Mengenal Istilah Paraben-free yang Sering Ditemukan pada Skincare

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Sebagai pengguna skincare, kerap kali kita menemukan istilah paraben-free yang diklaim pada produk. Seperti namanya, paraben-free merupakan istilah yang berarti bebas dari paraben. Hal ini berarti produk skincare tersebut tidak menggunakan dan mengandung paraben di dalamnya.

Paraben merupakan bahan kimia yang telah digunakan sejak tahun 1920-an. Dikutip dari healthline.com, penggunaan paraben secara lanjut digunakan oleh industri kecantikan, untuk memperpanjang masa waktu penggunaan produk. Kandungan ini akan memperlambat tumbuhnya jamur dan mikroorganisme lainnya pada produk kecantikan.

TERKAIT: Kata Ahli Tentang Paraben dalam Kosmetik dan Skincare

TERKAIT: Diary Fimela: Kisah Sukses Glamer, Genderless Skincare di Indonesia Tercipta Atas Masalah Kulit yang Dihadapi Sang Founder

TERKAIT: Pengumuman Resmi Kehamilan Kedua Kylie Jenner dengan Skincare Bayi yang Ramah Lingkungan

Namun, meskipun bahan kimia ini memiliki kemampuan untuk memperpanjang masa produk, paraben dapat berdampak negatif pada kesehatan. Pemakaian paraben pada skincare dalam jangka waktu yang berkepanjangan akan berpengaruh pada kesehatan. Ketahui mengapa produk paraben-free menjadi opsi terbaik dan jenis paraben yang harus dihindari.

Mengapa paraben berbahaya?

Paraben dapat menimbulkan dampak negatif bagi hormon esterogen dalam tubuh (pexels.com/cottonbroi)
Paraben dapat menimbulkan dampak negatif bagi hormon esterogen dalam tubuh (pexels.com/cottonbroi)

Paraben merupakan bahan kimia yang dapat meniru hormon esterogen dalam tubuh. Terlepas dari gender, paraben dapat menganggu jalannya keseimbangan hormon esterogen pada tubuh kita. Hal ini akan berdampak terhadap sistem reproduksi dan menyebabkan disrupsi.

Dikutip dari ewg.org, disrupsi hormon ini jika terjadi dalam waktu yang lama, akan berpotensi memicu sel kanker, terutama kanker payudara pada wanita. Meskipun dipakai dalam dosis rendah, paraben tetap dapat memicu tumbuhnya gen sel kanker, sehingga meningkatkan sel kanker payudara.

Tidak hanya itu, paraben juga memiliki potensi untuk menimbulkan iritasi dan alergi pada wajah. Pemakaian dalam jangka panjang pada kulit sensitif akan berpotensi menimbulkan dermatitis dan eczema.

Paraben-free baik untuk lingkungan

Bahan kimia paraben dapat mengganggu jalannya ekosistem laut (unsplash.com/Thomas Vimare)
Bahan kimia paraben dapat mengganggu jalannya ekosistem laut (unsplash.com/Thomas Vimare)

Tak hanya berbahaya bagi kesehatan, bahan kimia paraben dapat merusak ekosistem lingkungan. Pada saat kita membersihkan kulit dari kosmetik atau produk yang mengandung paraben, di situlah bahan kimia akan menyebar pada lingkungan.

Menurut skinkraft.com, kandungan paraben dapat mencemari perairan. Hal ini pun berdampak kepada ekosistem laut, di mana paraben dapat membahayakan makhluk laut. Aktivitas estrogenicnya dapat menimbulkan disrupsi pada ekosistem laut.

Maka dari itu, penggunaan produk paraben-free pun harus kita terapkan. Hal ini tidak hanya menyelamatkan dirimu dari masalah kesehatan, tetapi juga menyelamatkan lingkungan dari bahaya paraben.

Jenis paraben yang harus dihindari

Ketahui jenis paraben yang harus dihindari (pixabay.com)
Ketahui jenis paraben yang harus dihindari (pixabay.com)

Paraben secara umum dapat kita temukan pada produk-produk kecantikan seperti skincare dan riasan wajah. Ketahui jenis paraben yang harus dihindari pada produk-produk kecantikan:

  • Methylparaben

  • Ethylparaben

  • Propylparaben

  • Butylparaben

  • Isopropylparaben

  • Isobutylparaben

  • Benzylparaben

Penulis: Meisie Cory

#Elevate Women

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel