Mengenal Klasifikasi Kasus Hepatitis Akut

Merdeka.com - Merdeka.com - Kementerian Kesehatan mencatat tiga pasien anak meninggal dunia dengan dugaan Hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya. Tiga kasus ini masuk kategori 'pending classification'.

"Belum (terkonfirmasi Hepatitis akut) karena masih ada dua pemeriksaan belum selesai. Kita masukkan ke pending klasifikasi," kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmidzi, Sabtu (7/5).

Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan, WHO membagi definisi kasus Hepatitis akut menjadi tiga. Ditambah satu catatan khusus.

Pertama, kasus terkonfirmasi (confirmed) yang secara jelas belum ada definisinya. Definisi kasus terkonfirmasi belum ada karena sampai sekarang dunia belum tahu pasti penyebab Hepatitis akut.

Kini, dunia membutuhkan penelitian terhadap lima aspek untuk menentukan definisi Hepatitis akut. Rincian aspeknya yakni apakah mungkin ada perubahan pada adenovirusnya. Kemudian, apakah ada virus-virus lain yang juga bersama-sama berperan menimbulkan penyakit.

Soal faktor lain seperti toksin, pencemaran makanan atau aspek lingkungan. Lalu soal kemungkinan ada hal tertentu pada pasien yang terkena penyakit ini. Aspek terakhir, apakah mungkin adanya peningkatan kerentanan kepekaan anak-anak sesudah relatif rendahnya sirkulasi adenovirus selama pandemi Covid-19.

Definisi kasus Hepatitis akut kedua adalah probable. Probable dimaknai sebagai pasien yang menunjukkan gejala penyakit hepatitis akut (tanpa adanya virus hepatitis A sampai E) dengan kadar serum transaminase >500 IU/L (AST atau ALT) yang berumur di bawah 16 tahun.

Definisi ketiga yaitu Epi-linked atau ada hubungan epidemiologik. Kasus yang masuk kategori Epi-linked menunjukkan gejala penyakit Hepatitis akut (tanpa adanya virus hepatitis A sampai E), umur berapa saja, yang punya kontak erat/langsung (close contact) dengan kasus probable.

Selain ke tiga klasifikasi tersebut, WHO memberi catatan khusus. Jika pasien ada gejala dan keluhan sesuai Hepatitis tetapi hasil laboratorium serologi untuk mendeteksi virus A sampai E belum ada dan masih menunggu, maka dapat disebut sebagai pending classification.

"Jadi, kalau tiga kasus Hepatitis akut berat kita yang meninggal dunia itu belum dilaporkan ada tidaknya hasil laboratorium virus Hepatitisnya dari A sampai E, sementara ini mungkin dapat dikelompokkan sebagai pending classification. Begitu juga kalau ada laporan-laporan Hepatitis akut berat pada anak di daerah lain di Indonesia," katanya.

3 Anak Meninggal dengan Dugaan Hepatitis Akut

Kementerian Kesehatan melaporkan tiga pasien anak yang dirawat di RSUPN Dr. Ciptomangunkusumo Jakarta meninggal dunia dengan dugaan Hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya. Fatalitas terjadi dalam kurun waktu yang berbeda dengan rentang dua minggu terakhir hingga 30 April 2022.

Ketiga pasien ini merupakan rujukan dari rumah sakit yang berada di Jakarta Timur dan Jakarta Barat. Gejala yang ditemukan pada pasien-pasien ini adalah mual, muntah, diare berat, demam, kuning, kejang dan penurunan kesadaran.

Kementerian Kesehatan sedang berupaya untuk melakukan investigasi penyebab kejadian hepatitis akut ini melalui pemeriksaan panel virus secara lengkap. Dinas kesehatan Provinsi DKI Jakarta juga sedang melakukan penyelidikan epidemiologi lebih lanjut.

"Selama masa investigasi, kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan tetap tenang," kata Nadia. [noe]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel