Mengenal Bagian-Bagian Daging Sapi dan Cara Mengolahnya

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Iduladha jadi momen umat Islam untuk berkurban. Selain kambing maupun domba, banyak masyarakat yang berkurban dengan sapi.

Meski berkurban dengan memotong sapi bukan hal asing, tak sedikit orang yang tidak memahami bagian-bagian daging sapi. Padahal, beda bagian, beda pula karakteristik dan cara mengolahnya. Melansir dari berbagai sumber, berikut sejumlah istilah terkait bagian-bagian daging sapi yang perlu diketahui dan cara mengolahnya.

Tenderloin/Has Dalam

Tenderloin lebih dikenal dengan daging has dalam yang berada di antara bahu dan tulang punggung. Teksturnya sangat lunak dan empuk karena bagian tersebut jarang digunakan sapi untuk kegiatan.

Tenderloin tidak memiliki serat atau otot yang banyak. Bagi mereka yang menjaga berat badan, tenderloin bisa jadi pilihannya.

Tenderloin cocok diolah menjadi steak karena teksturnya yang empuk dan lembut. Selain itu, tenderloin juga cocok untuk satai, rendang, dendeng, dan semur.

Sirloin/Has Luar

Sirloin Steak. foto; Chicago Meat Authority
Sirloin Steak. foto; Chicago Meat Authority

Sirloin juga disebut sebagai has luar. Potongan daging sapi ini didapat dari bagian bawah iga sampai ke luar has dalam.

Sirloin memiliki otot cukup keras karena sering digunakan untuk bergerak, tapi serat dagingnya cukup halus. Sirloin juga mengandung lemak yang lebih banyak.

Selain bisa diolah untuk steak, sirloin juga bisa dijadikan menu untuk kebab. Daging ini juga bisa untuk topping pizza.

Oxtail/Buntut

Sop buntut sapi (dok.wikimedia commons)
Sop buntut sapi (dok.wikimedia commons)

Oxtail atau buntut kaya akan gelatin. Tektur dagingnya kenyal dan lembut. Untuk pengolahannya perlu waktu yang cukup lama, Anda bisa menggunakan panci presto untuk mempercepat pelunakan.

Daging buntut cocok untuk dijadikan sup dengan variasi daging dibakar atau digoreng terlebih dulu. Selain itu, buntut juga bisa dijadikan kaldu.

T-Bone

T-Bone (dok.wikimedia commons)
T-Bone (dok.wikimedia commons)

Potongan daging ini memiliki ciri khas berupa tulang yang bentuknya mirip huruf T yang menempel di pinggir daging. Daging ini memiliki banyak lemak pada serat dagingnya.

Potongan daging ini disebut lebih berkualitas daripada sirloin, sehingga harganya lebih mahal. Rasa dagingnya pun lebih gurih.

Cara mengolah daging T-Bone bisa dibakar atau digoreng, tergantung kesukaan seseorang. Jika memilih untuk dibakar, waktu pembakarannya tak perlu lama agar daging tidak gosong.

Topside/Gandik

Topside (dok.wikimedia commons)
Topside (dok.wikimedia commons)

Topside atau gandik merupakan bagian luar dari paha belakang. Tekstur dagingnya lebih padat, tapi tak kaya lemak.

Teksturnya yang padat membuat daging ini bisa dimasak dalam waktu lama. Jenis daging ini cocok untuk diolah menjadi empal, rendang, atau dendeng.

Rib/Iga

Sup konro (dok. wikimedia commons)
Sup konro (dok. wikimedia commons)

Iga sapi atau rib ini merupakan bagian daging sapi yang berasal dari daging di sekitar tulang iga atau tulang rusuk. Bagian ini jadi salah satu yang sering dikonsumsi banyak orang.

Daging iga cocok dijadikan sop yang lezat. Kelezatan daging yang membuat banyak orang menjual sop iga. Saat ini olahan iga yang paling populer adalah iga bakar, iga kuah, sop konro hingga pindang tulang iga.

Infografis Diplomasi Lewat Jalur Kuliner

Diplomasi Lewat Jalur Kuliner (Liputan6.com/Abdillah)
Diplomasi Lewat Jalur Kuliner (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel