Mengenal Bakpia, Jajanan Produk Akulturasi yang Jadi Ikon Kuliner di Yogyakarta

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Yogyakarta - Bakpia menjadi ikon jajanan populer khas Yogyakarta. Tentu belum lengkap rasanya apabila tidak membeli jajanan bakpia saat berkunjung ke Yogyakarta.

Namun siapa sangka, jika ternyata makanan yang terbuat dari tepung terigu dengan isian kacang hijau ini bukan berasal dari Yogyakarta. Penelitian dari jurusan Bahasa Mandarin UGM Yogyakarta menyebutkan bakpia makanan yang berasal dari Tiongkok atau China.

Bakpia berasal dari dialek Hokkian dengan nama asli Tou Luk Pia yang secara harfiah berarti kue atau roti yang berisikan daging. Kwik Sun Kwok disebut-sebut sebagai pembawa jajanan ini ke Yogyakarta pada 1940-an.

Pada awalnya Kwik mengenalkan pia yang dibuat menggunakan isian daging babi dan minyak babi. Namun melihat mayoritas masyarakat Yogyakarta pada masa itu memeluk agama Islam, maka kemudian dimodifikasi.

Isian pia atau bakpia kemudian diganti dengan kacang hijau dan tidak lagi menggunakan minyak babi, siapa sangka cita rasa bakpia yang dimodifikasi ini berhasil diterima oleh masyarakat.

Kwik yang awalnya bermukim di Mantrijeron pindah ke sebelah barat kampung Suryowojayan dan meneruskan pekerjaannya membuat berbagai macam roti terutama bakpia. Setelah wafat pada 1960-an, usahanya pun dilanjutkan menantunya bernama Jumikem.

Perpaduan kuliner ini berhasil menghidangkan kue enak dan nikmat. Bakpia menjadi bukti, interaksi antarbudaya tidaklah berbahaya. Pada 1980-an setelah bakpia semakin populer mulai muncul produsen-produsen bakpia rumahan di kawasan Pathuk.

Para penjual membuka toko di rumah masing-masing dalam memasarkan bakpia buatannya. Bakpia dikemas menggunakan dus atau kertas karton. Bakpia ini kemudian dikenal dengan nama Bakpia Pathuk. Kampung itu pun dikenal sebagai kampung bakpia atau sentra bakpia Pathuk.

(Tifani)

Saksikan video pilihan berikut ini:

[vidio:100530abakpia.flv]()

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel