Mengenal Asuransi Jiwa dan Kesehatan, Mana yang Harus Lebih Dulu Dimiliki?

Merdeka.com - Merdeka.com - Asuransi menjadi salah satu variabel keuangan penting saat ini. Sebab, asuransi bisa menjadi bantalan dari ketidakpastian yang mungkin terjadi dalam kehidupan.

Dikutip dari Finansialku.com, dalam piramida keuangan, sebelum mulai investasi, kita harus terlebih dulu memiliki asuransi kesehatan. Kenapa? Karena ini untuk memastikan kalau ada yang menanggung biaya terkait kesehatan nantinya, sehingga ketika investasi, kita bisa fokus dan tidak perlu khawatir arus keuangan akan berantakan karena peristiwa-peristiwa tidak diduga, seperti dirawat di rumah sakit.

Sebenarnya, apa definisi dari asuransi kesehatan? Dari laman investopedia, asuransi kesehatan bisa kita pahami sebagai jenis pertanggungan asuransi yang membayar biaya medis, bedah, atau pun biaya terkait perawatan kesehatan yang disebutkan dalam polis investasi.

Asuransi kesehatan juga memberikan kita proteksi atas kerugian ekonomi yang mungkin saja menimpa kita akibat peristiwa tidak terduga yang berhubungan dengan kesehatan kita.

Asuransi memiliki beberapa jenis, di mana setiap jenisnya memiliki premi dan manfaat perlindungan yang berbeda, tergantung harga yang ditawarkan. Semakin besar cakupan manfaatnya, maka semakin tinggi punya premi yang harus kita bayarkan setiap bulannya.

Apa itu Asuransi Jiwa?

asuransi jiwa
asuransi jiwa.jpg

Selanjutnya, mari kita cari tahu apa sebenarnya yang dimaksud dengan asuransi jiwa, dan kenapa kita harus memilikinya. Asuransi jiwa, menurut AAJI (Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia) dapat didefinisikan sebagai sebuah perjanjian hukum antara perusahaan asuransi dengan pihak yang menggunakan asuransi. Atau, lebih mudah bisa kita pahami sebagai sebuah asuransi yang melindungi hidup manusia.

Hidup manusia dalam konteks ini bukan bicara soal mengembalikan nyawa mereka yang sudah meninggal dunia, tapi menggantikan kerugian dana yang dialami oleh keluarga atau pihak yang ditinggalkan. Misalnya, anggap kita adalah seorang tulang punggung keluarga, kemudian suatu hari kita meninggal dunia.

Nah, kerja asuransi jiwa di sini bukan menghidupkan kembali nyawa kita, melainkan menggantikan peran kita sebagai tulang punggung keluarga dengan memberikan sejumlah dana yang sudah disetujui sebagai santunan dana, agar mereka yang ditinggalkan oleh kita, masih bisa melanjutkan hidup meskipun kita sudah meninggal dunia.

Bukan cuma itu saja, asuransi jiwa juga punya beberapa manfaat lain, di antaranya adalah:

Melindungi Pemilik Polis dan Ahli Waris

Asuransi jiwa mampu melindungi pemilik polis jika terjadi sesuatu yang menyebabkan pemilik polis tersebut mengalami kematian atau cacat total hingga permanen melalui dana santunan dengan jumlah yang disesuaikan dengan premi.

Dengan dana santunan tersebut, mereka yang ditinggalkan masih bisa melanjutkan hidup tanpa harus khawatir kondisi ekonominya rusak atau berantakan.

Memiliki Nilai Investasi

Salah satu jenis asuransi jiwa juga memberikan nilai investasi bagi para pemegang polis, yaitu asuransi jiwa unitlink. Dalam asuransi jiwa unitlink ini, bukan cuma uang santunan, tapi pemegang polis juga bisa mendapatkan tabungan berjangka dari hasil investasi yang nilainya dapat ditarik setelah jangka waktu tertentu.

Cara kerjanya, dana yang kita bayarkan sebagai premi tiap bulannya, tidak semuanya dialokasikan untuk asuransi jiwa, tapi juga untuk investasi, yang mana investasi ini sudah sekaligus dikelola oleh perusahaan.

Membantu Biaya Pemakaman

Masih berhubungan dengan poin pertama, selain untuk menggantikan posisi kita sebagai tulang punggung keluarga, uang santunan juga bisa dimanfaatkan untuk menutupi biaya pemakaman. Karena, meski tugas kita sudah selesai di dunia, tapi tidak dengan keluarga atau pihak-pihak yang kita tinggalkan. Mereka harus meneruskan hidup mereka dengan baik.

Jika tidak ada asuransi jiwa, mungkin keluarga yang kita tinggalkan harus mengalami risiko yang besar dengan arus kas yang sangat berantakan dan tidak ada penghasilan, karena kita tidak lagi bisa memberikan nafkah untuk kita.

Apa Perbedaan Asuransi Jiwa dan Kesehatan?

asuransi jiwa dan kesehatan
asuransi jiwa dan kesehatan.jpg

Lalu, apa bedanya asuransi jiwa dan kesehatan? Secara umum, yang menjadi perbedaan antara asuransi jiwa dan kesehatan adalah jenis tanggungannya.

Asuransi jiwa lebih memberikan perlindungan atau menanggung risiko yang timbul ketika pemegang polis meninggal dunia. Sementara asuransi kesehatan memberikan perlindungan kepada pemegang polis ketika terjadi sesuatu pada kesehatannya dan harus melakukan perawatan. Bukan hanya itu, terdapat pula perbedaan penerima manfaat antara asuransi jiwa dan kesehatan.

Untuk asuransi jiwa, yang menerima manfaat adalah ahli waris atau pihak yang ditinggalkan oleh pemegang polis. Sementara asuransi kesehatan, penerima manfaatnya adalah pemegang polis itu sendiri, bukan kepada ahli waris.

Asuransi Jiwa atau Kesehatan Mana yang Didahulukan?

atau kesehatan mana yang didahulukan
atau kesehatan mana yang didahulukan.jpg

Kemudian, di antara keduanya, yang mana yang kira-kira harus kita dahulukan, ya? Sebenarnya, tidak ada jawaban saklek untuk pertanyaan ini. Justru jawabannya cenderung subjektif, karena semuanya kembali lagi pada kebutuhan pribadi masing-masing individu.

Jika kamu adalah seorang fresh-jobber dan bukan tulang punggung keluarga, akan lebih cocok jika lebih dulu membeli asuransi kesehatan, di luar asuransi kesehatan yang diberikan oleh perusahaan.

Sementara untuk kamu yang merupakan tulang punggung keluarga atau bahkan yang sudah berkeluarga dan memegang peran sebagai pemberi nafkah, maka kamu bisa memilih asuransi jiwa untuk didahulukan.

[bim]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel