Mengenal Cyrus Margono, Pemain Berdarah Indonesia yang Dipinang Panathinaikos

·Bacaan 4 menit

Bola.com, Athena - Nama Cyrus Margono mendadak tenar. Kiper berusia 19 tahun itu disebut-sebut berdarah Indonesia setelah bergabung dengan Panathinaikos.

Klub asal Yunani tersebut resmi mengumumkan kedatangan Cyrus Margono pada 30 Agustus 2021. Penjaga gawang kelahiran 9 November 2001 itu dikontrak selama tiga tahun.

Namun, Cyrus Margono tidak diprioritaskan untuk tim senior, melainkan bakal memperkuat Panathinaikos B yang berkompetisi di Super League Greece 2 atau kasta kedua Liga Yunani.

Panathinaikos bukan klub sembarangan di negaranya. Tim berjuluk The Greens itu berlabel kesebelasan tersukses kedua di Yunani.

Panathinaikos telah 20 kali menjuarai Super League Greece atau divisi teratas Liga Yunani, kendati terakhir kali meraihnya pada 2010.

"Saya datang ke klub yang sangat besar dan menjadi suatu kehormatan bagi saya untuk berada di sini. Saya menghargai kesempatan yang diberikan kepada saya oleh tim dan pelatih. Saya akan memberikan yang terbaik setiap harinya," jelas Cyrus Margono dinukil dari laman klub.

Siapa Cyrus Margono? Dari mana darah Indonesianya berasal? Mengapa bisa sampai bergabung dengan Panathinaikos? Bola.com merangkum rekam jejaknya berdasarkan petikan wawancaranya dengan media Yunani, Prasinostypos.

Siapa Cyrus Margono?

Cyrus Margono, kiper Panathinaikos keturunan Indonesia. (Instagram Cyrus Margono).
Cyrus Margono, kiper Panathinaikos keturunan Indonesia. (Instagram Cyrus Margono).

Cyrus Margono adalah pemuda asal New York, Amerika Serikat. Dia bersekolah SMA di Sleepy Hollow, New York. Begitu lulus, Cyrus melanjutkan pendidikannya di University of Denver Athletics pada 2019.

Setelah bermain untuk tim sepak bola University of Denver Athletics selama setahun, Cyrus Margono pindah ke University of Kentucky (UK) Athletics.

"Cyrus Margono bermain dalam tiga pertandingan dan mengoleksi enam penyelamatan serta 0,667 save persentase," tulis UK Athletics di laman profil sang kiper.

Pada pertengahan 2015, Cyrus Margono pernah mengenyam pengalaman berharga dengan menunjukkan skill-nya di Akademi Inter Milan selama dua pekan.

"Margono sempat berlatih bareng Akademi Inter Milan untuk dua pekan pada musim panas 2015," demikian informasi yang tertera dalam profilnya, kali ini di University of Denver Athletics pada 2019.

Darah Indonesia Cyrus Berasal

Suporter Panathinaikos menyalakan suar setelah pertandingan antara Panathinaikos melawan Olympiakos dalam Liga Super Yunani di Stadion Apostolos Nikolaides, Athena, dibatalkan. (21/11/2015). (AFP/SOOC/Alexandros Michailidis)
Suporter Panathinaikos menyalakan suar setelah pertandingan antara Panathinaikos melawan Olympiakos dalam Liga Super Yunani di Stadion Apostolos Nikolaides, Athena, dibatalkan. (21/11/2015). (AFP/SOOC/Alexandros Michailidis)

Cyrus Margono lahir di New York, Amerika Serikat pada 9 November 2001. Ayahnya asli Indonesia, sementara ibunya berasal dari Iran.

"Saya lahir di New York. Saya memulai bermain sepak bola pada usia empat tahun. Ayah saya berasal dari Indonesia dan ibu saya dari Persia. Saya selalu berimpi menjadi kiper profesional," imbuh Cyrus Margono kepada Prasinostypos.

University of Denver Athletics menuliskan ayah Cyrus Margono bernama Johan dan ibunya Sepeedeh. Dia juga mempunyai saudara kandung yaitu Armon.

Prasinostypos menarasikan Cyrus Margono sebagai kiper yang berasal dari Indonesia. "Seorang penjaga gawang berusia 19 tahun dari Indonesia, tetapi dibesarkan di New York," tulis media Yunani itu.

"Kedatangannya sekaligus menjadi bukti nyata bahwa anak-anak Indonesia dan negara Asia lainnya bisa melakukan lompatan ke Eropa asalkan ada motivasi dan bimbingan yang benar," lanjut pemberitaan tersebut.

Bergabung dengan Panathinaikos

Ilustrasi sepak bola (Abdillah/Liputan6.com)
Ilustrasi sepak bola (Abdillah/Liputan6.com)

Perjalanan ke Eropa pada musim panas 2021 berujung berkah bagi Cyrus Margono. Pertemuannya dengan pelatih kiper, Maarten Arts membuatnya berjodoh dengan Panathinaikos.

Berdasarkan catatan Transfermarkt, Maarten Arts adalah pelatih kiper asal Belanda yang pernah bekerja untuk FC Utrecht pada 1998-2008, tim Qatar, Umm Salal SC pada 2010-2013, hingga kesebelasan Belgia, Union SG pada 2018.

"Ketika saya pergi ke Eropa dari New York pada awal Juli 2021, saya berlatih dengan Maarten Arts. Dia membawa saya ke Panathinaikos. Saya sempat diseleksi selama dua pekan sebelum disodori kontrak," beber Cyrus Margono.

"Saya merasa sangat terhormat bergabung dengan klub dengan sejarah besar dan menjadi bagian dari masa depan. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada pelatih dan tim yang percaya kepada saya. Saya bersemangat dan akan terus bekerja keras demi memberikan segalanya untuk Panathinaikos."

"Saya telah berada di tim ini hampir selama sebulan dan semua orang menyambut saya dengan tangan terbuka. Staf pelatih dan rekan setim sangat ramah kepada saya," ujar Cyrus Margono.

De Gea dan Casillas Jadi Role Model

David de Gea. Kiper asal Spanyol yang bermain untuk Manchester United ini didatangkan dari Atletico Madrid pada awal musim 2011/2012. Musim ini, posisinya terusik oleh kedatangan Dean Henderson. Tiap pekan ia mendapat bayaran tertinggi di antara para kiper, 375 ribu pounds. (AFP/Tim Keeton/Pool)
David de Gea. Kiper asal Spanyol yang bermain untuk Manchester United ini didatangkan dari Atletico Madrid pada awal musim 2011/2012. Musim ini, posisinya terusik oleh kedatangan Dean Henderson. Tiap pekan ia mendapat bayaran tertinggi di antara para kiper, 375 ribu pounds. (AFP/Tim Keeton/Pool)

Sebagai kiper, Cyrus Margono banyak belajar dari penjaga gawang Manchester United, David De Gea, dan legenda Real Madrid, Iker Casillas. Pemain blasteran Amerika Serikat, Iran, dan Indonesia itu mengaku mengamati penampilan keduanya melalui YouTube ketika masih kecil.

"Role model saya? Saat tumbuh dewasa, saya menonton cuplikan penampilan David De Gea di YouTube setiap minggunya. Saya juga sering menyaksikan Casillas," ungkap Cyrus Margono.

"Sebagai kiper, saya cukup cepat, mempunyai keseimbangan yang bagus, dan saya suka menggunakan kaki saya untuk membangun serangan dali belakang."

"Tujuan saya di Panathinaikos, saya ingin bisa bermain untuk tim utama dan berkarier di Eropa," jelas Cyrus Margono mengakhiri wawancara.

Sumber: Prasinostypos

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel