Mengenal Afghanistan, Tim Singa Khorasan yang Penuh Talenta dan Bisa Repotkan Timnas Indonesia

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia kembali akan menghadapi Afghanistan pada laga uji coba jelang Piala AFF 2020. Uji coba tersebut digelar di Turki pada 16 November 2021.

Laga nanti menjadi pertemuan kedua antara Timnas Indonesia melawan Afghanistan sepanjang sejarah. Pertemuan pertama terjadi pada 25 Mei 2021 di Dubai, Uni Emirat Arab.

Ketika itu, Afghanistan berhasil meraih kemenangan tipis 2-3. Timnas Indonesia secara kualitas bisa mengimbangi sehingga mampu merepotkan Afghanistan.

Dalam pesepakbolaan Asia khususnya bagian Selatan, Afghanistan bukan tim sembarang. Skuat berjulukan The Lions of Khorasan atau Singa dari Khorasan ini menorehkan prestasi yang cukup membanggakan di ajang SAFF Championship.

Afghanistan sukses meraih gelar juara pada 2013 dan dua kali runner up pada edisi 2011 dan 2015. Namun, untuk skala sepak bola Asia mereka belum bisa berbicara banyak.

Timnas Afghanistan belum pernah menorehkan prestasi yang membanggakan. Bahkan, sejak menjadi anggota Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) pada 1954, Afghanistan tak pernah tampil pada putaran final Piala Asia.

Saat ini, Afghanistan berada di posisi 152 ranking FIFA. Posisi yang tak ideal bila dirunut khusus negara-negara kawasannya, namun tentu lebih baik dari Timnas Indonesia yang ada di posisi 165.

vidio:VIDEO: Shin Tae-yong Sebut Egy Maulana Vikri dan Elkan Baggott Sudah Dapat Izin Klub untuk Bela Timnas Indonesia di Piala AFF

Mati Suri karena Perang

Penyerang Timnas Indonesia, Muhammad Rafli (kiri) saat melawan Afghanistan di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). (Instagram Afghanistan Football Federation).
Penyerang Timnas Indonesia, Muhammad Rafli (kiri) saat melawan Afghanistan di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). (Instagram Afghanistan Football Federation).

Timnas Afghanistan harus melalui perjalanan panjang untuk membentuk tim sepak bola yang berkualitas. Perjalanan yang tak bisa dilepaskan dari perang.

Afghanistan tercatat sudah melalui beberapa kali perang. Satu di antaranya perang saudara antara Republik Demokratis Afghanistan yang didukung Uni Soviet melawan Mujahidin Afghanistan yang mendapat dukungan dari sejumlah negara, satu di antaranya Amerika Serikat.

Akibat perang yang berlangsung selama hampir 10 tahun tersebut, puluhan ribu nyawa melayang dari kedua kubu. Selain itu, ratusan ribu orang mengalami luka-luka serta jutaan penduduk harus kehilangan tempat tinggal.

Perang juga memberikan dampak besar terhadap perkembangan sepak bola di negara tersebut. Bahkan, tim sepak bola Afghanistan, baik klub maupun timnas tidak menjalani laga internasional dari 1984 sampai 2002.

Tidak hanya perang melawan Uni Soviet, perang saudara pada 1992 sampai 1996 membuat sepak bola di Afghanistan mati suri. Ketika itu, Afghanistan yang dipimpin Taliban melarang seluruh aktivitas sepak bola.

Afghanistan akhirnya tidak menghelat pertandingan sepak bola, baik kompetisi domestik ataupun mengikuti ajang internasional. Namun setelah rezim Taliban runtuh, sepak bola Afghanistan kembali menggeliat.

Perang lagi-lagi berkecamuk di Afghanistan sejak Oktober 2001, setelah Amerika Serikat melakukan serangan untuk menumpas Taliban dan Al Qaeda. Meski begitu, perang tersebut tak terlalu memengaruhi aktivitas sepak bola di Afghanistan.

Dihuni Skuat Berkualitas

Farshad Noor (kiri) saat bermain untuk Timnas Afghanistan pada kualifikasi Piala Dunia 2022 Grup E melawan Qatar di Stadion Jassim bni Hamad Stadium, 5 September 2019. (AFP)
Farshad Noor (kiri) saat bermain untuk Timnas Afghanistan pada kualifikasi Piala Dunia 2022 Grup E melawan Qatar di Stadion Jassim bni Hamad Stadium, 5 September 2019. (AFP)

Berdasarkan data skuat terakhir, Afghanistan dihuni skuad yang berisikan pemain-pemain berkualitas. Mayoritas pemain berkarier di luar negeri.

Ada yang bermain di BRI Liga 1 2021/2022 bersama Persela Lamongan yakni Jabar Sharza. Kemudian juga ada mantan pemain Persib Bandung, Farshad Noor. Selain itu, ada pula rekan Witan Sulaeman di Lechia Gdansk yakni Omran Haydary.

Adapun pemain yang paling senior di skuat Afghanistan saat ini adalah Faysal Shayesteh. Pemain berusia 30 tahun itu sudah mengemas 49 penampilan untuk Timnas berjulukan Singa Khorasan.

Faysal Shayesteh juga merupakan pemain paling produktif yang ada saat ini. Meskipun bermain sebagai gelandang, nyatanya pemain VV DUNO itu sukses mencetak sembilan gol untuk Timnas Afghanistan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel