Mengenal AR-15, Senjata Paling Favorit dalam Penembakan Massal di AS

Merdeka.com - Merdeka.com - Lagi dan lagi Amerika Serikat mengalami kasus penembakan massal di sebuah sekolah dasar di Uvalede, Texas, kemarin yang menewaslam sedikitnya 19 murid dan dua guru. Serangkaian penembakan massal itu memiliki satu kesamaan: pelakunya memakai senapan serbu militer yang harganya murah, mudah digunakan dan cukup mematikan.

Senjata itu dikenal dengan nama AR-15. Mengapa AR-15 sangat mematikan? Berikut fakta-faktanya, seperti dilansir laman AFP, Kamis (26/5):

AR-15 adalah senapan semi-otomatis, artinya penembak bisa melepaskan banyak tembakan dalam satu waktu.

Saudaranya, M-16, sudah banyak digunakan militer AS sejak Perang Vietnam. Senapan militer memang kebanyakan otomatis dan warga sipil dilarang memilikinya dalam situasi tertentu.

AR-15 melepaskan peluru dengan kecepatan tiga kali senjata genggam dan cukup akurat untuk menembak jarak jauh hingga bisa menimbulkan luka cukup dalamparah hingga merusak organ tubuh bagian dalam.

Salvador Ramos memakai AR015 versi terbaru dari pabrikan Daniel Defense untuk melancarkan aksinya di Robb Elementary kemarin.

Senjata genggam lebih banyak menyebabkan kematian di AS setiap tahun, sementara AR-15 lebih sering digunakan dalam peristiwa penembakan massal.

Murah dan Mudah

Membeli AR-15 sangat mudah. tergantung di negara bagian mana si pembeli. Pembeli bisa datang ke toko senjata dan setelah memberikan data identitas yang valid, dia bisa membeli senapan atau senjata genggam setelah melewati persyaratan pemeriksaan latar belakang pembeli.

Proses ini untuk mencari tahu apakah si pembeli punya jejak kriminal atau pernah melakukan kejahatan sebelumnya. Namun proses ini pun bisa ditolak dalam kasus pembelian pribadi.

Ramos membeli dua AR-15 secara resmi dan sejumlah amunisi tak lama setelah dia berulang tahun ke-18.

ASosiasi Senapan Nasional (NRA) menyebut AR-15 sebagai senapan untuk rekreasi latihan target dan upaya pembelaan diri individu di rumah, namun kritikus mengatakan karena dampaknya yang mematikan senapan itu tidak seharusnya dimiliki sipil.

Alasan lain mengapa AR-15 sangat populer di Amerika adalah karena senapan itu bisa disesuaikan dan ditambahkan berbagai aksesoris, termasuk kapasitas amunisi.

Menurut Yayasan Olahraga Menembak Nasional, lebih dari 16 juta unit senjata AR-15 sudah terjual di Amerika pada 2018.

Senapan serbu sudah dilarang pada 1994 oleh Presiden Bill Clinton tapi larangan itu kemudian tidak berlaku lagi setelah tekanan kuat dari NRA dan upaya Kongres untuk memperbarui larangan itu selama ini selalu gagal. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel