digunakan di Indonesia.

Keenam vaksin tersebut diproduksi PT Bio Farma (Persero), AstraZeneca, China National Pharmaceutical Group Corporation (Sinopharm), Moderna, Pfizer Inc and BioNTech, dan Sinovac Biotech Ltd.

Vaksin-vaksin corona tersebut akan diberikan secara gratis kepada seluruh masyarakat Indonesia.

"Setelah menerima banyak masukan masyarakat dan melakukan kalkulasi ulang, melakukan perhitungan ulang mengenai keuangan negara, dapat saya sampaikan bahwa vaksin COVID-19 untuk masyarakat adalah gratis," kata Presiden Joko Widodo, dikutip dari Youtube Sekretariat Kepresidenan

"Sekali lagi, gratis tidak dikenakan biaya sama sekali." tegasnya.

Berikut informasi perihal keenam vaksin COVID-19 tersebut, dikutip dari Indonesia.go.id, Senin (21/12/2020).

6 Jenis Vaksin COVID-19 di Indonesia

Ilustrasi vaksin virus corona. Sumber: Freepik
Ilustrasi vaksin virus corona. Sumber: Freepik

1. Vaksin Merah Putih

Vaksin Merah Putih merupakan hasil kerja sama antara BUMN PT Bio Farma (Persero) dan Lembaga Eijkman Institute. Pemerintah berharap vaksin Merah Putih dapat selesai pada akhir 2021. Bio Farma juga menjalin kerja sama dengan perusahaan vaksin asal China, Sinovac Biotech.

2. AstraZeneca

Uji coba yang dilakukan AstraZeneca dan Universitas Oxford menunjukkan vaksin virus corona produksinya memiliki keefektifan rata-rata 70 persen. Saat ini uji coba pada 20 ribu sukarelawan masih berlanjut.

Vaksin AstraZeneca dianggap mudah didistribusikan karena tidak perlu disimpan pada suhu yang sangat dingin.

3. China National Pharmaceutical Group Corporation (Sinopharm)

Meski pengujian tahap akhir belum selesai, di China, kurang lebih satu juta orang telah disuntik menggunakan vaksin ini di bawah izin penggunaan darurat.

Sebelum vaksin Sinopharm terbukti berhasil seluruhnya, vaksin hanya digunakan pada pejabat China, pelajar, dan pekerja yang bepergian. Pada September 2020, Uni Emirat Arab menjadi negara pertama di luar China yang menyetujui penggunaan vaksin ini.

Ilustrasi vaksin virus corona COVID-19. (File foto: AFP / John Cairns)
Ilustrasi vaksin virus corona COVID-19. (File foto: AFP / John Cairns)

4. Moderna

Moderna mengklaim vaksin produksinya memiliki efektivitas sebesar 94,5 persen. Pada akhir November lalu, Moderna mengaku telah mengajukan izin penggunaan darurat untuk vaksin COVID-19 kepada regulator Amerika Serikat dan Eropa.

Moderna meyakini vaksin buatannya telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan BPOM AS (FDA) untuk penggunaan darurat.

5. Pfizer Inc and BioNTech

Vaksin yang diproduksi Pfizer dan BioNTech telah mengajukan penggunaan darurat vaksin virus corona yang diproduksinya ke BPOM AS dan Eropa. Pada uji coba terakhir, 18 November 2020, mereka mengklaim 95 persen vaksinya efektif menangkal virus corona dan tidak menimbulkan risiko masalah keamanan.

6. Sinovac Biotech Ltd

CoronaVac saat ini memasuki uji coba fase tiga. Sinovac melakukan uji coba terhadap vaksin buatannya di Brasil, Indonesia, hingga Bangladesh. Hasil awal, sebagaimana yang terbit di Science, pada monyet menunjukkan vaksin menghasilkan antibodi yang menetralkan 10 galur SARS-CoV-2.

Sinovac, satu dari enam vaksin yang telah dipesan pemerintah Indonesia, telah tiba di Tanah Air pada Minggu (6/12/2020). Ada 1,2 juta dosis yang datang pada kloter pertama ini. Sedangkan sisanya, 1,8 juta dosis akan datang pada Januari tahun depan.

Sumber: Indonesia.go.id