Mengenal Masjid Agung Xian di China yang Dikunjungi Gita Gutawa

Liputan6.com, Jakarta - Usai pulang kampung di Padang, Sumatera Barat, Gita Gutawa melanjutkan liburannya ke China. Ia mengunjungi sebuah masjid agung yang berada di sana. Dalam salah satu potret, Gita terlihat sedang berjalan di halaman masjid seluas enam ribu meter persegi itu.

"Yap, situs ini adalah Masjid! Masjid a.k.a. Dibangun awalnya untuk mengakomodasi pedagang Muslim selama era Silk Road. Masih merupakan tempat ibadah yang aktif, masjid Agung berdiri di pusat kota," tulis Gita Gutawa sebagai keterangan foto.

Masjid ini terletak di pusat kota, adalah yang terbesar dan salah satu tempat ibadah Islam paling penting di China. Pada 1985, masjid ini masuk dalam Daftar Warisan Islam UNESCO.

Melansir dari China Highlights, Rabu, 8 Januari 2020, masjid ini memiliki empat halaman. Halaman pertama, terdapat lengkungan kayu setinggi sembilan meter, dengan ubin berlapis glasir.

Tiga kamar berdiri di kedua sisi lengkungan, di mana sekarang ditampilkan beberapa furnitur yang diawetkan dari Dinasti Ming dan Qing.

Di tengah halaman kedua berdiri lengkungan batu tugu peringatan. Di atas prasasti itu terdapat tulisan-tulisan kaligrafi terkenal dari para kaligrafer kuno terkemuka.

Di pintu masuk ke halaman ketiga adalah aula yang berisi banyak tugu peringatan dari zaman kuno. Di tengah halaman adalah Menara Xingxin, di mana pengunjung masjid dapat datang untuk beribadah. Sementara itu, halaman keempat berisi ruang besar yang dapat menampung lebih dari seribu jemaah.

Terracotta Army

Gita Gutawa potret bersama keluarga di Terracotta Army di Xian, China (Dok.Instagram/@gitagut/https://www.instagram.com/p/B6-c_VqFXEO/Komarudin)

Sebelumnya, Gita Gutawa membagikan potret saat berada di Terracotta Army di Xian. Di sana, perempuan kelahiran 11 Agustus 1993 ini mengunggah patung-patung terakota yang berasal dua ribu tahun yang lalu yang dibangun untuk menemani makam kaisar pertama Tiongkok dan pendiri Dinasti Qin, Qin Shi Huang.

"Ada ribuan figur yang hidup dan seukuran ini, bervariasi dalam fitur wajah dan tinggi badan, serta seragam dan gaya rambut sesuai dengan peringkat mereka," jelas Gita.

Patung-patung tersebut dikubur di bawah tanah setelah jatuhnya dinasti Qin dan kemudian ditemukan kembali pada 1974 oleh sekelompok petani yang berusaha mengebor sumur.

Gita Gutawa menyempatkan potret di tempat tersebut bersama dengan keluarganya di tempat tersebut. Mereka sangat menikmati liburan di China.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: