Mengenal Aram Mahmoud, Pengungsi Suriah Lawan Jojo di Olimpiade

·Bacaan 1 menit

VIVAOlimpiade Tokyo 2020 resmi dimulai. Ajang olahraga multi cabang empat tahunan ini berlangsung mulai 23 Juli hingga 8 Agustus mendatang.

Cabang bulutangkis dipertandingkan pada hari ini, Sabtu 24 Juli hingga 2 Agustus 2021. Sederet pebulutangkis dunia siap unjuk gigi di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang.

Salah satu yang akan berlaga adalah tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting. Lawannya di grup G kali ini spesial, ya dia adalah Aram Mahmoud, Tim Pengungsi Olimpiade (Refugee Olympic Tim).

Mengenal Aram Mahmoud

Tak seperti para pebulutangkis lainnya, Aram tidak bisa membawa nama negaranya begitu juga mengibarkan bendera bangsanya.

Melansir dari berbagai sumber, Aram adalah pebulutangkis peringkat 172 dunia asal Suriah. Hanya saja, di Olimpiade ini ia bakal tergabung bersama 28 atlet lain dalam Tim Pengungsi Olimpiade.

Aram dan atlet terpilih lainnya itu merupakan olahragawan dari kalangan pengungsi yang mendapat program beasiswa Olimpiade. Aram harus mengungsi dari Suriah ke Belanda pada 2015 karena perang saudara yang terus memanas di negaranya.

Jalan berliku harus dilalui, kepindahannya ke Belanda tak membuat kariernya langsung berjalan mulus di ajang Internasional, karena sempat bertanding di luar negeri di bawah bendera Suriah, membuatnya menanti selama tiga tahun agar bisa ikut kompetisi internasional.

Aram terus mengobarkan semangat juangnya. Ia giat berlatih dan mengikuti kompetisi lokal dan sempat menerima bantuan dari klub lokal BV Almere, hingga penantiannya pun berakhir. Ia bisa kembali bertanding di ajang internasional di bawah bendera Belanda.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel