Mengenal Metaverse, Era Kehidupan Baru Tawarkan Ragam Peluang

Merdeka.com - Merdeka.com - Masyarakat Indonesia dinilai masih kerap salah mengartikan makna metaverse yang kini tengah menjadi tren. Masyarakat sering kali menyebut segala jenis game berbasis blockchain sebagai metaverse.

Pengusaha yang juga berkecimpung di dunia pengembangan blockchain, Reiner Rahardja mengatakan, Metaverse yang sejati hanya akan terjadi jika memiliki penerapan ekosistem dan ekonomi independen didalamnya.

"Metaverse sederhananya adalah sebuah dunia baru yang melampaui asas ruang dan waktu fisik dan menjadi opsi hidup kedua bagi setiap insan untuk menjalani kehidupannya dengan serius," ujarnya di Jakarta.

Ketika metaverse itu nanti sudah jadi, masyarakat dapat memulai hidup baru didalamnya. Bahkan memindahkan mata pencaharian dan kehidupan sosial sepenuhnya dalam metaverse.

Migrasi Manusia ke Metaverse Sebelum 2027

ke metaverse sebelum 2027
ke metaverse sebelum 2027.jpeg

Menariknya dari aspek blockchain adalah ketika metaverse itu tidak lagi menggunakan mata uang dunia dan segala bisnis serta aktifitas perekonomian didalamnya sama sekali terpisah dari roda perekonomian universe normal.

Dikarenakan sifat blockchain adalah desentralisasi sehingga pengaturan dari rakyat untuk rakyat melalui system voting blockchain. "Bayangkan jika kripto sudah fully alive dalam metaverse, akan menjadi kuda hitam dalam perubahan masal pola hidup manusia," jelasnya.

Reiner melanjutkan, saat metaverse muncul dan co-exist dengan universe saat ini, akan memberikan pilihan hidup lebih luas. Melanjutkan sepak terjang di dunia nyata atau memulai kehidupan baru dengan pergaulan dan peluang-peluang baru di dalam metaverse.

"Saya rasa sebelum tahun 2027 pun manusia sudah banyak yang migrasi ke metaverse karena sudah ada metaverse yang dapat memfasilitasi hidup baru tersebut secara holistik," pungkas Reiner. [hrs]