Mengenal Ciri-Ciri Herpes yang Jarang Disadari, Ini Penyebab dan Jenis-Jenisnya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Herpes merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi Herpes Simplex Virus (HSV) yang berada di mulut dan alat kelamin. Bagaimana ciri-ciri herpes? Seseorang yang mengalami ciri-ciri herpes harus beristirahat penuh untuk pemulihan.

Medical News Today mengungkap ciri-ciri herpes pada infeksi pertama kali akan jauh lebih parah daripada ciri-ciri herpes yang muncul karena kambuh. Ciri-ciri herpes yang kambuh adalah berlangsung dalam waktu yang lebih singkat.

Ada dua jenis penyakit herpes yang umum terjadi, yakni HSV tipe 1 dan HSV tipe 2. Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan bahwa pada tahun 2016, sekitar 3,7 miliar orang di bawah usia 50 tahun menderita HSV-1. Pada tahun yang sama, sekitar 491 juta orang berusia 15 hingga 49 tahun menderita HSV-2.

Berikut Liputan6.com ulas tentang ciri-ciri penyakit herpes, penyebab, dan jenis-jenisnya dari berbagai sumber, Kamis (28/10/2021).

Ciri-Ciri Herpes

Ilustrasi Demam. Credit: pexels.com/Luna
Ilustrasi Demam. Credit: pexels.com/Luna

Seseorang yang baru pertama kali mengalami infeksi herpes memiliki ciri-ciri herpes yang berbeda. Medical News Today mengungkap tidak hanya luka atau lecet, ciri-ciri herpes pada infeksi pertama, antara lain:

1. Ciri-ciri herpes adalah muncul rasa nyeri dan gatal di permukaan kulit.

2. Ciri-ciri herpes adalah mengalami pembengkakan di kelenjar getah bening.

3. Ciri-ciri herpes adalah mengalami demam.

4. Ciri-ciri herpes adalah muncul perasaan lelah dan tidak sehat seperti pada umumnya.

Kondisi infeksi herpes pada orang yang sempat mengalaminya tidak separah ciri-ciri herpes infeksi pertama kali. Ciri-ciri herpes yang kambuh diungkap Medical News Today mirip dengan infeksi awal, tetapi tidak parah dan cenderung berlangsung lebih singkat.

Ciri-ciri herpes oral yang kambuh dijelaskan oleh American Sexual Health Association biasanya akan berlangsung selama 8-10 hari. Sementara ciri-ciri herpes genital atau kelamin akan berlangsung selama 8-10 hari dengan sedikit luka di fase awalnya.

Pada masa kambuh dengan ciri-ciri herpes demikian, seseorang bisa menularkan herpes kelamin selama 2-5 hari. Meski bisa kambuh, dalam kebanyakan kasus infeksi herpes adalah bisa sembuh tanpa jaringan parut berjangka panjang, artinya bekas luka bisa benar-benar hilang.

Penyebab Herpes

Ilustrasi herpes. Credit: pexels.com/Youra
Ilustrasi herpes. Credit: pexels.com/Youra

Virus yang menjadi penyebab herpes adalah alfa herpesvirus, beta herpesvirus, dan gamma herpesvirus. Infeksi herpes mengutip Medical News Today dapat terjadi ketika melakukan hubungan seksual vagina atau anal tanpa pelindung seperti kondom, berbagai mainan seks, dan memiliki kontak oral atau genital dengan penderita herpes.

Penularan virus penyebab herpes akan lebih cepat terjadi tepat ketika ciri-ciri herpes pertama muncul dan masa ketika herpes akan segera sembuh. Penularan virus penyebab herpes sangat jarang terjadi bila ciri-ciri herpes tidak muncul. Penularan virus penyebab herpen ini bisa terjadi bayi ketika ibunya menderita herpes ketika melahirkan.

Berikut penjelasan macam-macam virus penyebab herpes:

1. Alfa Herpesvirus

Kelompok virus ini memiliki siklus hidup untuk menggandakan diri yang pendek. Memiliki potensi menjadi tersembunyi dengan munculnya kembali infeksi pada sel saraf. Contoh alpha herpesvirus adalah HSV tipe 1, HSV tipe 2, dan virus varicella-zoster.

2. Beta Herpesvirus

Kelompok virus ini memiliki siklus hidup untuk menggandakan diri yang panjang. Sehingga infeksi virus ini akan berjalan lambat dalam tubuh manusia. Contoh beta herpesvirus adalah cytomegalovirus, herpesvirus 6, dan herpesvirus 7.

3. Gamma Herpesvirus

Contoh dari kelompok Gamma Herpesvirus ini adalah Epstein-Barr virus dan human herpesvirus 8.

Jenis-Jenis Penyakit Herpes

Ilustrasi herpes. Credit: pexels.com/Sam
Ilustrasi herpes. Credit: pexels.com/Sam

1. Herpes Simplex Virus Type 1 (HSV 1)

Herpes simplex virus type 1 (HSV 1) adalah salah satu penyebab penyakit herpes kulit. Virus ini dapat menyebar dengan cepat dan menyebabkan herpes oral (mulut). Tidak hanya di mulut tetapi bisa juga terjadi pada kelamin (genital). Hal ini bisa terjadi ketika melakukan hubungan seksual melalui oral.

HSV 1 dapat menular melalui kontak langsung sederhana. Dari penderita herpes ke orang yang sehat. Melalui ciuman, pakai, alat makan, lipstik, dan kosmetik lain. HSV 1 juga bisa ditularkan dari orang yang mengalami infeksi HSV 1 tanpa gejala.

Gejala infeksi HSV 1 atau herpes oral:

- Di awali dengan demam, nyeri otot, dan lemas.

- Muncul rasa nyeri, gatal, rasa terbakar atau ditusuk pada tempat infeksi.

- Kemudian timbul blister, yaitu lesi kulit seperti melepuh yang pecah dan mengering dalam beberapa hari.

- Blister yang pecah tersebut mengakibatkan luka dengan rasa nyeri. Bila terjadi di mulut, bisa mengganggu makan.

2. Herpes Simplex Virus Tipe 2 (HSV 2)

Herpes simplex virus tipe 2 (HSV 2) juga penyebab penyakit herpes kulit. Umumnya menjadi penyebab penyakit herpes genital. Virus ini bisa menyebar melalui kontak dengan luka penderita herpes. Misalnya saat berhubungan seksual dan ibu kepada bayinya pada saat persalinan.

Baik HSV 1 maupun HSV 2 dapat menjadi infeksi laten di sel saraf. Infeksi ini sangat berisiko muncul kembali. Terutama ketika seseorang mengalami demam, cedera, stres, dan menstruasi.

Risiko terinfeksi HSV 2:

Berjenis kelamin perempuan.

- Bergonta-ganti pasangan seksual.

- Memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah.

- Sedang mengalami penyakit menular seksual selain herpes.

- Melakukan hubungan seksual di usia muda.

Gejala penderita herpes genital:

- Gatal.

- Sakit pada saat buang air kecil.

- Keluarnya cairan dari vagina.

- Munculnya benjolan di selangkangan.

- Munculnya koreng yang menyakitkan pada kemaluan, pantat, anus, atau paha.

- Pada pria, herpes dapat menyebabkan kulit penis kering, perih, dan gatal.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel