Mengenal Mesin "Boxer"

Ghiboo.com - Porsche Boxster S berhadapan dengan Toyota 86. Tidak sekelas memang. Baik dari segi harga, performa, mau pun utilitas.


Sebelum Anda dan para public relations masing-masing merek ini protes, kami tegaskan ini bukan komparasi head to head', tapi ini lebih kepada memperkenalkan mesin flat yang diusung oleh kedua mobil ini.


Yang pasti, keduanya sangat menyenangkan untuk dikendarai. Merek yang Anda lihat di sini adalah langganan tetap dalam menggunakan mesin flat. Porsche sejak awal hingga sekarang konsisten dalam menggunakannya, dan terus mengembangkan mesin yang "tidak lazim" ini.


Toyota 86, memiliki cap Subaru di sekujur tubuhnya, terutama mesin. Dan Subaru adalah satu-satunya merek Jepang yang juga konsisten menggunakan mesin berkonfigurasi flat. Belum lagi Toyota juga pernah menggunakan mesin flat untuk Toyota Sport 800 di era 1960an, meskipun sekarang tidak lagi.


Jadi, di dunia saat ini, hanya dua merek inilah yang piawai dalam mengembangkan mesin yang juga disebut sebagai mesin 'horizontally opposed engine'.


Ini mungkin bukan sebuah tipe mesin yang populer di dunia otomotif, khususnya di Indonesia. Mesin 'tidur' tersebut kalah populer dengan mesin berkonfigurasi inline (segaris) dan V (V6, V8, V10, dan sebagai nya). Tapi, di kalangan penggemar otomotif, mesin ini adalah salah satu mesin terbaik berkat konfigurasi silinder yang 'tidur' tadi, bahkan inilah salah tipe mesin dengan pembakaran dalam (internal combustion engine) tertua di dunia.


Disebut tidur karena silinder dan piston berada dalam posisi horisontal, bukan tegak layaknya mesin yang bisa Anda temui di kebanyakan mobil yang beredar, atau miring sekian derajat pada mesin V. Pergerakan piston dalam menghasilkan kompresi adalah menyamping ke kiri dan ke kanan, bukan ke atas dan ke bawah. Layaknya petinju yang sedang bertinju.


Karena itulah, beberapa kalangan menyebutnya sebagai mesin boxer, seperti Subaru. Subaru percaya diri menamakan demikian, karena memang komponen mesinnya agak berbeda dengan mesin flat yang digunakan Porsche, terutama di bagian crankpin (dudukan piston di kruk as), meskipun cara kerjanya sama saja.


Selain itu, karena jumlah silinder yang kurang dari enam, mesin Subaru memiliki karakteristik yang berbeda dari mesin flat Porsche, yang biasanya berkonfigurasi flat-6 (enam silinder).


Dengan posisi silinder sedemikian rupa, mesin flat memungkinkan sebuah mobil untuk mendapatkan titik gravitasi yang rendah dan memberikan andil besar terhadap kestabilan mobil, karena mesin (piston) tidak berdiri vertikal.


Untung Rugi


Seperti yang disebutkan tadi, Porsche telah berpengalaman selama berpuluh tahun dalam membuat dan mengembangkan mesin flat. Jika ditarik ke belakang, salah satu buah tangan Ferdinand Porsche yang sukses adalah VW Type 1 (Beetle), yang menggunakan mesin flat berpendingin udara.


Seiring berjalannya waktu, Porsche terus mengembangkan mesin ini untuk mobil sport mereka. Hingga hadir di Boxster S terbaru, dengan mesin 3,2 liter flat-6. Tenaga puncaknya mencapai 315 hp pada 6.700 rpm, dan torsi maksimumnya adalah 360 Nm pada 5.800 rpm.


Salah satu kekurangan mesin model ini terletak pada bunyi yang dihasilkan. Mesin flat memiliki tingkat kebisingan yang lebih tinggi ketimbang mesin berkonfigurasi lainnya, demikian juga pada Porsche yang menganut bentuk 'open top' ini. Namun, insinyur Porsche sukses membuat mesin ini senyap saat didengar dari dalam kabin.


Yang jelas terdengar malah turbulensi udara di sekitar belakang atap lipatnya saat mobil melaju cepat. Kualitas peredaman kabin membuat karakter suara mesin flat-6 menjadi terdengar sangat menyenangkan. Belum lagi dikombinasikan dengan suara knalpot yang membangkitkan adrenalin, terutama saat menggunakan mode pengendaraan Sport plus.


Namun, hal tersebut sedikit berbeda saat mesin didengar dari luar dalam keadaan idle. Mesin Flat-6 (enam silinder) yang diletakkan di antara as roda belakang dan kabin ini terdengar berdetik, meskipun masih dalam batas wajar.


Sedangkan pada Toyota 86, kami agak terkejut karena mesin 2,0 liter boxer terdengar senyap saat idle, baik dari dalam kabin atau dari luar. Memang, keduanya sama-sama bermesin flat, tapi Subaru/Toyota menyematkan mesin flat-4 alias 4-silinder.


Kami memperkirakan inilah penyebab utama mesin Toyota 86 lebih senyap. Suara mesin yang dibekali injeksi canggih dari Toyota baru muncul saat mobil berjalan, bahkan saat putaran mesin di kisaran 1.500 rpm. Tekan pedal akselerator dalam-dalam secara halus, maka dengarkan dan rasakan mesin 86 menghantarkan daya dengan sangat baik ke roda belakang.


Meskipun suara knalpot sangat dominan di mobil ini, suara khas mesin bisa terdengar. Dan ya, adrenalin akan segera terpacu. Menurut sebagian pecinta dunia permobilan, mesin flat adalah mesin yang boros, meskipun hal tersebut masih menjadi perdebatan.


Keseimbangan


Porsche meletakkan mesin Boxster di tengah, sedangkan Toyota 86 memiliki mesin di moncong. Apakah pengendalian terpengaruh? Jawabannya adalah ya.


Karena distribusi bobot yang berbeda. Dan keduanya memang memiliki pengendalian yang sangat mumpuni berkat konfigurasi chassis dan beragam teknologi pengendalian yang dibawanya.


Terlepas dari peletakan mesin, atau teknologi pembantu pengendalian, seperti dikatakan tadi, mesin flat/boxer memiliki keseimbangan yang sangat bagus sehingga memungkinakan mobil memiliki titik center of gravity yang rendah.


Hal ini dicapai karena dua piston yang bergerak horisontal saling menjauh mampu bersinergi mencapai top dead center (titik terjauh piston dari crankshaft). Akibatnya, mesin selalu memiliki pembagian bobot yang merata.


Ini jugalah yang membuat Porsche Boxster S dan Toyota 86 terasa memiliki getaran mesin yang minim. Itulah, sekelumit mesin flat. Sebuah mesin yang sebetulnya mumpuni untuk memberikan hal yang lebih daripada mesin konvensional.


Porsche Boxster S adalah satu dari sekian banyak Porsche yang dibekali mesin tidur yang berhak membuatnya menyandang gelar sport car mewah dengan performa mengagumkan.


Sedangkan Toyota, yang mengandalkan mesin dari Subaru, mampu membuat mobil yang hebat dalam hal pengendalian, dengan center of gravity yang rendah berkat digunakannya mesin flat/boxer.


Kalau Anda adalah orang yang berfikiran 'out of the box', mesin flat/boxer dengan segala kelebihannya adalah yang patut dicoba. Di Indonesia, Porsche, Subaru, dan Toyota memiliki line-up mobil bermesin unik ini.



Autocar Indonesia X-MMXII

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.