Mengenal Fungsi RAM dan ROM, Kenali Cara Kerjanya

Liputan6.com, Jakarta RAM dan ROM merupakan sistem memori di komputer hingga smartphone. Keduanya memiliki fungsi RAM dan ROM yang berbeda-beda, begitu juga dengan cara kerjanya. Meski berstatus sama sebagai penyimpanan data.

RAM merupakan sistem memori yang mampu mencadangkan semua data dalam jangka waktu tertentu. RAM dapat menyimpan data tanpa harus menggunakan daya lantaran terhubung dengan program sistem komputer

Sedangkan fungsi ROM memiliki kemampuan untuk menyimpan data secara permanen. Apabila sumber daya mati, maka ROM tidak akan kehilangan datanya, lantaran dijalankan dan ditopang oleh baterai kecil yang terpasang pada komputer.

Fungsi ROM yang utama adalah untuk input dan output data serta memegang kendali atas program perangkat lunak. Biasanya ROM berbentuk chip yang terletak di motherboard dan papan sirkuit. Tujuannya untuk mengatur input dan output dari sistem menajemen data dasar serta membaca dan menullis ke perangkat.

Masih ada fungsi RAM dan ROM secara luas. Berikut fungsi RAM dan ROM yang telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (18/2/2020).

Mengenal RAM dan ROM

Ilustrasi ROM / Sumber: Wikimedia

Sebelum jauh membahas fungsi RAM dan ROM, penting untuk mengenal terlebih dahulu apa itu RAM dan ROM. Random Access Memory (RAM) merupakan suatu hardware di dalam perangkat gadget seperti komputer, laptop, dan smartphone.

RAM berfungsi sebagai tempat penyimpanan data sementara (memori) serta berbagai instruksi program dan hanya bekerja saat perangkat tersebut hidup atau beroperasi. Hal ini dimaksudkan bahwa, saat perangkat elektronik yang dijalankan oleh suatu aplikasi program akan menggunakan RAM untuk menempatkan data sementara.

Kapasitas RAM di dalam suatu perangkat sangat berpengaruh pada tingkat kecepatan proses data di perangkat tersebut. Sehingga kegiatan yang dilakukan pada perangkat seperti proses penyimpanan data, membuka data, dan menjalankan program akan semakin cepat sesuai besarnya RAM komputer tersebut.

Sedangkan Read Only Memory (ROM) adalah jenis memori atau tempat penyimpanan data di dalam perangkat komputer yang sifatnya permanen sehingga tidak mudah berubah atau hilang meskipun komputer tiba-tiba mati.

ROM tidak termasuk dalam kelompok perangkat keras komputer yang berupa chip memori semi konduktor yang mana isinya hanya bisa dibaca saja, bahkan untuk menyimpan data pada ROM dapat dibilang tidak mudah. Biasanya ROM berisikan program-program yang default dari pabrik sehingga ROM ini digunakan untuk menyimpan firmware.

Fungsi RAM dan ROM pada Perangkat Gadget

Ilustrasi: RAM pada smartphone

Membaca Data

Secara garis besar, fungsi RAM untuk membaca serta menyimpan data. Semua data serta informasi yang disimpan di dalam harddisk dapat dibuka dengan lebih cepat disebabkan peran dari RAM komputer.

Kamu bisa membandingkan kecepatan loading membuka file atau juga program saat pertama kali diakses dengan saat file atau program tersebut telah dibuka sebelumnya. Saat program atau file dibuka, maka data dibaca dan disimpan dalam RAM sementara sehingga akan lebih cepat dibuka kembali pada saat komputer belum dimatikan.

Penyimpanan Sementara

Fungsi RAM lainnya sebagai tempat penyimpanan data sementara saat program di dalam komputer itu sedang dijalankan. Jadi, pada saat kamu mengerjakan seseuatu di perangkat komputer, maka komputer akan menyimpan data sementara.

Namun, data tersebut harus disimpan secara permanen untuk mencegah terjadinya kerusakan atau juga kehilangan karena hal-hal yang tidak terduga.

Fungi ROM pada Perangkat Gadget

Fungsi ROM berguna untuk menyiman firmware berupa perangkat lunak atau juga yang sering disebut software. Perangkatlunak yang biasa mengisi ROM ini misalnya yang berhubungan dengan perangkat keras seperti ROM Basic Input Output System (BIOS).

BIOS akan menyala secara otomatis pada saat komputer dinyalakan tanpa perlu mengaktifkan media penyimpanan layaknya pada sistem memori yang lain seperti halnya RAM. Sehingga dalam hak kecepatan akses, media ROM ini juga lebih cepat daripada media penyimpanan lain.

Pada perangkat komputer modern, BIOS ini disimpan dalam sebuah chip ROM yang mana secara elektrik dapat ditulis ulang atau dinamakan flash ROM.

 

Jenis-jenis RAM

Ilustrasi (iStock)

Dynamic RAM (DRAM)

Dynamic RAM merupakan jenis-jenis RAM yang disegarkan atau refresh oleh Central Processing Unit (CPU) secara berkala agar data yang ada di dalamnya tidak hilang.

Keuntungan dari D RAM ini adalah kesederhanaan structural karena hanya membutuhkan satu transistor dan kapasitor yang diperlukan per bit, dibandingkan dengan empat buah transistor S RAM.

SD RAM

Sychronous Dynamic Random Access Memor atau SDRAM merupakan RAM lanjutan dari DRAM. Namun jenis-jenis RAM ini telah mengalami sinkronisasi oleh clock sistem. Umumnya, SDRAM lebih cepat dibandingkan DRAM.

Kecepatan RAM ini bisa mencapai 100 hingga 133 MHz. Ciri-ciri dari SD RAM sendiri adalah terdapat dua celah pada bagian kakinya dan diletakkan pada slot DIMM/SD RAM di motherhood, serta mampu menampung memori hingga 1 GB.

DDR RAM

Double Rate Random Access Memory atau DDR RAM merupakan jenis-jenis RAM dengan teknologi lanjutan dari SD RAM. RAM ini mampu menjalankan dua instruksi sekaligus dalam satuan waktu yang sama. Jenis RAM ini mempunyai kapasitas 184 pin dan mengonsumsi daya listrik yang lebih rendah.

DDR RAM ini juga memiliki generasi terbaru, yaitu DDR2 dan DDR3 dan DDR4 merupakan pengembangan dari DDR RAM. Jenis RAM ini banyak digunakan pada laptop guna untuk menghemat daya listrik dan lebih maksimal dengan kecepatan tinggi. Untuk kapasitas memori jenis ini pun cukup besar hingga 16 GB per chipnya.

RD RAM

Rambus Dynamic Random Access Memory atau RDR RAM proses kerjanya lebih cepat dan umumnya lebih mahal dari SD RAM. Jenis SD RAM ini digunakan pada perangkat komputer yang menggunakan Pentium 4 dengan slot memori mencapai 184 pin.

Jenis-jenis RAM ini menggunakan slot RIMM yang sama dengan SD RAM. Merupakan sebuah teknologi chip dinamis besutan Rambus, Inc ini mempunyai lisensi khusus untuk teknologi semi konduktor yang memproduksi chip.

S RAM

Static Random Access Memory atau S RAM ini merupakan jenis-jenis RAM yang dapat menyimpan data di dalamnya tanpa harus ada penyegaran atau refresh dari CPU. Jenis RAM ini memiliki proses kerja yang lebih cepat dari D RAM dan SD RAM.

Memiliki desain cluster enam transistor yang berguna untuk menyimpan setiap bit informasi. Desain inilah yang membuat S RAM lebih mahal dan lebih cepat. Secara fisik chip, biaya pemanufakturan chip pun kira-kira 30 kali lebih besar dari D RAM. Namun sayangnya, S RAM memiliki kekurangan yaitu biaya produksi yang malah.

Hal ini membuat persediaannya hanya dalam kapasitas kecil dan dipergunakan untuk bagian yang benar-benar penting saja.

EDO RAM

Extended Data Out Random Access Memory atau EDO RAM merupakan jenis-jenis RAM yang digunakan pada perangkat dengan OS Pentium dan cocok dipasang pada komputer dengan bus mencapai 66 MHz. Jenis memori ini dapat melakukan proses penyimpanan dan mengambil data dalam waktu bersamaan.

Jenis memori ini banyak digunakan untuk menggantikan primary memori yang ada pada komputer terdahulu yakni FPM RAM. Karena bisa menyimpan dan membaca secara bersamaan, maka kecepatan baca tulis pada EDO RAM bisa lebih cepat juga.

NV RAM

Non Volatile Random Access Memory atau NV RAM merupakan jenis memori komputer dengan akses acak yang biasanya digunakan untuk menyimpan konfigurasi yang dilakukan oleh firmware seperti EFI, BIOS, atau firmware-firmware lainnya pada perangkat embedded misalnya router.

Pada umumnya NV RAM dirancang dengan manufaktur CMOS agar daya yang dibutuhkan juga kecil. Untuk menghidupkannya agar data yang disimpan tidak hilang, maka NV RAM menggunakan baterai Litium dengan CR-2032. Data yang tersimpan pada memori ini pun tidak akan hilang walaupun daya dimatikan.

Jenis-jenis ROM

ilustrasi komputer (Sumber: Unsplash) / Domenico Loia

Stock ROM

Ini merupakan jenis ROM yang merupakan bawaan dari sistem operasi (dalam bentuk default) serta juga belum mendapatkan modifikasi.

Stock ROM ini berisi fungsi sebagai tampilan yang masih standar pabrik serta belum banyak mengalami perubahan dari pengembang. Biasanya jenis ROM ini ditemukan pada perangkat Apple IOS serta Palm’s WebOS.

Custom ROM

Untuk jenis ROM satu ini sangat cocok untuk menyimpan data-data penting perusahaan disebabkan karna sifatnya yang dapat di customisasi atau juga dimodifikasi sendiri. Custom ROM ini memang sering digunakan oleh pengembang independen yang hobby didalam mengotak-atik perangkat komputer.

Custom ROM ini dikembangkan dengan secara langsung dari Google beserta OS yang dimilikinya yang juga banyak dijiumpai pada perangkat Android.

Manufacturer atau Carrier Stock ROM

Jenis yang ketiga ini dapat juga disebut dengan sebutan Carrier Stock ROM yang mana sudah mendapatkan perubahan dari pabrik atau juga operator jaringan.

Perubahan pada ROM seperti ini bertujuan untuk dapat memberikan penambahan custom pada aplikasi. Sehingga jenis ROM ini jarang ditemukan pada perangkat PC, serta  sebaliknya lebih sering diaplikasikan pada perangkat Android.

Cara Kerja ROM

Prinsip kerja ROM di dalam perangkat komputer ini sebenarnya sangat sederhana. Pemilik perangkat komputer akan memasukkan data-data yang umumnya berupa software default pabrik ke dalam chip ROM.

Selanjutnya data di dalam ROM akan disimpan secara permanen serta tidak dapat dihapus menjadi output device. Perlu untuk diketahui bahwa kamu tidak dapat mengotak-atik isi pada ROM serta ROMini hanya bisa diisi sekali saja selama digunakan.