Mengenal Kanker Prostat yang Diidap Kak Seto, Penyebab, Gejala, dan Perawatannya

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta Psikolog anak Seto Mulyadi atau yang lebih dikenal sebagai Kak Seto mengabarkan dirinya tengah berjuang melawan kanker prostat. Hal ini ia sampaikan di akun Instagramnya @kaksetosahabatanak. Kak Seto mengabarkan dirinya sudah berada di rumah sakit sejak Jumat, 12 Februari 2021 dan akan menjalani operasi biopsi prostat pada Sabtu 13 Februari 2021.

Kanker prostat merupakan salah satu kanker yang berisiko dialami pria. Menurut data Kemenkes 2019, di RS Kanker Dharmais per 2018, kanker prostat menduduki posisi ke empat proporsi kasus kanker pada laki-laki. Kanker prostat juga termasuk salah satu kasus kanker terbesar di dunia.

Kanker prostat dimulai di kelenjar prostat yang berada di antara penis dan kandung kemih. Jenis kanker ini sebenarnya sangat dapat diobati pada tahap awal. Kanker prostat biasanya menyerang pria paruh baya atau lebih tua. Sekitar 60 persen kasus kanker prostat terjadi pada pria yang lebih tua.

Seperti apa sebenarnya kanker prostat, apa penyebab, gejala, dan faktor risikonya? Kenali kanker prostat dari ulasan Liputan6.com Minggu (14/2/2021) berikut ini.

Fungsi prostat

(Sumber: iStockphoto)
(Sumber: iStockphoto)

Prostat adalah kelenjar kecil yang ditemukan di perut bagian bawah pria. Ia terletak di bawah kandung kemih dan mengelilingi uretra. Prostat menghasilkan cairan mani yang memberi makan dan mengangkut sperma. Air mani adalah zat yang mengandung sperma yang keluar dari uretra saat ejakulasi.

Selain memproduksi air mani, prostat mengeluarkan antigen spesifik prostat (PSA), protein yang membantu air mani mempertahankan keadaan cairnya. Prostat juga membantu kontrol urin. Ketika pertumbuhan sel yang tidak normal dan ganas (tumor) terbentuk di prostat, ia disebut kanker prostat.

Penyebab kanker prostat

(Sumber: iStockphoto)
(Sumber: iStockphoto)

Kanker prostat dimulai ketika sel-sel di prostat mengembangkan perubahan dalam DNA mereka. Perubahan tersebut memberi tahu sel untuk tumbuh dan membelah lebih cepat daripada sel normal. Sel abnormal yang terakumulasi membentuk tumor yang dapat tumbuh untuk menyerang jaringan di sekitarnya.

Sel kanker atau prakanker di kelenjar prostat disebut prostatic intraepithelial neoplasia (PIN). Hampir 50% dari semua pria di atas usia 50 tahun memiliki PIN. Pada awalnya, perubahannya akan lambat, dan selnya tidak akan menjadi kanker. Namun, mereka bisa menjadi kanker seiring berjalannya waktu.

Faktor risiko kanker prostat

Kanker Prostat / Sumber: iStockphoto
Kanker Prostat / Sumber: iStockphoto

Para ahli tidak tahu persis mengapa kanker prostat terjadi, tetapi faktor risiko tertentu membuatnya lebih mungkin terjadi:

Usia

Pria memiliki risiko kanker prostat yang meningkat seiring bertambahnya usia. Ini paling umum terjadi setelah usia 50 tahun.

Ras

Untuk alasan yang belum ditentukan, orang kulit hitam memiliki risiko lebih besar terkena kanker prostat daripada orang dari ras lain. Pada orang kulit hitam, kanker prostat juga lebih cenderung menjadi agresif atau lanjut.

Riwayat keluarga

Jika kerabat sedarah, seperti orang tua, saudara kandung atau anak, telah didiagnosis menderita kanker prostat, risiko pria mungkin meningkat. Selain itu, jika ia memiliki riwayat keluarga dengan gen yang meningkatkan risiko kanker payudara (BRCA1 atau BRCA2) atau riwayat keluarga kanker payudara yang sangat kuat, risiko terkena kanker prostat mungkin lebih tinggi.

Obesitas

Orang yang mengalami obesitas mungkin memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker prostat. Pada orang dengan berat badan berlebih, kanker lebih cenderung menjadi lebih agresif dan lebih mungkin untuk kembali setelah perawatan awal.

Gejala kanker prostat

Ilustrasi . Sumber foto: unsplash.com/Giorgio Trovato.
Ilustrasi . Sumber foto: unsplash.com/Giorgio Trovato.

Kanker prostat mungkin tidak menimbulkan tanda atau gejala pada tahap awal. Tetapi skrining dapat mendeteksi perubahan yang dapat mengindikasikan kanker. Skrining melibatkan tes yang mengukur kadar PSA dalam darah.

Pada kasus kanker prostat stadium lanjut, seringkali menimbulkan gejala. Gejala kanker prostat dapat berupa masalah kencing, masalah seksual, serta nyeri dan mati rasa.

Masalah kencing

Masalah kencing adalah gejala umum karena prostat terletak di bawah kandung kemih, dan mengelilingi uretra. Jika tumor tumbuh di prostat, ia bisa menekan kandung kemih atau uretra dan menyebabkan masalah kemih.

Masalah kemih bisa meliputi sering perlu buang air kecil, aliran yang lebih lambat dari biasanya, dan pendarahan saat buang air kecil (hematuria).

Masalah seksual

Disfungsi ereksi mungkin merupakan gejala dari kanker prostat. Ini juga disebut impotensi, kondisi ini membuat pria tidak bisa mendapatkan dan mempertahankan ereksi. Darah di air mani setelah ejakulasi juga bisa menjadi gejala kanker prostat.

Nyeri dan mati rasa

Ketika kanker prostat bermetastasis, seringkali menyebar ke tulang. Ini dapat menyebabkan nyeri di area panggul, punggung, dan dada. Jika kanker menyebar ke sumsum tulang belakang, seseorang mungkin kehilangan rasa di kaki dan kandung kemih.

Perawatan kanker prostat

Ilustrasi rumah sakit/dok. Unsplash Insung Yoon
Ilustrasi rumah sakit/dok. Unsplash Insung Yoon

Kanker prostat cenderung bisa diobati pada tahap awal. Hanya 1 dari 41 penderita kanker prostat berisiko kematian. Skrining rutin memungkinkan dokter mendeteksi banyak kasus kanker prostat sebelum menyebar. Berikut perawatan kanker prostat sesuai tahapannya:

Kanker prostat stadium awal

Jika kanker yang ditemukan kecil dan terlokalisasi, dokter mungkin merekomendasikan menunggu atau memantau dengan waspada. Dokter juga bisa melakukan pembedahan dan terapi radiasi untuk meminimalkan risiko kanker berkembang.

Kanker prostat stadium lanjut

Saat kanker tumbuh, ia bisa menyebar ke seluruh tubuh. Jika menyebar, atau muncul kembali setelah remisi, pilihan pengobatan akan berubah. Pilihan perawatan kanker prostat stadium lanjut akan meliputi kemoterapi dan terapi hormonal.

Komplikasi yang bisa terjadi

Ilustrasi orang sakit (sumber: iStockphoto)
Ilustrasi orang sakit (sumber: iStockphoto)

Komplikasi kanker prostat dan perawatannya meliputi:

Kanker yang bermetastasis

Kanker prostat dapat menyebar ke organ terdekat, seperti kandung kemih, atau menyebar melalui aliran darah atau sistem limfatik ke tulang atau organ lain. Kanker prostat yang menyebar ke tulang dapat menyebabkan nyeri dan patah tulang. Setelah kanker prostat telah menyebar ke area lain di tubuh, kanker tersebut mungkin masih merespons pengobatan dan dapat dikontrol, tetapi tidak mungkin dapat disembuhkan.

Inkontinensia

Baik kanker prostat maupun pengobatannya dapat menyebabkan inkontinensia urin. Ini menyebabkan kurangnya kontrol atas buang air kecil atau buang air besar.

Disfungsi ereksi

Disfungsi ereksi dapat terjadi akibat kanker prostat atau pengobatannya, termasuk pembedahan, radiasi, atau perawatan hormon.