Mengenal Istaka Karya, BUMN Sektor Konstruksi yang Resmi Pailit

Merdeka.com - Merdeka.com - PT Istaka Karya (Persero) resmi menyandang status pailit atau bangkrut. Penetapan pailit ini tercantum dalam putusan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor: 26/Pdt.Sus-Pembatalan Perdamaian/2022/PN Niaga Jkt.Pst Jo. Nomor 23/Pdt.Sus-PKPU/2012/PN.Niaga Jkt.Pst, tanggal 12 Juli 2022.

Hal ini turut dibenarkan oleh Sekretaris Perusahaan Istaka Karya, Yudi Kristanto. "Betul mas. Istaka sudah diputus pailit," ujar Yudi kepada Merdeka.com di Jakarta.

Yudi mengatakan, langkah selanjutnya kurator akan menghitung boedol pailit atau harta pailit Istaka Karya. Meski begitu, dirinya enggan merinci lebih lanjut terkait skema maupun pelaksanaan rencana boedol pailit Istaka Karya.

Untuk diketahui, Istaka Karya merupakan Badan Usaha Milik Negara Indonesia yang bergerak di bidang konstruksi. Walaupun kurang terdengar dibandingkan perusahaan BUMN usaha konstruksi lainnya seperti Waskita Karya, Adhi Karya, hingga Wijaya Karya, namun perusahaan BUMN yang baru dipailitkan tersebut cukup lama beroperasi.

Istaka Karya sebelumnya bernama PT Indonesian Consortium of Construction Industries (ICCI) yang merupakan suatu konsorsium beranggotakan 18 perusahaan konstruksi Indonesia yang didirikan pada 1979. Lalu, berganti nama menjadi Istaka Karya pada 27 Maret 1986 silam.

Adapun sejumlah proyek yang pernah ditangani oleh Istaka Karya, yakni:

1. Proyek jalan layang non tol Kampung Melayu-Tanah Abang di Provinsi DKI Jakarta

Pembangunan Jalan Layang Non Tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang atau biasa disebut JLNT Casablanca merupakan salah satu contoh hasil kerja Istaka Karya. Jalan layang ini memiliki panjang 5 kilometer selesai dikerjakan pada 5 Juni 2013 dari target awal pada akhir tahun 2012 lalu.

Terkait, melesetnya target penyelesaian diakibatkan proyek era kepemimpinan Gubernur Fauzi Bowo ini terpaksa harus dihentikan karena diduga ada masalah dalam anggaran.

Terdapat tiga paket pada JLNT Kampung
Melayu-Tanah Abang, yaitu paket Casablanca, paket Prof Dr Satrio, dan paket Mas Mansyur yang digarap oleh tiga kontraktor yakni PT Wijaya Karya-Wijaya Konstruksi, PT Adhi Karya, dan PT Istaka Karya-Sumber Sari.

2. Underpass Kentungan di Provinsi Yogyakarta

Pembangunan infrastruktur publik ini dikerjakan oleh kontraktor PT Istaka Karya (Persero) pada 2018 lalu . Anggaran untuk membangun Underpass Kentungan yang berada di simpang antara Jalan Kaliurang dengan Jalan Ring Road Utara itu mencapai Rp110 miliar.

Underpass Kentungan memiliki panjang 900 meter dengan rincian panjang jalan pendekatan di sebelah barat 288 meter. Sedangkan jalan pendekatan sebelah timur memiliki panjang sekitar 386 meter.

Di tengah pembangunan, tepatnya, Selasa (23/7/2020), Underpass Kentungan sempat ambrol. Ambrolnya underpass itu menyebabkan dua truk dan satu land over ikut terperosok ke dalam tanah. Untungnya, tak ada korban jiwa pada peristiwa tersebut.

3. Segmen V Proyek Jalan Trans Papua ruas Wamena-Mamugu

Segmen V Proyek Jalan Trans Papua ruas Wamena-Mamugu menjadi salah satu proyek yang paling "mengerikan" bagi Istaka Karya. Sebab, dalam pengerjaannya
sebanyak 31 pekerja proyek Istaka Karya yang tengah membangun jembatan di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua dibunuh oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Informasi awal menyebut, mereka dibantai lantaran memfoto kegiatan upacara Hari Ulang Tahun (HUT) KKB yang diselenggarakan tidak jauh dari lokasi proyek.

"Ya itu baru sebatas informasi yang kita dapat dari masyarakat," tutur Wakapendam XVII/ Cenderawasih Letkol Inf Dax Sianturi saat dihubungi Liputan6.com, Selasa (4/12).

4. Jalan Tol Cikopo-Palimanan

Istaka Karya juga turut andil dalam pembangunan Seksi ID Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) dengan nilai kontrak mencapai Rp370 miliar.

Pengerjaan ruas Tol Cipali ini terbagi dalam dalam 6 seksi, yakni Seksi I Cikopo-Kalijati sepanjang 29.12 kilometer, Seksi II Kalijati-Subang sepanjang 9.56 kilometer, Seksi III Subang-Cikedung sepanjang 31.37 kilometer, Seksi IV Cikedung-Kertajati sepanjang 17.66 kilometer, Seksi V, Kertajati-Sumberjaya sepanjang 14.51 kilometer, dan Seksi VI Sumberjaya-Palimanan sepanjang 14.53 kilometer. [azz]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel