Mengenal COVID Anxiety Syndrome dan Cara Mengatasinya

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Pandemi COVID-19 masih berlangsung sejak kali pertama muncul pada akhir 2019. Virus Sars-CoV-2 penyebab penyakit COVID-19 bermutasi membentuk varian-varian baru.

Beberapa varian-varian baru COVID-19 antara lain Delta dari India, Beta dari Afrika Selatan, dan B.117 dari Inggris.

Pandemi COVID-19 yang tak kunjung usai bisa membuat masyarakat mengalami COVID Anixiety Syndrome, yakni kondisi kekhawatiran atas dampak yang ditimbulkan dari virus COVID-19.

Orang yang mengalami sindrom ini awalnya sangat waspada, kemudian mengalami kecemasan atau kekhawatiran terhadap dampak buruk yang muncul akibat virus COVID-19 yang makin menyebar.

Itulah mengapa, perlu pengetahuan tentang COVID Anixiety Syndrome agar masyarakat paham dan mengetahui cara mengatasinya.

Berikut gejala, penyebab, dan cara mengatasi COVID Anixiety Syndrome, dilansir dari Verywellmind, Kamis (30/9/2021).

Gejala COVID Anixiety Syndrome

Ilustrasi depresi atau gangguan cemas. Credit: pexels.com/Ivan
Ilustrasi depresi atau gangguan cemas. Credit: pexels.com/Ivan
  • Kesulitan membagi konsentrasi dan terus memikirkan berbagai hal yang berkaitan dengan COVID-19.

  • Muncul kecemasan yang menganggu produktivitas keseharian.

  • Mengisolasi diri dari orang lain yang tidak diperlukan.

  • Merasa putus asa selama pandemi.

  • Mengalami gangguan tidur.

  • Mengalami beberapa gejala fisik yang tidak biasa, seperti sering sakit kepala atau sakit perut.

Penyebab COVID Anixiety Syndrome

Ilustrasi kecemasan. (sumber: freepik)
Ilustrasi kecemasan. (sumber: freepik)
  • Kondisi ketakpastian yang terjadi selama pandemi. Hal ini menyebabkan kecenderungan seseorang untuk khawatir secara berlebihan selama COVID-19 masih berlangsung.

  • Liputan media atau berbagai informasi yang dikonsumsi setiap harinya. Informasi yang berkaitan dengan kondisi virus yang terus berubah menyebabkan ketakpercayaan dan kecemasan yang makin tinggi di masyarakat.

  • Ketakutan dan kecemasan yang dirasakan meningkatkan sikap patuh dalam melakukan pencegahan. Rasa takut dan cemas yang dialami karena penyebaran virus yang makin meningkat dapat menyebabkan sikap patuh untuk melakukan pencegahan. Secara tidak sadar, hal ini dapat meningkatkan kecemasan yang berlebihan pada seseorang.

Cara Mengatasi COVID Anixiety Syndrome

Ilustrasi menyendiri dan cemas. Credit: freepik.com
Ilustrasi menyendiri dan cemas. Credit: freepik.com
  • Cari informasi atau pesan positif yang berkaitan dengan COVID-19, seperti pengembangan vaksin, peningkatan pemberian vaksin yang makin meluas, penurunan risiko, dan pilihan pengobatan baru yang memberikan optimisme.

  • Terus optimistis bahwa kondisi bisa kembali normal, meski memerlukan cukup banyak waktu. Jika dilakukan dengan sabar dan penuh kepatuhan, masalah pandemi akan dapat teratasi dengan baik.

  • Terus lakukan protokol kesehatan dengan memastikan kebersihan yang baik. Cuci tangan dengan rutin, gunakan masker dengan perlindungan yang efektif, kurangi mobilitas ke luar rumah, hingga menghindari kerumunan.

  • Jika perasaan cemas makin mengganggu, Anda bisa berdiskusi dengan teman atau menceritakan perasaan yang sedang dialami dengan orang yang dipercaya. Dengan bercerita, bisa mengurangi beban pikiran yang sedang dirasakan. Hal ini juga membuat Anda lebih baik dan merasa lega.

  • Luangkan waktu untuk melakukan perawatan diri dengan baik, seperti beristirahat dengan cukup, berolahraga, dan melakukan berbagai kegiatan hobi atau aktivitas lainnya yang dapat membantu menghilangkan stres.

Sumber: Verywellmind

Yuk, baca artikel cara lainnya dengan mengikuti tautan ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel