Mengenal Konsep TOD Makin Marak Dibangun di Perkotaan

Merdeka.com - Merdeka.com - Pemerintah terus berupaya untuk menyediakan rumah sebagai kebutuhan pokok, di samping sandang dan pangan, bagi masyarakat Indonesia melalui Program Satu Juta Rumah (PSR).

Salah satunya dengan terus mendorong pembangunan hunian vertikal di kawasan perkotaan sehingga para generasi milenial dapat memiliki hunian pertama yang sehat, berkualitas, nyaman dan dengan harga yang terjangkau melalui berbagai fasilitas pembiayaan dari pemerintah.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendorong pembangunan hunian vertikal sebagai bagian dari konsep Transit Oriented Development (TOD) yakni kawasan yang terintegrasi dengan simpul transportasi umum.

Pembangunan hunian vertikal dilakukan secara terintegrasi dengan stasiun kereta. Untuk selanjutnya pembangunan hunian berkonsep TOD juga akan dilakukan pada kawasan terminal bus.

Transit Oriented Development (TOD) merupakan konsep pembangunan wilayah yang berfokus pada integrasi jaringan angkutan umum massal. Konsep TOD saat ini juga berkembang pesat di Jakarta serta beberapa kota besar lainnya. Terlebih pemerintah sedang menggenjot pembangunan LRT, MRT, Commuterline.

Kini Pengembangan kawasan TOD, tidak hanya didominasi pengembang Badan Usaha milik Negera, tapi juga melibatkan pihak swasta. Kolaborasi antar pengembang swasta dengan anak perusahaan BUMN tentunya akan memperkuat konsep TOD.

Pembangunan hunian berkonsep TOD kini semakin masif. Salah satunya yang dibangun PT Diamond Citra Propertindo Tbk, melalui anak usahanya dan PT KAI Properti (salah satu anak usaha PT KAI) menjalin kerja sama strategic partnership mengembangkan kawasan TOD stasiun Kemayoran, Jakarta.

Presiden Komisaris PT Diamond Citra Propertindo Tbk, Adam Bilfaqih menyatakan apresiasi dan terima kasihnya atas kepercayaan KAI Group dengan memilih Dimondland Development melalui anak usahanya sebagai mitra strategis.

"Dimondland Development sebagai pengembang sudah berkiprah selama 18 tahun di industri properti nasional, selalu berkomitmen memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia khususnya yang tinggal di Jabodetabek," ujar Adam di Jakarta, Jumat (9/9).

Pengembangan KAI Living

Melalui kerja sama ini, tambah Adam Bilfaqih, tentunya akan sangat bermanfaat bagi perusahaan dalam mengembangkan, mengelola dan mengantisipasi berbagai tantangan terkait pengelolaan properti berbasis TOD.

Direktur Utama KAI Properti, Yoseph Ibrahim mengatakan, kerja sama dengan Dimondland Development ini merupakan langkah awal dalam master plan pengembangan KAI Living, baik untuk karyawan KAI maupun masyarakat pada umumnya.

"Ini merupakan salah satu bentuk konkret KAI dalam menyediakan layanan dan fasilitas pendukung transportasi kepada publik. Kerja sama awal ini tentunya akan terus berkembang, terutama pada lokasi-lokasi yang dekat dengan stasiun kereta api, salah satunya pengembangan TOD di Stasiun Kemayoran," katanya.

Kawasan TOD Stasiun Kemayoran sendiri berada di lahan seluas 1.800,85 m2 tepat berada di jalan Garuda, Kecamatan Kemayoran Jakarta. Dimondland Development ikut terlibat dalam pembangunan dan pengembangan kawasan TOD tersebut yang terdiri dari bangunan komersil serta dilengkapi fasilitas pendukungnya.

“Kami ingin berkembang terus dan berharap kerja sama ini bisa memberi manfaat yang besar dan menjadi solusi dalam memenuhi kebutuhan ruang usaha dengan konsep yang sesuai kebutuhan masyarakat Indonesia, khususnya yang bekerja di Jakarta,” tutup Adam Bilfaqih. [idr]