Mengenal Jalan Tol Fungsional yang Bisa Beroperasi di Waktu Tertentu

Merdeka.com - Merdeka.com - Jalan tol fungsional merupakan jalan bebas hambatan darurat yang dibuka sementara untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas kendaraan saat waktu tertentu. Tol dibuka dengan melihat kondisi dan pelaksanaan konstruksinya di lapangan.

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menekankan, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk membuka salah satu ruas tol fungsional agar pengendara tetap aman selama di perjalanan saat melintasinya.

"Pertama, jalan tol fungsional merupakan jalur bebas hambatan yang digunakan secara darurat, tapi dapat dilalui para pengendara untuk sampai wilayah tertentu dengan waktu tempuh yang lumayan memangkas waktu perjalanan," kata Kepala BPJT Danang Parikesit dalam keterangan resminya, Minggu (15/5).

Kedua, jalan tol fungsional tidak dikenai tarif alias gratis. Namun, pengguna tetap perlu mempersiapkan kartu e-toll untuk melakukan tapping pembayaran di gerbang tol (jika disiapkan gerbang tol).

Berikutnya, beberapa jalan tol fungsional secara teknis belum memenuhi persyaratan di sejumlah bagian yang belum sempurna, baik kerataan jalan, dan sisa konstruksi sekitar jalan di sisi kanan dan kiri.

"Namun tetap diupayakan khususnya pada kesiapan perambuan, dan kondisi jalan yang diperhatikan kenyamanannya sebaik mungkin untuk pengendara melintas," ujar Danang.

Ada Tempat Istirahat

Selanjutnya, jika jalan tol fungsional dirasa cukup panjang ruasnya untuk dilintasi pengendara, akan disiapkan tempat peristirahatan (rest area) sementara dan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM), Bengkel, dan Pos Polisi.

Kemudian, jalan tol fungsional akan ditutup setiap malam hari untuk menjaga keamanan pengendara saat melintas, atau dibuka pada jam-jam tertentu saja hingga batas waktu yang ditentukan. Hal ini karena jalur tersebut belum dilengkapi pembatas jalan dan lampu penerangan yang maksimal.

Hal berikutnya yang wajib diperhatikan, kecepatan yang wajib ditempuh pengemudi biasanya dibatasi hanya maksimal 40 km per jam. Ini dilakukan karena kondisi jalan belum mulus.

"Ketika kendaraan dipacu lebih dari 50 km per jam, jalanan tersebut akan dipenuhi debu maupun kondisi licin saat musim hujan. Sehingga mengganggu jarak pandang hingga dapat membahayakan pengemudi lain di belakang," ungkap Danang.

Terakhir, tetap jaga jarak aman, patuhi aturan berkendara dan rambu petunjuk yang telah disiapkan oleh petugas di Jalan Tol fungsional. "Utamakan keselamatan bukan kecepatan, kita setuju untuk selamat sampai tujuan," tandasnya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com [idr]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel