Mengenal Aggy Eka Ressy, Karyawan yang Jadi Agen 17 Pemain Asing dan 1 Pelatih BRI Liga 1

·Bacaan 4 menit

Bola.com, Surabaya - Nama Aggy Eka Ressy mungkin masih terdengar asing di kalangan pencinta sepak bola nasional. Maklum, dia merupakan sosok yang bekerja di balik layar dalam persaingan BRI Liga 1 2021/2022.

Aggy merupakan pria yang berprofesi sebagai agen pemain asing di kasta sepak bola tertinggi Tanah Air. Dia mungkin belum bisa disejajarkan dengan nama-nama lain yang lebih populer macam Gabriel Budi, Antonio Teles, maupun Muly Munial.

Maklum, pria asal Semarang itu baru memulai profesinya sebagai agen pemain asing pada 2019 atau baru dua tahun berjalan. Tapi, jangan pernah meremehkan kiprah Aggy yang kini memiliki banyak klien di berbagai klub.

Tercatat, 17 pemain dan satu pelatih klub BRI Liga 1 menjadi kliennya yang berada di bawah naungan Ressy Enterprise Agency. Yang paling mencengangkan adalah empat pemain asing Persik Kediri dan Persiraja Banda Aceh yang ada di bawah naungannya.

Di Persik, Aggy menyuplai Arthur Silva, Dionatan Machado, Youssef Ezzejjari, dan Ibrahim Bahsoun. Lalu, empat pemain asing Persiraja juga masuk daftar kliennya, yakni Leo Lelis, Paulo Henrique, Vanja Markovic, dan Shori Murata.

Sebanyak tiga klub menggunakan jasa dua pemain asing yang dibawa oleh Aggy, yaitu Persebaya Surabaya, Persela Lamongan, dan Persita Tangerang. Di Persebaya, Jose Wilkson dan Taisei Marukawa adalah dua pemain yang bekerja dengannya.

Persela menggunakan jasa Jabar Sharza dan Guilherme Batata yang bernegosiasi di bawah bantuan Aggy. Jangan lupa juga dua pemain impor Persita, Alex Goncalves dan Adam Mitter, yang juga masuk Ressy Enterprise Agency.

Itu masih belum termasuk tiga pemain asing yang tersebar di tiga klub yang berbeda. Mereka adalah Mohammed Bassim Rashid (Persib Bandung), Jonathan Cantillan (PSIS Semarang), dan Amer Bekic (Borneo).

Jangan lupa, masih ada satu pelatih asing juga yang dibawanya berkarier di Indonesia. Dia adalah Ian Gillan, pelatih asal Australia yang baru saja mengawali kiprah di Liga 1 dengan membesut PSIS Semarang mulai seri kedua BRI Liga 1.

Dengan pengalamannya yang terbilang minim, bagaimana mungkin Aggy Eka Ressy menjelma sebagai agen pemain dengan jumlah klien yang cukup banyak di BRI Liga 1 musim ini? Dia pun membagi ceritanya kepada Bola.com belum lama ini.

Awalnya Pegawai Kantoran

Aggy Eka Ressy (kanan), bersama kliennya, Taisei Marukawa (Persebaya Surabaya). (Bola.com/Aditya Wany)
Aggy Eka Ressy (kanan), bersama kliennya, Taisei Marukawa (Persebaya Surabaya). (Bola.com/Aditya Wany)

Aggy mengawali kariernya setelah lulus dari bangku perkuliahan di sebuah kampus di Semarang dengan menjadi seorang pegawai kantoran. Dia enggan membeberkan kantor apa yang dimaksudnya.

“Yang jelas saya bekerja di bidang akuntansi dan keuangan. Ya, kerja kantoran, berangkat pagi, pulang sore. Aktivitas rutinnya seperti itu dan rasanya sudah nyaman juga dengan pekerjaan mapan itu,” kata Aggy kepada Bola.com, Jumat (22/10/2021).

Di sisi lain, pria berusia 32 tahun itu masih menyalurkan hobinya sebagai penikmat sepak bola dengan menjadi penonton layar kaca. Sepak bola awalnya adalah tempatnya melepas penat setelah disibukkan dengan pekerjaan kantornya.

“Jujur saja, saya sebenarnya tidak terlalu tahu sepak bola Indonesia. Saya suka liga domestik Eropa karena, mau bagaimanapun, kita harus mengakui sepak bola Eropa lebih menarik. Mungkin itu juga yang ada di pikiran banyak orang,” imbuhnya.

Tak banyak yang diketahui oleh Aggy soal sepak bola Indonesia. Dia hanya mengamati sekilas perkembangan sepak bola dalam negeri sambil menyaksikan banyak pemain asing yang berkiprah di Indonesia.

Di masa lampau, sejumlah nama beken sepak bola dunia tercatat berkarier di Indonesia. Sebut saja Pierre Njanka bersama Arema, lalu Eric Djemba-Djemba membela Persebaya Surabaya. Yang paling membikin heboh tentu saja Michael Essien yang berkarier bersama Persib Bandung.

“Dulu rasanya, kalau melihat pemain asing di Indonesia itu, kalau tidak dari Afrika, ya dari Amerika Latin. Sangat jarang yang dari Eropa. Ya seperti itu saja rasanya,” ujar pria kelahiran Bandung tersebut.

Berkah Aggy untuk berkecimpung di sepak bola Indonesia kemudian muncul pada 2019. Itu tidak lepas dari perkenalannya dengan sejumlah rekan yang berasal dari luar negeri dan bekerja di bidang agensi pemain asing.

Aji Santoso Jadi Pintu Masuk

Persebaya Surabaya - Aji Santoso (Bola.com/Adreanus Titus)
Persebaya Surabaya - Aji Santoso (Bola.com/Adreanus Titus)

Teman-teman Aggy itu kemudian memintanya untuk mencoba menawarkan sejumlah pemain asing kepada klub-klub Indonesia. Aggy awalnya ragu, apalagi dia tidak terlalu memahami iklim sepak bola dalam negeri.

Dia kemudian berbekal perkenalannya dengan pelatih Aji Santoso yang pada awal 2019 menangani Persela Lamongan. Saat itu, dia menawarkan striker Washington Brandao yang bisa dicoba untuk Piala Presiden 2019.

“Washington itu pemain pertama yang jadi klien saya. Beruntung juga bisa mengenal Coach Aji dan saya bisa belajar bagaimana melakukan negosiasi kontrak. Tapi, Washington tidak dikontrak untuk Liga 1,” kata Aggy.

Striker asal Brasil itu pun hengkang dari Persela sebelum kompetisi resmi digelar. Sebagai pengganti, Aggy menawarkan nama Alex Goncalves yang juga berasal dari Brasil dan akhirnya dikontrak oleh Persela.

“Nah, kalau Alex itu pemain asing pertama yang jadi klien saya untuk Liga 1. Itu pelajaran berharga karena memang pengalaman pertama. Saya banyak dibantu orang dari berbagai pihak, termasuk Coach Aji dan Persela,” ujarnya.

Alex Goncalves Jadi Fenomena

Pemain Persita Tangerang, Alex Dos Santos Goncalves (tengah) merayakan gol penyeimbang 1-1 ke gawang Persiraja Banda Aceh dalam laga pekan ke-7 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Sabtu (16/10/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Pemain Persita Tangerang, Alex Dos Santos Goncalves (tengah) merayakan gol penyeimbang 1-1 ke gawang Persiraja Banda Aceh dalam laga pekan ke-7 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Sabtu (16/10/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Nama Alex kemudian menjadi fenomena di Liga 1 2019. Meski Persela berada di papan bawah, dia termasuk striker yang produktif dengan 17 gol. Sayang, akhirnya dia sempat puasa mencetak gol dan gagal menyandang gelar individu top scorer.

Dari situlah mulai muncul nama-nama pemain lain. Gelandang Aryn Williams misalnya yang bergabung Persebaya Surabaya di paruh kedua Liga 1 2019. Dia juga sukses menjadi tumpuan lini tengah Bajul Ijo meski kini sudah hengkang.

Di PSIS, dia membawa Jonathan Cantillana juga pada putaran kedua Liga 1 2019. Pemain berpaspor Palestina ini masih menjadi gelandang andalan Laskar Mahesa Jenar sampai Liga 1 musim ini.

Intip Posisi Tim Favoritmu

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel