Mengenal Motif Pertama Batik Cirebon dari Keratonan hingga Mega Mendung

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Cirebon - Ribuan hingga jutaan motif batik yang tercipta menjadi salah satu cara melestarikan warisan budaya tak benda yang ada di Indonesia termasuk Batik Cirebon.

Cirebon merupakan salah satu daerah yang memiliki warisan seni itu. Berbeda dengan di daerah perajin batik yang lain, Cirebon memiliki motif yang khas bahkan sudah mendunia yakni Mega Mendung.

Mega Mendung merupakan motif bergambar awan luas dengan pewarnaan gelap seperti awan mendung. Namun, tidak banyak yang tahu motif lain yang menjadi asal muasal Batik Cirebon.

Seperti disampaikan pemerhati Sejarah dan Budaya Cirebon Hilman mengatakan motif Batik Cirebon mulanya cenderung terinspirasi dari alam.

"Seperti Wadasan yang cenderung menginspirasi warga pesisir. Terinspirasi dari tumbuhan kalau di batik namanya motif kangkungan," ujar dia, Jumat (1/10/2021).

Tak hanya itu, Hilman menyebutkan, selain dari alam, inspirasi motif Batik Cirebon dari hewan hingga pusaka Cirebon. Dia menjelaskan, ciri khas batik Cirebon cenderung sesuai dengan kondisi alam dan teritorial wilayah warga, baik yang di daerah pesisir maupun pegunungan dan keraton. Cirebon memiliki dua bagian khas, yakni batik motif Kratonan dan batik Trusmi-an.

Hilman menuturkan, batik kratonan terinspirasi dari orang-orang keraton. Sebagian besar perajin Batik Cirebon membuat motif atas arahan dan inspirasi keraton.

Pelestarian

Motif lama batik-batik Cirebon (Liputan6.com/ Panji Prayitno)
Motif lama batik-batik Cirebon (Liputan6.com/ Panji Prayitno)

"Dulu banyak pembatik di Keraton Cirebon. Sejak tahun 1950 sudah tidak ada lagi pembatik di sana," ucap Hilman.

Sementara motif lain, yakni Trusmi-an, merupakan model batik dari luar keraton. Gaya trusmian ini cenderung mengikuti perkembangan dan dibuat di Desa Trusmi Kabupaten Cirebon.

"Hingga dalam perkembangannya Cirebon punya batik Ciwaringin dari pewarna alam," ujar dia.

Hilman mengatakan, hingga saat ini, model batik Cirebon yang masih bertahan dan berkembang adalah Trusmian dan Ciwaringin.

"Zamannya VOC dulu juga pakai batik," sambung dia.

Dia menyebutkan, sejak tahun 1950, batik model kratonan sudah tidak ada lagi. Selain tak ada perajin, batik model keratonan juga sudah banyak beredar di Desa Trusmi Kabupaten Cirebon.

"Pada tahun 1950 pembatik di keraton tak sebanyak dulu. Sampai akhirnya Pangeran Insan membawa desain dan motif keratonan untuk dikembangkan dan dilestarikan," Hilman menandaskan.

Saksikan video pilihan berikut ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel