Mengenal Hoarding Disorder, Kebiasaan Menyimpan Struk Tidak Terpakai dan Barang Bekas di Rumah

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Apakah kamu suka menyimpan struk belanjatidak terpakai di dompet dan juga mengumpulkan barang bekas di rumah? Rupanya hal ini menggambarkan seseorang mengidap gangguan penimbunan, dikenal juga dengan hoarding disorder.

Orang yang mengidap hoarding disorder biasanya gemar mengumpulkan barang tidak terpakai, mulai dari kertas, bon, struk belanja, dan lain sebagainya. Bahkan benda tersebut benar-benar tidak memiliki nilai sejarah apapun, sehingga seharusnya dibuang.

Psikoloh Joe Hemmings menyatakan jika gangguan ini dikenal dengan penimbunan kompulsif. Di saat seseorang mengalaminya, maka mereka cenderung menumpuk dan enggan membuang barang bekas tersebut. "Orang tersebut bakal menyimpan barang-barang sentimental karena mereka percaya bahwa membuangnya akan menghentikan pemenuhan kebutuhan emosional. Individu terus mengumpulkan barang bekas bahkan ketika tak ada lagi ruang untuk menyimpannya," kata Hemmings.

TERKAIT: Tips Mengubah Barang Bekas Jadi Uang, Begini Caranya

TERKAIT: 10 Robot Mini dari Material Barang-barang Elektronik Bekas

TERKAIT: Bisnis Barang Bekas Online Kini Bisa Seuntung Jual Barang Baru

Banyak orang yang merasa tidak memiliki masalah

Kenali tanda seseorang mengidap hoarding disorder, salah satu cirinya adalah gemar mengumpulkan barang bekas di rumah.
Kenali tanda seseorang mengidap hoarding disorder, salah satu cirinya adalah gemar mengumpulkan barang bekas di rumah.

Gangguan ini sulit diatasi, hal ini disebabkan karena orang yang mengalaminya tidak menganggap ini sebagai masalah. Dan disaat hendak membuang barang-barang tersebut, mereka merasakan kesulitan secara emosional yang luar biasa untuk membuangnya.

Sekilas memang terlihat tidak ada masalah saat seseorang menumpuk barang, namun jika ditelaah lagim banyak efek jangka pendek dan panjang yang bisa mengganggu orang tersebut.

Barang yang menumpuk bisa menimbulkan risiko kesehatan dan keselamatan. Dari sisi kesehatan, barang-barang bekas yang disimpan bisa saja menimbulkan jamur yang jika terhirup bisa mengganggu pernapasan. Efek lainnya adalah debu yang menumpuk akan menimbulkan alergi berkepanjangan.

Barang-barang tersebut juga akan semakin bertambah, dan lambat laun memakan tempat sehingga ruang gerak di rumah semakin terbatas. Bahkan, kualitas hidup keluarga juga semakin berkurang. Dan pada akhirnya menimbulkan masalah yang semakin besar.

Penyebabnya:

ilustrasi perempuan /Photo by Icons8 team on Unsplash
ilustrasi perempuan /Photo by Icons8 team on Unsplash

Di saat seseorang mengalami gangguan ini, maka biasanya disebabkan dari sebuah peristiwa kehidupan yang penuh tekanan.

"Individu dengan gangguan penimbunan tidak membuang barang-barang usang, karena takut membutuhkannya lagi atau sesuatu yang buruk terjadi pada orang lain jika mereka menyingkirkan sesuatu," jelasnya.

Pengobatan:

Pengobatan yang bisa dilakukan antara lain:

1. Terapi perilaku kognitif untuk memeriksa dan melemahkan pikiran yang mempertahankan perilaku oenimbunan.

2. Mengatur gaya hidup dengan baik di rumah, untuk mengurangi gangguan kesehatan mental.

3. Penggunaan antidepresan dari dokter untuk kurangi rasa cemas dan depresi.

#Elevate Women

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel