Mengenal Herd Immunity, Benarkah Bisa Hentikan COVID-19?

·Bacaan 2 menit

VIVAHerd immunity sering kali disebut-sebut sebagai salah satu cara untuk menghentikan pandemi COVID-19. Memangnya, apa itu herd immunity?

Disebut juga sebagai kekebalan kelompok, istilah herd immunity dalam imunisasi merupakan situasi di mana sebagian besar populasi atau masyarakat sudah terlindungi atau kebal terhadap penyakit tertentu, termasuk COVID-19.

Artinya, apabila sebagian besar populasi sudah kebal, maka kelompok masyarakat yang bukan merupakan sasaran imunisasi dari penyakit yang bersangkutan juga akan terlindungi karena transmisi penyakit yang rendah.

Di masa pandemi COVID-19 seperti saat ini, kekebalan kelompok bisa diraih dengan cara melindungi diri melalui vaksinasi, bukan dengan mengekspos diri ke patogen penyebab penyakit.

Benarkan herd immunity bisa hentikan COVID-19?

Menurut laporan New York Times, akan lebih sulit mencapai herd immunity dan menghentikan pandemi COVID-19 dengan adanya berbagai varian baru COVID-19. Pasalnya, munculnya varian-varian tersebut menandakan bahwa virus akan semakin mudah menular.

“Karena virus ini sangat mudah menular, akan membutuhkan porsi populasi yang cukup tinggi yang sudah divaksinasi sepenuhnya (dua dosis) atau sudah pernah terinfeksi untuk mencapai herd immunity. Itu akan sangat sulit,” kata Amesh A. Adalja, MD, seorang ahli penyakit menular sekaligus senior di John Hopkins Center for Health Security, dikutip dari Health.

Vaksinasi untuk mencapai herd immunity

Namun, dikutip dari laman resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), vaksinasi bisa membantu daya tahan tubuh untuk membentuk protein yang bisa melawan penyakit, dalam hal ini adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Corona.

Protein yang juga disebut sebagai antibodi itu nantinya bisa melindungi orang-orang dari paparan virus, sehingga transmisi bisa dihentikan. Untuk mencapai kekebalan kelompok saat ini, sebagian besar populasi pada setiap negara harus divaksin.

Sementara itu, terkait persentase jumlah populasi yang harus divaksin, John Hopkins Bloomberg School of Public Health mengungkapkan bahwa untuk mencapai tujuan kekebalan ini, setidaknya 50-90 persen populasi harus kebal terhadap penyakitnya.

Di Indonesia sendiri, Pemerintah berupaya untuk mencapai target 70 persen vaksinasi guna mencapai herd immunity. Karenanya, Pemerintah terus gencar melakukan vaksinasi dan memperluas sasarannya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel