Mengenal Asma, Alergi dan Bronchitis

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Sehari-hari kita kerap mendengar beberapa macam penyakit di saluran pernapasan. Seperti Asma, Alergi, dan Bronchitis. Kadang timbul kerancuan untuk membedakan ketiganya.

Pada dasarnya ada kemiripan perihal penyebab atau pencetus dari Asma, Alergi, dan Bronkitis.

1. Asma

Asma adalah masalah pernapasan yang dicetuskan oleh faktor genetik (mayoritas), atau juga dapat dipicu oleh agen seperti debu atau serbuk bunga.

Jadi, asma ini lebih ke faktor genetik atau keturunan pun riwayat keluarga yang jadi penyebab asma. Gejala paling menonjol adalah sesak napas disertai bunyi mengi yang jelas juga batuk (bisa kering atau berdahak). Asma muncul tanpa demam, kecuali jika asmanya berbarengan dengan infeksi virus atau bakteri.

“Stres juga dapat memicu serangan Asma. Medis menyebutnya dengan Stress Induced Asthma,” kata dr. I Gede Egy Saputra Jaya, yang saat ini bertugas di RS. BIMC Nusa Dua, Bali, pada Health Liputan6. Com, Minggu (26/09/21).

2. Alergi

Sesuai dengan namanya, alergi dicetuskan oleh substansi yang disebut alergen. Alergen yang spesifik di tiap-tiap individu kemudian mencetuskan gejala. Umumnya seperti bersin-bersin, kadang disertai batuk, ruam gatal di kulit, dan bila parah bisa menyebabkan terjadinya sesak napas yang berat.

3. Bronchitis

Bronkitis dapat disebabkan oleh infeksi virus, atau polutan iritatif seperti asap rokok, debu pabrik atau asap kendaraan bermotor, juga asap pembakaran sampah. Batuk karena bronkitis biasanya memproduksi dahak kental, bisa berwarna kuning, kehijauan, namun bisa juga bening.

Demam juga dapat muncul bersamaan oleh bronkitis (terutama bila disebabkan oleh virus), disertai rasa meriang dan pegal-pegal di badan, khas oleh karena proses infeksi virus. Selain virus, infeksi bakteri juga dapat jadi penyebab terjadinya bronkitis.

Beda dengan asma yang terjadi bukan karena faktor infeksi. Perbedaan yang cukup jelas juga, asma muncul sejak usia dini (oleh karena penyebabnya lebih ke faktor genetik atau keturunan), sedangkan bronkitis muncul di usia yang lebih lanjut, biasanya di atas 45 tahun.

“Bronchitis karena stres, kita sebut psychogenic cough/bronchitis. Terapi yang tepat adalah penanggulangan stresnya terlebih dahulu,” kata Egy menambahkan.

Pengobatan Asma, Alergi, dan Bronchitis

Pada Asma diberikan obat-obatan bronkodilator (obat yang membantu melebarkan saluran napas yang menyempit), disertai juga dengan steroid.

Untuk kondisi asma yang terpenting adalah menggunakan asthma controller (obat-obatan yang mencegah kekambuhan asma) secara rutin dibawah pengawasan dokter.Untuk pengobatan pada alergi diberikan terapi anti-histamin dan atau steroid.

Sedangkan bronkitis, pengobatan disesuaikan dengan dasar penyebab bronkitis. Bila disebabkan oleh bakteri, diberikan antibiotik. Namun bila tidak, umumnya diberikan obat batuk pengencer dahak, disertai anti-inflamasi, atau juga dapat dikombinasikan dengan obat-obatan asma (sesuai dengan indikasi)

Langkah Pencegahan Asma, Alergi, dan Bronchitis

Pada Asma yang terpenting adalah menggunakan terapi untuk mengontrol asma dan menghindari paparan debu yang dapat mencetuskan serangan asma.

Untuk langkah pencegahan alergi, yang paling penting adalah tau apa zat atau substan yang mencetuskan alergi tersebut, sehingga bisa dihindari.

Sedangkan Bronkitis, seperti halnya asma, menghindari paparan substan yang dapat mencetuskan bronkitis dengan cara menggunakan masker, tidak merokok, dan menghindari asap rokok.

“Dari pengalaman menangani ketiga kasus itu yang terpenting adalah edukasi kepada pasien terkait penyebab penyakitnya. Jadi, pasien paham penyebab penyakitnya dan dapat menghindari hal-hal yang mencetuskan serangan,” pungkas Egy seraya mengingatkan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel