Mengenal Jenis-Jenis Penelitian Lengkap dengan Penjelasan dan Contohnya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Jenis-jenis penelitian secara garis besar digolongkan menjadi dua macam yaitu penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif. Penelitian sendiri memiliki ciri-ciri bersifat ilmiah, berkesinambungan dari peneliti terdahulu ke peneliti baru, memberikan kontribusi atau nilai tambah, juga bersifat analitis.

Untuk melakukan sebuah penelitian, terdapat jenis-jenis penelitian yang dapat Anda pilih sebagai petunjuk yang dapat memudahkan sebuah proses penelitian dari awal hingga akhir. Pasalnya, penelitian punya tujuan untuk memperbaharui pengetahuan dari suatu bidang.

Secara etimologi, atau ilmu bahasa, penelitian memiliki arti mencari fakta-fakta yang baru dan dikembangkan menjadi suatu teori untuk memperdalam dan memperluas ilmu tertentu. Sedangkan menurut Soerjono Soekanto, penelitian adalah suatu kegiatan ilmiah yang didasarkan kepada suatu analisis serta konstruksi yang dilakukan secara sistematis, metodologis, dan juga konsisten untuk mengungkap kebenaran.

Apabila penelitian yang dilakukan prosesnya tidak tepat, maka hasilnya tidak dapat dipertanggungjawabkan. Agar memahami lebih jauh mengenai apa saja jenis-jenis penelitian tersebut, berikut ini Liputan6.com telah merangkum dari berbagai sumber, Selasa (18/5/2021).

Jenis-jenis Penelitian

Ilustrasi buku penelitian. (trivia)
Ilustrasi buku penelitian. (trivia)

Untuk melakukan sebuah penelitian, terdapat jenis-jenis penelitian yang dapat Anda pilih. Berikut penjelasan selengkapnya :

1. Jenis Penelitian Kuantitatif

Jenis penelitian kuantitatif merupakan investigasi sistematis mengenai sebuah fenomena dengan mengumpulkan data yang dapat diukur menggunakan teknik statistik, matematika, atau komputasi. Penelitian kuantitatif banyak digunakan baik dalam ilmu alam maupun ilmu fisika. Adapun jenis yang terdapat dalam jenis-jenis penelitian kuantitatif adalah:

a. Penelitian Survei

Penelitian Survei adalah jenis penelitan yang dilakukan untuk mendapatkan subuah fakta ataupun data yang ada pada dilapangan. Tujuan dari penelitan ini ialah bisa berguna mendapatkan informasi yang tepat dan nyata.

b. Penelitian Eksperimen

Metode penelitian ini memiliki tujuan untuk meneliti pengaruh dari suatu perlakuan tertentu terhadap gejala suatu kelompok tertentu dibanding dengan kelompok lain yang menggunakan perlakuan berbeda. Contoh jenis penelitian Eksperimen adalah terletak pada karya ilmiah yang berjudul: Pengaruh “Pembelajaran Inkuiri” Terhadap Penguasaan Tatabahasa Mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris, FKIP-UNMUL.

2. Penelitian Kualitatif

Jenis penelitian kualitatif memiliki sifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis. Proses dan makna lebih ditonjolkan dalam jenis penelitian ini dengan landasan teori yang dimanfaatkan sebagai pemandu agar fokus penelitian sesuai dengan fakta di lapangan.

Berbeda dengan jenis penelitian kuantitatif, pada jenis penelitian ini, peneliti ikut serta dalam peristiwa atau kondisi yang diteliti. Untuk itu, hasil dari riset kualitatif memerlukan kedalaman analisis dari peneliti. Secara umum, penelitian kualitatif memperoleh data utama dari wawancara dan observasi. Adapun jenis-jenis penelitian kualitatif adalah:

a. Fenomenologi

Melalui penelitian ini, peneliti melakukan pengumpulan data dengan observasi partisipan untuk mengetahui fenomena esensial partisipan dalam pengalaman hidupnya.

b. Penelitian grounded theory

Peneliti bisa menggeneralisasi apa yang diamati atau dianalisis secara induktif, teori abstrak tentang proses, tindakan, atau interaksi berdasarkan pandangan partisipan yang diteliti.

c. Penelitian etnografi

Merupakan jenis penelitian kualitatif di mana peneliti melakukan studi terhadap budaya kelompok dalam kondisi yang alamiah melalui observasi dan wawancara.

d. Penelitian studi kasus

pemahaman yang mendalam mengenai alasan suatu fenomena atau kasus terjadi dan dapat menjadi dasar bagi riset selanjutnya. Jenis penelitian ini juga dapat digunakan untuk menghasilkan dan menguji hipotesis.

e. Penelitian narrative research

Peneliti melakukan studi terhadap satu orang individu atau lebih untuk mendapatkan data tentang sejarah perjalanan kehidupannya yang kemudian disusun menjadi laporan naratif kronologis.

Contoh jenis penelitian kualitatif:

a. Pemanfaatan Sampah Plastik dengan Karya Seni Kaligrafi di Masyarakat, Studi Kasus Desa Pandanrejo.

b. Kota Layak Difabel dan Pendidikan: Studi Kasus Pola Pergerakan Difabel dan Pendidikan di Lingkungan Kota Metro, Lampung.

c. Aktivitas City Branding Kota Bogor Dengan Program Bogor Berlari.

3. Penelitian Deskriptif

Penelitian deskriptif adalah penelitian dengan metode untuk menggambarkan suatu hasil penelitian. Sesuai dengan namanya, jenis penelitian deskriptif memiliki tujuan untuk memberikan deskripsi, penjelasan, juga validasi mengenai fenomena yang tengah diteliti.

Dalam menggunakan jenis penelitian deskriptif, masalah yang dirumuskan harus layak untuk diangkat, mengandung nilai ilmiah, dan tidak bersifat terlalu luas. Tujuannya pun tidak boleh terlalu luas dan menggunakan data yang bersifat fakta dan bukan opini. Adapun jenis-jenis penelitian deskriptif adalah sebagai berikut :

a. Penelitian Tindakan

Penelitian ini dilakukan setelah ada penelitian lain dan dilaksanakan dalam bentuk penelitian baru. Penelitian ini adalah jenis turunan dari penelitian terapan. Tujuan metode penelitian ini sebagai evaluasi pada sebuah keberhasilan, manfaat, kegunaan, sumbangan, serta kelayakan suatu program, produk, atau kegiatan tertentu, yang pada akhirnya bisa mendapatkan perbaikan agar hasilnya lebih baik.

b. Penelitian Kepustakaan

Penelitian ini semenjak awal dilaksanakan, hingga selesai hanya dilakukan di dalam perpustakaan. Penelitian ini membahas teori teori yang dikaji ulang.

c. Penelitian Komparatif

Penelitian ini berfungsi membandingkan dua perlakuan atau lebih dari suatu variable, atau beberapa variabel sekaligus. Tujuan metode penelitian ini untuk melihat perbedaan dua atau lebih situasi, peristiwa, kegiatan, atau program.

Perbandingan yang dilihat dari bagaimana seluruh unsur dalam komponen penelitian terkait antara satu sama lain. Perhitungan yang digunakan berupa persamaan dan perbedaan dalam perencanaan, pelaksanaan, serta faktor pendukung hasil. Yang ditekankan dari hasil penelitian ini, yaitu bagaimana unsur pembentuk hasil penelitian dapat menjadi latar belakang dari hasil penelitian tersebut.

Contoh jenis penelitian deskriptif umumnya memiliki pertanyaan yang berawal dari kata tanya “Apa”, seperti:

a. Apa yang Mendorong Munculnya Kedisiplinan di Tengah Pembatasan Sosial Berskala Besar?

b. Apa yang Mendorong Munculnya Kewirausahaan di Kalangan Siswa?

c. Apa Dampak Sosial dari Teknologi Nuklir di Indonesia?