Mengenal Dokter Spesialis Ortopedi dan Kapan Harus Menemuinya

Liputan6.com, Jakarta Tulang merupakan bagian penting yang menyokong dan memungkinkan tubuh untuk bergerak. Tulang juga melindungi organ penting seperti otak, jantung, dan paru-paru dari cedera. Tulang juga menyimpan mineral seperti kalsium dan fosfor yang membuatnya tetap kuat. Mineral ini juga bisa dilepaskan ketika tubuh membutuhkannya. 

Ketika terjadi masalah pada sistem tulang, berkonsultasi pada dokter adalah solusi paling tepat. Dalam istilah medis, cabang ilmu yang mempelajari tentang sistem kerangka disebut dengan ortopedi. Jika Anda memiliki masalah pada tulang, fasilitas kesehatan mungkin akan menyarankan untuk pergi ke dokter spesialis ortopedi.

Lihat: Informasi dan jadwal dokter ortopedi terbaik di Jakarta.

Namun, apa sebenarnya dokter spesialis ortopedi? Masalah apa saja yang mereka tangani, dan kapan harus menemui dokter spesialis ortopedi?

Berikut ulasan mengenai dokter ortopedi atau dokter spesialis yang menangani tulang yang berhasil Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (12/5/2020).

Mengenal dokter spesialis ortopedi

Ilustrasi dokter (iStockphoto)

Dokter spesialis bedah ortopedi dan traumatologi atau yang biasa disebut dokter ortopedi merupakan dokter yang berfokus pada penanganan sistem muskuloskeletal tubuh. Sistem ini terdiri dari sistem pergerakan tubuh seperti otot, saraf, tulang, sendi, ligamen, dan tendon.

Dokter ortopedi memiliki spesialisasi untuk merawat dan mencegah cacat pada sistem ini. Ahli ortopedi menggunakan pendekatan bedah dan non-bedah untuk mengobati berbagai masalah muskuloskeletal.

Masalah yang ditangani dokter spesialis ortopedi

ilustrasi dokter (Foto: Pexels.com/Raw Pixel)

Dokter spesialis mengobati berbagai kondisi muskuloskeletal. Kondisi-kondisi ini mungkin ada sejak lahir, terjadi sebagai akibat dari cedera atau keausan terkait usia. Kondisi muskuloskeletal yang ditangani dokter spesialis ortopedi diantaranya adalah:

Gangguan tulang

Gangguan yang menyerang tulang meliputi nfeksi tulang, fraktur (patah tulang), osteoporosis, tumor tulang, dan deformitas tulang.

Gangguan persendian

Gangguan yang menyerang persendian seperti radang sendi, robekan ligamen, bursitis, dislokasi, nyeri sendi, pergeseran (dislokasi) sendi, serta pembengkakan pada sendi.

Gangguan tulang belakang

Gangguan medis yang terjadi pada tulang belakang, seperti tumor tulang belakang, nyeri punggung, skoliosis, cedera dan patah tulang belakang.

Gangguan kaki

Gangguan yang bisa menyerang area lutut seperti tendinitis, nyeri lutut, cedera meniskus, ligamen terkilir atau robek. Kondisi seperti nyeri tumit dan nyeri pergelangan kaki sehingga menyebabkan kesulitan pergerakan pada kaki.

Gangguan tangan

Kondisi yang bisa menyerang tangan dan pergelangan tangan, seperti patah tulang tangan, patah pergelangan tangan, carpal tunnel syndrome (CTS), dan kista ganglion.

Gangguan otot

Penyakit yang menyerang otot jaringan lunak, meliputi atrofi, cedera otot dan jaringan lunak, infeksi jaringan lunak, hingga tumor atau kanker jaringan lunak.

Tindakan yang bisa dilakukan dokter spesialis ortopedi

Tindakan yang bisa dilakukan dokter spesialis ortopedi (Ilustrasi/iStockphoto)

Dokter ortopedi bisa melakukan tindakan medis baik itu non-bedan maupun bedah. Tindakan non-bedah yang dilakukan dokter ortopedi, seperti pemberian obat-obatan, menentukan anjuran olahraga, serta merujuk ke bagian fisioterapi.

Biasanya dalam temu pertama dengan dokter spesialis ortopedi, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mengambil sinar-X atau tes penunjang untuk keperluan diagnosis. Pemeriksaan tambahan yang juga mungkin perlu dilakukan di antaranya meliputi tes darah, analisis cairan sendi, arthrogram, pemindaian tulang (bone scan), Rontgen, MRI, dan juga USG.

Jika serangkaian tes telah dilakukan dokter ortopedi akan memberikan pengobatan sesuai kebutuhan, diagnosis, dan kondisi pasien. Jika terdapat indikasi masalah tertentu, maka dokter ortopedi akan melakukan tindakan operasi atau bedah. Tindakan bedah ini bisa meliputi:

- Arthoroskopi, prosedur yang menggunakan kamera dan peralatan khusus yang dimasukkan ke dalam sendi. Prosedur ini dibutuhkan untuk mendiagnosis dan mengobati masalah seputar persendian.

- Fiksasi internal, prosedur untuk menahan pecahan tulang dalam posisi yang tepat dengan pelat logam, pin, atau sekrup, saat tulang sedang disembuhkan.

- Fusion, proses penyatuan di mana tulang menyatu bersama cangkokan tulang dan perangkat internal, seperti batang logam, yang bertujuan untuk membuat tulang padat kembali.

- Penggantian sendi (parsial, total, atau revisi), dilakukan ketika sendi yang mengalami kerusakan diganti dengan sendi buatan yang disebut prostesis.

- Tindakan operasi untuk memperbaiki jaringan lunak, misalnya tendon atau ligamen yang robek.

- Osteotomi, tindakan mengoreksi deformitas tulang dengan memotong dan memosisikan tulang.

- Amputasi.

- Rekonstruksi ligamen, tulang, dan otot.

- Operasi tulang belakang, meliputi diskektomi, foraminotomi, laminektomi, dan fusi tulang belakang.

- Prosedur perbaikan atau peremajaan tulang rawan.

 

 

Kapan harus pergi ke dokter spesialis ortopedi?

Kapan harus pergi ke dokter spesialis ortopedi? (Ilustrasi/iStockphoto)

Anda dapat mempertimbangkan untuk menemui dokter spesialis ortopedi jika mengalami masalah pada tulang, persendian, atau otot. Masalah ini biasanya ditandai dengan rasa sakit atau nyeri pada pergelangan kaki atau tangan, lutut, pinggul, bahu atau punggung. Gejala yang perlu diperiksakan ke dokter spesialis ortopedi meliputi:

- Nyeri otot, sendi, atau tulang yang menetap dan tidak membaik dalam beberapa hari.

- Pembengkakan sendi, otot, atau jaringan lunak yang disertai nyeri, dan panas ketika disentuh.

- Cedera fisik yang menimbulkan nyeri, kesulitan bergerak, atau luka terbuka disertai patah tulang.

- Kaku otot, sendi, atau tulang.

- Kesemutan atau mati rasa pada bagian tubuh tertentu setelah mengalami cedera.

- Perubahan bentuk sendi dan tulang yang menimbulkan kesulitan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Apa yang harus disiapkan sebelum berkonsultasi?

Ilustrasi Foto Dokter (iStockphoto)

Ketika memutuskan untuk menemui dokter spesialis ortopedi, pastikan untuk mencatat atau mengingat keluhan yang dialami. Catat pula aktivitas apa yang telah dilakukan sebelum keluhan teras. Kumpulkan juga riwaya medis lengkap seperti riwayat penyakit dan pengobatan. Semua ini berguna untuk membantu diagnosis tepat dari dokter.

Poin penting lainnya sebelum berkonsultasi adalah memilih dokter ortopedi yang tepat. Anda bisa mencari rekomendasi dokter spesialis ortopedi dari orang terpercaya atau dokter umum. Mencari ulasan tentang profil dokter di internet dan platform lainnya juga bisa sangat membantu. Dari informasi ini Anda bisa mengetahui reputasi dokter, pengalaman, dan penilaian dari pasien yang pernah ditangani.

Jika Anda memerlukan tindakan bedah misalnya, menemukan ahli bedah tulang tepat, yang memiliki riwayat operasi sukses, akan membantu memastikan Anda menjalani operasi dan pemulihan yang baik.