Mengenal Makna Kata dalam Bahasa Indonesia, Beserta Jenis dan Contohnya

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta Makna kata dalam bahasa Indonesia merupakan hubungan antara ujaran dengan arti dari sebuah kata. Makna kata juga dapat diartikan sebagai maksud yang terkandung dari sebuah kata baik itu dalam berntuk kalimat maupun paragraf.

Pada dasarnya, suatu kata saling berkaitan dengan bendanya. Apabila suatu kata tidak dapat dihubungkan dengan benda, peristiwa, atau keadaan tertentu, maka kata tersebut tidak memiliki makna.

Makna kata dapat dipelajari secara khusus melalui studi linguistik, yakni penelitian semantik. Penelitian tersebut membahas tentang arti, asal-usul, perkembangan penggunaan, dan perubahan arti kata.

Berikut ini penjelasan mengenai makna kata beserta jenis-jenis dan contohnya yang telah dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Kamis (4/11/2021).

Mengenal Makna Kata

Saat mempelajari bahasa asing, kita akan membutuhkan bantuan kamus untuk mengetahui arti dan makna kata. Namun tanpa disadari, terkadang kita juga membutuhkan bantuan kamus atau pengetahuan lebih untuk mengerti suatu makna kata atau kalimat dalam bahasa Indonesia.

Pasalnya, makna kata dalam bahasa Indonesia tak sebatas yang tertulis dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Dalam penggunaannya di keseharian, satu kata bisa mempunyai beberapa makna, tergantung pada konteksnya. Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa maksud dari makna kata dalam bahasa Indonesia adalah arti yang terkandung serta tersimpul dari sebuah kata tersebut.

Jenis-Jenis Makna Kata dan Contohnya

Ilustrasi mengetik. /Copyright unsplash.com
Ilustrasi mengetik. /Copyright unsplash.com

Secara umum, makna kata terbagi menjadi beberapa jenis. Berikut jenis-jenis makna kata beserta contohnya, yaitu :

1. Makna Leksikal

Istilah leksikal berasal dari kata leksikon yang artinya kamus. Makna leksikal diartikan sebagai makna yang terdapat di dalam kamus atau mengikuti tulisan kamus. Contohnya:

a. Doa artinya permohonan (harapan, permintaan, pujian).

b. Kursi artinya tempat duduk berkaki empat dan bersandaran.

2. Makna Gramatikal

Makna gramatikal merupakan makna kata yang timbul karena proses tata Bahasa Indonesia atau gramatika. Misalnya, proses afiksasi, reduplikasi, atau komposisi. Contohnya:

a. Kata lapang artinya luas atau lebar. Saat kata lapang diletakkan pada kalimat "Saya harus berlapang dada dalam menghadapi masalah", makna gramatikal kata lapang berubah menjadi bersabar.

3. Makna Konotatif

Makna konotatif adalah makna yang mengandung nilai emosi tertentu. Sehingga, makna tersebut menjadi kiasan yang bisa berisi nilai, sikap sosial, atau perspektif tertentu. Contohnya:

a. Mereka berusaha berebut kursi pemilu. Kata kursi bukan berarti alas duduk berkaki empat, namun kursi adalah kiasan dari jabatan.

4. Makna Denotatif

Makna denotatif adalah makna yang mengandung arti atau pengertian yang sebenarnya. Makna ini mengacu pada kamus atau literatur lain. Biasanya, makna denotatif diterapkan dalam bahasa ilmiah. Contohnya:

a. Bunga itu sudah tumbuh di taman. Kata bunga mengandung arti sebenarnya, yakni bagian tumbuhan yang akan menjadi buah dan memiliki kelopak.

5. Makna Asosiatif

Makna asosiatif mencakup keseluruhan hubungan makna dengan nalar diluar bahasa. Ia berhubungan dengan masyarakat pemakai bahasa, pribadi memakai bahasa, perasaan pemakai bahasa, nilai-nilai masyarakat pemakai bahasa dan perkembangan kata sesuai kehendak pemakai bahasa. Makna asositif dibagi menjadi beberapa macam, seperti makna kolokatif, makna reflektif, makna stilistik, makna afektif, dan makna interpretatif. Berikut ini penjelasannya:

a. Makna Kolokatif

Makna kolokatif lebih berhubungan dengan penempatan makna dalam frase sebuah bahasa. Kata kaya dan miskin terbatas pada kelompok farase. Makna kolokatif adalah makna kata yang ditentukan oleh penggunaannya dalam kalimat. Kata yang bermakna kolokatif memiliki makna yang sebenarnya.

b. Makna Reflektif

Makna reflektif adalah makna yang mengandung satu makna konseptual dengan konseptual yang lain, dan cenderung kepada sesuatu yang bersifat sacral, suci atau tabu terlarang, kurang sopan, atau haram serta diperoleh berdasarkan pengalaman pribadi atau pengalaman sejarah.

c. Makna Stilistika

Makna stilistika adalah makna kata yang digunakan berdasarkan keadaan atau situasi dan lingkungan masyarakat pemakai bahasa itu. Sedangkan bahasa itu sendiri merupakan salah satu ciri pembeda utama dari mahluk lain didunia ini. Mengenai bahasa secara tidak langsung akan berbicara mempelajari kosa kata yang terdapat dalam bahasa yang digunakan pada waktu komunikasi itu.

d. Makna Afektif

Makna kata ini biasanya dipakai oleh pembicara berdasarkan perasaan yang digunakan dalam berbahasa.

e. Makna Interpretatif

Makna interpretatif adalah makna yang berhubungan dengan penafsiran dan tanggapan dari pembaca atau pendengar, menulis atau berbicara, membaca atau mendengarkan.

Jenis-Jenis Makna Kata dan Contohnya

Ilustrasi menulis. /Copyright unsplash.com/thought catalog
Ilustrasi menulis. /Copyright unsplash.com/thought catalog

6. Makna Referensial

Seperti yang kita tahu, kata referensi merujuk pada suatu hal yang menjadi acuan. Karenanya, makna kata referensial berarti makna kata yang menunjukkan referensi atau acuan suatu kata pada kondisi di kenyataan. Sebagai contoh kalimat kalimat langsung:

a. "Tadi saya bertemu dengan Rifa," kata Budi pada Joni.

Pada kalimat tersebut, kata "saya" mengacu pada Budi. Bandingkan dengan kalimat langsung berikut:

b. "Saya ingin sekali bisa berjumpa dan ngobrol dengan Budi," kata Joni.

Pada kalimat tersebut, kata "saya" mengacu pada Joni.

7. Makna Non-referensial

Berkebalikan dengan makna referensial, makna kata non-referensial merupakan kata yang tak mempunyai referensi atau acuan di kondisi nyata. Biasanya, kata-kata ini bisa berupa artikel, partikel, dan kata hubung. Contoh kata-kata dengan makna non-referensial yaitu 'dan', 'atau', 'serta', 'karena', 'maka', 'sebab', 'jika', 'sehingga', dan sebagainya.

8. Makna Kontekstual

Makna kata kontekstual merupakan makna dari sebuah kata yang muncul berdasarkan suatu konteks penggunaannya dalam suatu frasa atau kalimat. Sebagai contoh kata "kepala" pada frasa "kepala desa". Makna kata kepala dalam frasa tersebut akan berbeda dengan makna kata "kepala" secara leksikal. Berbeda juga dengan makna kata "kepala" dalam frasa lain seperti "kepala kereta", "kepala besar", dan sebagainya.

9. Makna Emotif

Selanjutnya, ada pula yang disebut dengan makna kata secara emotif. Secara umum, makna emotif adalah makna dalam kata atau frasa yang berkaitan dengan perasaan. Artinya, pemaknaan dari kata tersebut tergantung dengan emosi atau perasaan yang dirasakan seseorang saat mengucapkan atau menuliskan kata tersebut. Makna emotif biasa ditemukan dalam kata-kata sifat yang mewakili perasaan, seperti senang, sedih, susah, dan sebagainya. Atau bisa juga melalui kata kerja yang juga dapat menggambarkan emosi seseorang, seperti menangis, tertawa, menyesal, dan sebagainya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel