Mengenal Masjid Kemayoran Surabaya, Dibangun di Atas Lahan Mayor Belanda

Liputan6.com, Jakarta - Mendengar kata Kemayoran, mungkin terbayang dalam pikiran yaitu suatu wilayah di DKI Jakarta. Tak hanya di Jakarta, kata Kemayoran juga bisa terdengar di Surabaya, Jawa Timur. Kata Kemayoran itu tersemat sebagai nama masjid di Surabaya, Jawa Timur.

Kota Pahlawan ini kaya nilai sejarah mulai dari bangunan, museum, jalan, dan termasuk tempat ibadahnya. Nah Masjid Kemayoran ini juga termasuk salah satu memiliki nilai sejarah. Masjid yang berada di Jalan Indrapura Nomor 2, Surabaya ini pernah menjadi masjid terbesar pertama di Surabaya hingga 1905. Demikian mengutip berbagai sumber, Kamis (5/12/2019).

Melansir dari situs Facebook Surabaya Historical, masjid ini dibangun di atas lahan milik seorang Mayor Angkatan Darat Pemerintah Hinda Belanda. Masjid ini pun disebut dengan nama Kemayoran. Kabarnya masjid ini awal berdiri di Jalan Tembaan Surabaya, dan dibangun oleh pemerintah Belanda pada 1772. Kemudian dipindahkan ke Jalan Indrapura pada 1932.

Dari hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa Masjid Kemayoran merupakan masjid yang dibangun oleh Pemerintahan Belanda pada 1772 sebelum dipindahkan ke Jalan Indrapura pada 1932. Hal tersebut dibenarkan oeh K.H. Muhammad Abdul Bari selaku Ketua I dan H. Achmad Yusa selaku Sekretaris Masjid Kemayoran Surabaya. Demikian mengutip dari dokumen Universitas Airlangga.

Masjid ini mempunyai gaya arsitektur khas Tionghoa. Masjid Kemayoran mempunyai satu menara sebagai tempat untuk muadzin mengumandangkan adzan. Jika dilihat dari luar, bentuk dari Masjid Kemayoran adalah setengah lingkaran. Namun, sebenarnya Masjid Kemayoran ini mempunyai bentuk segi 8 bila dilihat dari dalam area utama Masjid Kemayoran.

 

Alami Beberapa Kali Pemugaran

Ilustrasi Masjid (Istimewa)

Masjid ini sempat alami beberapa kali renovasi baik perluasan dan pemugaran. Pemugaran dilakukan dengan tetap pada bentuk aslinya pada 1848. Pemugaran di kubah kerucut seperti tampak pada relief di taman depan masjid.

Kemudian pada 1934 juga memperluas dan memugarkan masjid tetapi kubah masih tetap berbentuk kerucut. Pada 31 Januari 1961, perombakan dan pemugaran dilakukan dengan bahan dari aluminium berbentuk setengah lingkaran bola.

Pada 1969, perluasan telah selesai dan terlihat saat ini. Bangunan tersebut berpagar sepanjang jalan dari masjid hinga sebelah timur. Kemudian diadakan pemugaran kubah pada 1985 dengan penggantian konstruksi dan pelapisan kubah dengan serat kaca berwarna hijau.

Pemugaran ini diikuti dengan renovasi interior ruang utama masjid. Pada 12 Agustus 1995 diadakan peresmian pemugaran pintu gerbang Masjid Kemayoran Surabaya yang bentuk bangunannya disesuaikan dengan model eksterior pintu utama masjid sekarang.  

Masjid ini pun diresmikan menjadi bangunan Cagar Budaya sesuai SK Walikota Nomor: 188.45/25/402.1.04/1996 pada 26 September 1996 Nomor urut 33, Pemerintah Kota Surabaya Tahun 2015.

 

(Shafa Tasha Fadillah-Mahasiswa PNJ)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini