Mengenal Akad Kredit Rumah yang Wajib Anda Ketahui

·Bacaan 6 menit
Mengenal Akad Kredit Rumah yang Wajib Anda Ketahui
Mengenal Akad Kredit Rumah yang Wajib Anda Ketahui

RumahCom - Dalam proses pengajuan kredit kepemilikan biasanya akan ada proses yang dinamakan akad kredit. Di dalam proses inilah terjadi kesepakatan antara pihak bank sebagai kreditur dengan pihak peminjam atau debitur, yang akan mendapatkan pinjaman dana untuk pembelian properti atau tanah.

Nah, bagi Anda yang ingin mengajukan kredit kepemilikan ada baiknya memahami penjelasan detailnya mengenai akad kredit serta proses lebih lanjut mengenai akad kredit. Berikut penjelasan yang bisa Anda dapatkan di dalam artikel ini:

  1. Akad Kredit Adalah

  2. Proses Akad Kredit
    1. Proses Sebelum Akad Kredit
    2. Pelaksanaan Akad Kredit
    3. Proses Setelah Akad Kredit

  3. Pihak-Pihak yang Terlibat dalam Proses Akad Kredit

  4. Dokumen yang Ada dalam Akad Kredit
    1. Perjanjian Kredit
    2. Sertifikat Tanda Bukti Hak dan Izin Mendirikan Bangunan
    3. Pengakuan Hutang dan Kuasa Menjual
    4. Surat Kuasa Memberikan Hak Tanggungan
    5. Polis Asuransi
    6. Polis Asuransi Jiwa Kredit
    7. Akta Jual Beli

Proses Akad Kredit KPR di Indonesia
Proses Akad Kredit KPR di Indonesia

Mengajukan KPR Dan Mengatur Cicilan

Proses Akad Kredit KPR di Indonesia

Akad Kredit Adalah

Akad kredit adalah proses penting dalam persetujuan KPR karena merupakan puncak dari proses pengajuan KPR. (Foto: Pexels - Pixabay)
Akad kredit adalah proses penting dalam persetujuan KPR karena merupakan puncak dari proses pengajuan KPR. (Foto: Pexels - Pixabay)

Akad kredit adalah proses penting dalam persetujuan KPR karena merupakan puncak dari proses pengajuan KPR. (Foto: Pexels - Pixabay)

Dalam definisi Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) akad adalah janji, perjanjian, kontrak sedangkan dalam lingkup properti akad kredit yang dimaksud adalah mempertemukan pihak bank dan debitur ketika terjadinya persetujuan untuk Kredit Kepemilikan Rumah (KPR). Jadi dalam proses jual beli rumah, akad kredit adalah serangkaian proses kredit kepemilikan antara bank dan debitur.

Dalam proses tersebut, pihak bank memberikan penjelasan kepada calon debitur agar dokumen perjanjian yang akan ditandantangani dapat dipahami dan disetujui kedua belah pihak. Disini berarti akad kredit adalah proses penting dalam persetujuan KPR karena merupakan puncak dari proses pengajuan KPR.

Saat melakukan akad kredit ada berbagai macam hal yang perlu diperhatikan sebelum Anda menyetujuinya. Jika Anda sedang mencari hunian dan ingin menggunakan fasilitas KPR, ada baiknya perhatikan rumah yang akan Anda pilih. Temukan hunian terbaik yang sesuai dengan Anda di kawasan Cinere, Depok dibawah Rp1 miliar di sini!

Proses Akad Kredit

Bila cicilan KPR sudah lunas, bank nantinya akan mengeluarkan Surat Pelunasan Hutang dan Sertifikat Asli Kepemilikan Rumah. (Foto: Pexels - Sora Shimazaki)
Bila cicilan KPR sudah lunas, bank nantinya akan mengeluarkan Surat Pelunasan Hutang dan Sertifikat Asli Kepemilikan Rumah. (Foto: Pexels - Sora Shimazaki)

Bila cicilan KPR sudah lunas, bank nantinya akan mengeluarkan Surat Pelunasan Hutang dan Sertifikat Asli Kepemilikan Rumah. (Foto: Pexels - Sora Shimazaki)

Dalam proses akad kredit ada beberapa tahap yang mesti dilewati yaitu proses sebelum akad kredit, pelaksanaan akad kredit, dan proses setelah akad kredit. Simak penjelasannya berikut ini:

1. Proses Sebelum Akad Kredit

Sebelum melaksanakan akad kredit, pembeli atau debitur harus melakukan tahapan sebagai berikut:

  • Bank mengirim surat persetujuan kredit

  • Penentuan waktu akad kredit

  • Kewajiban membayar biaya KPR

  • Mempersiapkan dokumen yang dibutuhkan

Adapun dokumen yang dibutuhkan adalah sebagai berikut:

  • KTP suami istri (jika sudah menikah)

  • Kartu Keluarga

  • Surat nikah

  • NPWP

Sementara pihak penjual menyiapkan dokumen antara lain:

  • Sertifikat tanah

  • IMB

  • Bukti pembayaran PBB

2. Pelaksanaan Akad Kredit

Pelaksanaan akad kredit adalah puncak dari pengajuan KPR. Pelaksanaan akad kredit terjadi antara bank dengan pembeli atau debitur untuk penandatanganan perjanjian. Berikut proses pelaksanaan akad kredit:

  • Tandatangan perjanjian antara pihak bank dengan pembeli atau debitur. Isi surat perjanjian tersebut mencantumkan plafon kredit yang diberikan, tenor, dan besaran cicilan per bulan, serta hak dan kewajiban masing-masing.

  • Tandatangan perjanjian antara pihak penjual dengan pihak pembeli. Dalam hal ini surat perjanjian yang ditandatangani meliputi harga rumah, luas tanah dan bangunan, lokasi rumah, IMB, PBB, dan juga AJB yang dibuat oleh notaris.

3. Proses Setelah Akad Kredit

Proses setelah akad kredit biasanya Anda selaku pembeli telah sah menjadi pemilik baru rumah yang dibeli melalui KPR. Anda bisa langsung menempati hunian tersebut bila sudah siap huni. Setelah menerima hak Anda sebagai pembeli, Anda juga harus menyelesaikan kewajiban Anda yakni membayar cicilan KPR.

Bila cicilan KPR sudah lunas, bank nantinya akan mengeluarkan Surat Pelunasan Hutang dan Sertifikat Asli Kepemilikan Rumah. Sementara penjualan akan mendapatkan uang hasil jual beli sesuai kesepakatan harga. Uang tersebut akan ditransfer ke rekening penjual paling lama 7 hari kerja.

Tonton video berikut ini untuk mengetahui 8 biaya tambahan jual beli rumah yang perlu dipersiapkan!

Pihak yang Terlibat dalam Proses Akad Kredit

Saat proses akad kredit KPR ini wajib dihadiri oleh beberapa pihak salah satunya adalah wakil dari bank. (Foto: Pexels - Alena Darmel)
Saat proses akad kredit KPR ini wajib dihadiri oleh beberapa pihak salah satunya adalah wakil dari bank. (Foto: Pexels - Alena Darmel)

Saat proses akad kredit KPR ini wajib dihadiri oleh beberapa pihak salah satunya adalah wakil dari bank. (Foto: Pexels - Alena Darmel)

Dalam proses akad kredit, jika penawaran telah disepakati kedua belah pihak, maka bank akan langsung meminta notaris untuk membuatkan akta perjanjian kredit. Saat proses akad kredit KPR ini wajib dihadiri oleh beberapa pihak yaitu:

  • Pihak pembeli. Harus suami dan istri, jika sudah menikah atau dengan wali (biasanya ibu kandung) jika belum menikah

  • Wakil dari bank

  • Pihak pengembang atau penjual

  • Notaris yang bertugas sebagai pihak yang melegitimasi transaksi ini

Notaris juga memberitahukan pula tentang biaya-biaya yang harus dibayar meliputi biaya notaris selaku pembuat akta jual beli, balik nama sertifikat dari penjual kepada konsumen. Termasuk juga pajak-pajak, seperti pajak penghasilan (PPh) untuk pihak penjual dan biaya BPHTB (bea perolehan hak atas tanah dan bangunan) sebagai biaya pajak pembeli.

Tip Rumah

Sebelum melakukan akad kredit, perhatikan cicilan biaya KPR dan seluruh persyaratannya agar proses akad berjalan lancar.

Dokumen yang Ada dalam Akad Kredit

Isi dari dokumen perjanjian kredit ini biasanya terdiri dari peraturan dari kesepakatan yang sudah Anda buat dengan bank. (Foto: Pexels - Rodnae Productions)
Isi dari dokumen perjanjian kredit ini biasanya terdiri dari peraturan dari kesepakatan yang sudah Anda buat dengan bank. (Foto: Pexels - Rodnae Productions)

Isi dari dokumen perjanjian kredit ini biasanya terdiri dari peraturan dari kesepakatan yang sudah Anda buat dengan bank. (Foto: Pexels - Rodnae Productions)

Saat akad berlangsung, pembeli rumah akan menerima sejumlah dokumen. Beberapa dokumen akan diberikan secara langsung setelah akad, dan ada juga yang menunggu beberapa bulan karena harus diproses dulu oleh notaris.

Berikut ini beberapa dokumen yang diterima saat akad:

1. Perjanjian Kredit

Isi dari dokumen perjanjian kredit ini biasanya terdiri dari peraturan dari kesepakatan yang sudah Anda buat dengan bank. Sebaiknya, Anda menyimpan dokumen ini meskipun akad telah selesai dilakukan.

Tujuan jika suatu saat terdapat kesalahan dalam kredit, dokumen perjanjian kredit ini bisa jadi acuan.

2. Sertifikat Tanda Bukti Hak dan Izin Mendirikan Bangunan

Sertifikat ini akan menunjukkan nama Anda sebagai pemilik baru dari tanah atau bangunan tersebut. Nantinya jika Anda diharuskan untuk menunjukkan surat kepemilikan, Anda bisa menunjukkan dokumen ini.

Selain sertifikat tanda bukti hak, Anda juga akan diberi surat izin untuk mendirikan bangunan di tanah tersebut.

3. Pengakuan Hutang dan Kuasa Menjual

Dokumen ini berisi tentang keterangan hutang dan kuasa untuk menjual bangunan terkait jika ditemukan si peminjam tidak bisa melunasi KPR.

Dengan adanya surat ini, pihak bank bisa menarik kembali atau menjualnya jika terbukti pelunasan hutang sudah jatuh tempo namun tidak segera dilunasi.

4. Surat Kuasa Memberikan Hak Tanggungan (SKMIIT)

Surat ini digunakan untuk menunjukkan bahwa Anda secara resmi sudah memiliki hak tanggungan atas rumah KPR tersebut.

5. Polis Asuransi

Saat Anda mendaftar KPR, Anda akan diberikan polis asuransi kebakaran oleh pihak perbankan guna menjamin keselamatan dan memberikan ganti berupa asuransi kepada pihak keluarga korban.

6. Polis Asuransi Jiwa Kredit (AJK)

Sama seperti polis asuransi kebakaran, asuransi jiwa kredit juga digunakan untuk memberikan jaminan kepada Anda sebagai peminjam dana KPR.

7. Akta Jual Beli

Untuk dokumen akta jual beli, Anda baru bisa mendapatkannya setelah semua urusan yang terkait dengan KPR tuntas. Jika belum sepenuhnya tuntas, maka akta jual beli belum bisa menjadi milik Anda.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya
Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Tanya Rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel