Mengenal Lianne Tan, Pebulutangkis Blasteran yang Berdarah Indonesia dan Besar di Belgia

Bola.com, Jakarta - Indonesia Masters 2022 dimeriahkan kehadiran atlet blasteran yang membela Belgia, Lianne Tan. Sepanjang pertandingan, Lianne mendapat dukungan dari penonton yang memadati Istora Senayan, Rabu (8/6/2022).

Lianne Tan turun mewakili Belgia dari nomor tunggal putri. Atlet berusia 31 tahun itu mengaku senang bisa mendapatkan kesempatan bermain di Indonesia, negara yang sudah tak asing buatnya.

Lianne Tan memiliki darah keturunan Indonesia dari sang ayah. Sewaktu kecil, Lianne Tan juga sering berkunjung untuk liburan ke Tanah Air.

"Bapak saya orang Indonesia, lahir di Bandung dan mama orang Belgia. Saya lahir di Belgia dan besar di sana," kata Lianne Tan kepada Bola.com.

"Cuma waktu kecil sering ke Indonesia dan sewaktu libur sekolah latihan di klub Indonesia," ucap Lianne Tan.

Terinspirasi Ayah

Lianne Tan yang berusia sembilan tahun diatas Gregoria bukanlah lawan sembarangan. Keikutsertaannya pada Olimpiade kali ini merupakan yang ketiga bagi Tan sementara Gregoria melakoni debutnya di pesta olahraga empat tahunan tersebut. (Foto: AP/Dita Alangkara)
Lianne Tan yang berusia sembilan tahun diatas Gregoria bukanlah lawan sembarangan. Keikutsertaannya pada Olimpiade kali ini merupakan yang ketiga bagi Tan sementara Gregoria melakoni debutnya di pesta olahraga empat tahunan tersebut. (Foto: AP/Dita Alangkara)

Lianne Tan mengaku menyukai bulutangkis sejak masih kecil. Penyebabnya adalah karena sang ayah sering bermain bulutangkis sewaktu di Belgia.

Situasi itu membuat Lianne Tan pelan-pelan menyukai bulutangkis. Akhirnya, Lianne memilih jalan hidup sebagai atlet bulutangkis sejak 2008.

"Bapak saya main bulutangkis di Belgia, akan tetapi hanya untuk have fun doang. Gara-gara papah, saya dan kakak main bulutangkis," ucap Lianne Tan.

 

Mengidolai Mia Audina

Mantan pebulutangkis Indonesia yang kini berkewarganegaraan Belanda, Mia Audina. (Ingrum.net)
Mantan pebulutangkis Indonesia yang kini berkewarganegaraan Belanda, Mia Audina. (Ingrum.net)

Lianne Tan mengaku mengidolasi legenda tunggal putri Indonesia, Mia Audina. Lianne Tan suka dengan gaya permainan dari peraih medali perak Olimpiade 2004 itu.

Meski demikian, Lianne mengaku punya gaya permainan sendiri. Namun, dia tak menampik gaya permainannya terinpisrasi dari sang idola.

"Dulu waktu kecil saya idolanya Mia Audina. Saya senang melihat main dan style-nya dia. Namun, saya punya style sendiri," ujar Lianne Tan.

Tersingkir Lebih Dulu

Tunggal putri Belgia, Lianne Tan berusaha mengembalikan pukulan Gregoria Mariska dari Indonesia dalam pertandingan penyisihan Grup M cabang bulu tangkis Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sports Plaza, Tokyo, Rabu (28/7/2021). Mariska menang 21-11 dan 21-17. (AP Photo/Dita Alangkara)
Tunggal putri Belgia, Lianne Tan berusaha mengembalikan pukulan Gregoria Mariska dari Indonesia dalam pertandingan penyisihan Grup M cabang bulu tangkis Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sports Plaza, Tokyo, Rabu (28/7/2021). Mariska menang 21-11 dan 21-17. (AP Photo/Dita Alangkara)

Pecinta bulutangkis Indonesia tak bisa lagi menyaksikan penampilan Lianne Tan di Indonesia Masters 2022. Sang atlet sudah tersingkir lebih cepat.

Lianne Tan menyerah 17-21, 8-17 dari wakil Korea Selatan, Kim Ga-eun. Kekalahan ini terjadi hanya dalam waktu 31 menit.

"Ya, sangat disayangkan sih," ujar Lianne Tan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel