Mengenal Festival Budaya Iraw Tengkayu dari Tarakan

·Bacaan 2 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Kota Tarakan tidak hanya dikenal sebagai kota sejarah, namun kota di bagian utara Kalimantan ini juga punya beragam festival budaya, salah satunya yang tersohor ialah Festival Iraw Tengkayu.

Pesta adat Iraw Tengkayu merupakan upacara tradisional masyarakat Tidung di Tarakan, Kalimantan Utara dengan menghanyutkan sesaji ke laut dan diisi dengan berbagai macam perlombaan. Kegiatan ini biasa digelar bertepatan dengan hari ulang tahun Kota Tarakan pada bulan Desember.

Istilah Iraw Tengkayu sendiri memiliki dua arti yaitu Iraw sebagai perayaan sementara Tengkayu ialah pulau kecil di tengah laut yakni pulau Tarakan. Upacara yang dilakukan masyarakat adat Tidung sudah berlangsung turun temurun. Nantinya, inti kegiatan akan diisi ritual Parade Padaw Tuju Dulung (perahu tujuh haluan) dengan melepaskan perahu berisi makanan atau pakan ke laut.

Sebelum dilepas ke laut, perahu bercorak tiga warna kuning, hijau dan merah akan diarak keliling kota. Setiap warna memiliki makna masing-masing, salah satunya kuning yang melambangkan kehormatan atau sesuatu yang diagungkan. Karenanya, warna di tempatkan paling atas dari Padaw Tuju Dulung. Di perahu ini ada satu tiang tertinggi yang mengartikan bahwa penguasa tertinggi alam semesta adalah Allah SWT.

Tak hanya itu, Padaw Tuju Dulung juga memiliki 5 tiang yang melambangkan shalat lima waktu untuk umat Islam dalam kesehariannya. Tiang ini lah yang nantinya diperuntukkan sebagai lokasi mengikat kain sebagai atap atau yang dikenal masyarakat sekitar sebagai pari-pari dan tempat mengikat kain yang dihubungkan ke haluan perahu untuk sisi kanan dan kiri. Di bagian tengah perahu terdapat rumah bertingkat tiga yang disebut meligay. Di bawah meligay ini lah sesaji berisi makanan disimpan.

Biasanya, festival ini juga diisi dengan sejumlah perlombaan seperti layang-layang, perahu hias hingga olahraga tradisional.

Rencananya, Festival Iraw Tengkayu bakal kembali digelar pada Desember 2022 setelah vakum selama dua tahun akibat pandemi Covid-19.

"Kami ada wisata budaya yang bisa kita lihat ada kegiatan tahunan sangat pesat dengan adat yaitu Iraw Tengkayu setiap bulan Desember. Cuma selama pandemi kita hendiakan sementara. InsyaAllah tahun ini kembali dilaksanakan dan menjadi kalender of event Kementerian Pariwisata," ujar Wali Kota Tarakan, Khairul belum lama ini. [hrs]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel