Mengenal Kaki Diabetes, Gejala dan Penanganannya

Liputan6.com, Jakarta Diabetes melitus atau kencing manis merupakan salah satu penyakit yang paling ditakuti banyak orang di seluruh dunia. Di Indonesia saja, angka kejadian atau jumlahnya meningkat setiap tahun.

Berdasarkan data internasional diabetes (IDF) diketahui, ada sekitar 10 juta orang yang jadi penyandang diabetes di Indonesia. Dengan jumlah itu, Indonesia diperkirakan menempati peringkat ketujuh tertinggi di dunia.

Seseorang terkena diabetes melitus disebabkan karena kadar gula darah, kolesterol, dan tekanan darah yang tidak terkontrol. Akibatnya terjadi komplikasi ke organ atau bagian tubuh tertentu karena kurangnya pasokan aliran darah ke pembuluh darah tersebut.

Bagian kaki misalnya. Ini merupakan organ tubuh yang paling umum mengalami penyempitan pembuluh darah karena penimbunan lemak dan kerusakan saraf. Dalam dunia medis, kondisi itu dikenal dengan istilah diabetic food atau penyakit kaki diabetes.

Dengan berjalannya waktu, penderita diabetes akan mengalami kerusakan saraf yang mengakibatkan hilangnya sensitifitas pada kaki.

Lalu akan terjadi sumbatan yang menyebabkan nyeri. Infeksi karena luka cenderung sulit sembuh, bahkan bisa menyebabkan infeksi tulang dan abses. Gangren (kematian jaringan), perubahan bentuk kaki (charcot foot).

Kenali Gejalanya

Setiap orang memang akan mengalami gejala yang berbeda-beda. Namun gejala yang umum ditemukan dan patut diwaspadai seperti:

  • Hilangnya sensasi
  • Sering kesemutan
  • Bullae ( benjolan berisi cairan) atau luka yang tidak nyeri
  • Perubahan warna kulit
  • Perubahan pada suhu kulit
  • Luka yang tidak mau sembuh
  • Perubahan bentuk kaki

Jika infeksi terjadi pada kaki, maka Anda akan merasakan demam, mengigil, kadar gula darah tak terkontrol, dan syok.

Kapan Harus ke Dokter?

Dokter bedah vaskular dan endovaskular adalah tenaga ahli kedokteran yang tepat untuk Anda temui. Jadi Anda harus segera ke dokter, jika mengalami kondisi sebagai berikut:

  • Perubahan warna dan  suhu pada kaki
  • Luka yang tidak sembuh
  • Pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki
  • Nyeri dan atau kebiruan atau menghitam pada ujung ujung jari kaki
  • Tanda tanda infeksi

Dalam proses penatalaksaannya ada dua jenis. Pertama bedah yang meliputi membuang jaringan mati, stabilisasi kaki charcot, by pass pembuluh darah atau tindakan endovascular, dan amputasi.

Kedua prosedur non bedah yang meliputi perawatan luka tetap bersih dan tertutup, alat imobilisasi untuk mencegah kaki terkena trauma, dan obeservasi ketat terhadap gangrene pada jari.

Pencegahan

Faktanya diabetes masuk kategori penyakit yang tidak dapat disembuhkan, namun dapat dikendalikan. Oleh karena itu untuk mengendalikannya, Anda harus mengontrol kadar gula darah agar tubuh tak rentan terkena infeksi.

Cara mengontrolnya dengan mengonsumsi obat kencing manis, olahraga teratur, makan makanan sehat, menghindari merokok dan minuman beralkohol--dapat meningkatkan peluang Anda terhindar dari kaki diabetes.  Selain itu yang harus dipahami adalah bahwa penderita kencing manis adalah pasien yang membutuhkan kesadaran dan ketaatan untuk menjaga kadar gula darah seumur hidup.

Anda juga harus lebih berhati-hati dalam hal memilih sepatu, jika intensitas baal sering dirasakan pada bagian kaki. Ada baiknya Anda mncari bahan yang empuk dan hindari menempelkan koyo atau penghangat pada kaki karena dapat menyebabkan luka bakar.

Selain perubahan gaya hidup, Anda juga harus memeriksa kaki setiap hari, terutama jika merasa baal. Luka kecil sangat mudah tidak terlihat (tidak  dirasakan) dan ketika tak ditangani segera, dapat menyebabkan infeksi.

 

Dokter Spesialis Bedah Vaskular dan Endovaskular dari RS EMC, dr. Londung Brisman Sitorus., Sp.B(K)V.

Mencuci dan melembabkan kaki serta menghilangkan mata ikan dan kapalan dengan benar membantu melindungi kaki dari infeksi. Pengguntingan kuku kaki secara teratur, mengenakan sepatu dan kaus kaki sepanjang waktu, dan memastikan bahwa sepatu yang dipakai tidak terlalu sempit juga akan membuat perbedaan besar.

Jika mengalami gejala seperti yang diulas di artikel ini atau ingin mengendalikan diabetes melitus dengan tepat, Anda dapat berkonsultasi ke RS EMC Tangerang dan menemui Dokter Spesialis Bedah Vaskular dan Endovaskular, dr. Londung Brisman Sitorus., Sp.B(K)V. Konsultasikan segera masalah kaki diabetes dengan jadwal praktek setiap Senin sampai Sabtu, pukul 09.00-13.00 WIB.

 

 

(*)