Mengenal Momentum Halving Day di Pasar Kripto

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Setiap empat tahun sekali, pasar kripto menemui fenomena yang disebut Halving Day Bitcoin. Head of Research/Portfolio Manager Ashmore Asset Management, Herman Koeswanto CFA menuturkan, bitcoin halving adalah kondisi ketika imbalan bagi penambang Bitcoin (block reward) berkurang setengah setelah selesai menambang 210.000 blok.

Halving dilakukan untuk mengurangi laju penambahan koin baru dan menurunkan pasokan BTC yang beredar demi menjaga tingkat inflasi. Herman mengatakan, pada prinsipnya, fenomena ini berbanding terbalik dengan prinsip mata uang fiat.

"Jadi ini terbalik dengan fiat currency. Kalau fiat currency, dicetak makin banyak, lama-lama valuenya menurun. Kalau Bitcoin, makin lama makin sedikit jumlahnya, marketnya yang akan adjust dengan harga yang makin tinggi. Ini yang menarik,” kata dia dalam diskusi virtual, Rabu (29/9/2021).

Dia menuturkan, fenomena ini penting untuk dicermati karena berkaitan dengan nilai dari bitcoin itu sendiri. Sebagai gambaran, Herman mengatakan cara kerjanya sama seperti emas. Pada event tersebut, supply bitcoin akan berkurang hingga 50 persen dan berpotensi mendongkrak harga naik.

"Ini penting karena untuk menjaga value dari bitcoin itu sendiri, seperti menambang emas. Makin lama makin sulit untuk ditambang, maka bitcoin itu rewardnya akan mencapai 0 setelah 130 tahun dari awalnya Bitcoin berdiri di 2008,” ujar dia.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Pertama Terjadi pada 2012

Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital. Kredit: WorldSpectrum from Pixabay
Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital. Kredit: WorldSpectrum from Pixabay

Halving Day pertama terjadi 2012. Halving Day pertama membuat imbalan bagi penambang turun dari 50 menjadi 25 BTC. Kemudian pada Havling Day kedua pada 2016, reward turun menjadi hanya 12,5 BCT.

Seiring makin luasnya adopsi Bitcoin dan aset kripto sebagai sarana investasi, harga bitcoin kian melonjak bahkan sempat beberapa kali menyentuh All Time High (ATH).

Halving Day ketiga terjadi pada tahun lalu. Reward atau imbalan bagi miner berkurang dari 12,5 menjadi 6,25 BTC. Bertepatan dengan pandemi covid-19, harga bitcoin memang sempat turun lantaran kondisi ekonomi yang masih dalam ketidakpastian.

Namun, pada saat bersamaan, pemerintah di berbagai negara memberikan stimulus bagi warganya. Sehingga membuat bank sentral mencetak lebih banyak uang, menimbulkan inflasi dan penurunan daya beli. Pada kondisi tersebut, investasi Bitcoin dianggap sebagai safe haven karena nilainya yang tidak banyak berubah.

"Jadi setiap ada halving event, bitcoin akan mengalami kenaikan Setelah itu pemegang bitcoin yang besar-besar itu waktunya untuk jualan,” kata dia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel