Mengenal Mesin Mivec, Jantung Penggerak Andalan dan Kunci di Balik Performa Mitsubishi

Liputan6.com, Jakarta - Setiap pabrikan, pasti memiliki kunci untuk membuat performa kendaraannya optimal. Salah satunya, adalah mesin dengan teknologi canggih dan dikembangkan sesuai dengan karakter, serta menciptakan DNA tersendiri di industri otomotif dunia.

Salah satunya, ada Mitsubishi Motors Corporation (MMC) yang memiliki mesin dengan teknologi Mivec (Mitsubishi Innovative Valve timing Electronic Control system), yang merupakan nama umum untuk semua mesin yang dilengkapi dengan mekanisme pengaturan valve-timing (waktu bukaan katup udara dalam mesin) yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan mesin secara otomatis.

Pabrikan berlambang tiga berlian ini, telah lama berfokus pada teknologi untuk mengatur valve timing dan besarnya bukaan katup udara dalam mesin (valve lift). Hal tersebut, bertujuan untuk mampu menghasilkan tenaga besar, konsumsi bahan bakar efisien, dan emisi gas buang yang rendah.

Mesin Mivec pertama kali digunakan pada 1992 di Mitsubishi Mirage, dan sejak itu jenama asal Jepang ini telah menambahkan sejumlah perangkat tambahan untuk menghasilkan kinerja yang lebih baik.

Mitsubishi kemudian terus mengembangkan mesin ini menjadi all new Mivec, yang mengendalikan intake valve timing (waktu bukaan katup udara masuk) dan besarnya valve lift pada waktu yang sama, sepanjang waktu.

"Mesin Mivec yang disematkan memiliki teknologi yang tidak hanya mengoptimalkan performa tenaga mesin, namun juga memperhitungkan tingkat konsumsi bahan bakar dan gas buang yang efisien sekaligus juga memperhatikan keberlangsungan lingkungan," ujar Guntur Harling, Group Head of Product Strategy Division PT MMKSI, dalam siaran pers yang diterima Liputan6.com, Jumat (5/6/2020).

Sejarah

Pada 2011, Mitsubishi Motors menyematkan mesin all new Mivec SOHC (Single Over Head Camshaft) untuk model Galant Fortis untuk pasar Jepang, dan Mitsubishi Sportback Galant Fortis.

Kinerja mesin telah lebih dikembangkan dengan menyesuaikan volume udara yang masuk melalui mekanisme pengaturan valve timing dan valve lift serta bukaan throttle valve.

Mesin jenis 4J1 model ini juga telah mengurangi konsumsi bahan bakar dengan peningkatan stabilitas pembakaran, melalui optimalisasi struktur ruang bakar dan pengurangan gesekan melalui optimalisasi struktur piston.

Mitsubishi Motors juga mengembangkan seri mesin MIVEC DOHC 16-valve Engine (4B1) yang menggunakan sistem Mivec yang secara kontinu dan optimal mengontrol valve timing & valve lift pada intake dan exhaust valve sesuai dengan putaran mesin.

Sistem ini menghasilkan performa mesin yang tinggi serta efisiensi bahan bakar, dan secara terus-menerus mengendalikan intake cam dan exhaust cam secara independen, menyediakan kombinasi output tenaga maksimal, efisiensi bahan bakar yang optimal, dan sangat ramah lingkungan dengan membuat kontrol katup yang lebih tepat sesuai dengan RPM dan beban engine pada sistem intake saja.

Mitsubishi Motors kemudian mengembangkan mesin 4B11 MIVEC Twin-Scroll Turbo Engine. Mesin ini memiliki keunggulan lebih lanjut dengan peningkatan respons jauh dibandingkan dengan model 4G63 konvensional.

Output maksimumnya adalah 221kW (300PS) / 6,500rpm dan torsi maksimumnya adalah 422Nm (43,0kgf ・ m) / 3,500rpm (untuk pasar Jepang).

Mitsubishi Motors merancangnya untuk menghasilkan torsi tinggi dari rentang kecepatan yang lebih rendah. Mesin jenis ini dapat mencapai performa tenaga yang luar biasa, termasuk perbaikan gear ratio pada drive train.

Mesin Mivec Untuk Indonesia

Tampilan mobil Mistubishi Xpander usai perakitan di Cikarang, Jawa Barat, Selasa (3/10). Kendaraan model MPV ini dirancang seiring meningkatnya permintaan konsumen Indonesia terhadap kendaraan berkualitas tinggi. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Teknologi Mivec juga disematkan pada kendaraan penumpang Mitsubishi Motors yang dipasarkan di Indonesia saat ini. Seperti halnya model flagship Small MPV Mitsubishi Motors, Xpander yang dibekali unit berkode 4A91 MIVEC 1.5L DOHC 16 Valve yang memiliki tenaga hingga 104PS/6,000rpm dengan torsi maksimum 141Nm/4,000rpm.

Dibekali mesin serupa dengan Xpander Cross juga memiliki tenaga maksimum dan torsi yang sama, namun dengan kombinasi mesin dan suspensi yang memiliki katup peredam guncangan sehingga dapat memberikan kenyamanan berkendara di berbagai medan.

Berbeda dengan Xpander, Outlander Sport disematkan mesin 4B11 16 Valve Mivec DOHC berkapasitas 2,000 cc yang mampu menghasilkan tenaga maksimum hingga 150PS/ 6,000rpm juga torsi maksimum 20.1 (197 Nm) / 4,200rpm.