Mengenal Musa Ingens, Pohon Pisang Terbesar di Dunia

·Bacaan 4 menit

VIVA – Taukah kamu jika pisang terbesar di dunia berada di Indonesia? Pohon pisang Musa Ingens merupakan pisang terbesar di dunia yang tumbuh di pegunungan Arfak, Papua Barat. Berikut ulasan selengkapnya tentang pohon pisang musa ingens.

Mengenal Musa Ingens, Pohon Pisang Terbesar di Dunia

Pisang terbesar di dunia, Musa Ingens

Dikutip dari situs Indonesia.go,id, pohon pisang terbesar di dunia ini dalam bahasa lokal, warga Kampung Banfot, Kabupaten Tambrouw, Papua Barat menyebut dengan nama ndowin atau apit sepoh. Tinggi batang pisang ini mencapai 24 meter hingga 30 meter atau setara dengan 6 hingga 7 kali pohon pisang pada umumnya.

Diameter pohon pisang musa ingens mencapai 95 cm. Bahkan beberapa situs web mengatakan bahwa diameter batang pohon musa ingens bisa mencapai satu meter hingga dua meter. Pisang raksasa ini, pertama kali dikoleksi sebagai spesimen oleh Womersley JS dan Simmonds NW, pada 22 Desember 1954 di New Guinea. Pisang itu disimpan sebagai spirit colection pada Herbarium Kew Inggris.

Umumnya, pelepah pada pohon pisang normal biasanya berkisar sekitar 2,5 meter, sedangkan musa ingens memiliki panjang mencapai lima meter dengan lebar sekitar satu meter. Warga setempat mengunakan daun pisang ini untuk atap rumah darurat di hutan, alas duduk, dan alas makanan. Sedangkan pelepah pohon pisangnya digunakan untuk menyimpan hasil buruan atau hasil kebun.

Pisang musa ingens memiliki buah dengan panjang hingga 20 cm dengan ukuran buah diameter sekitar 4-6 cm. Satu tandan pisang memiliki berat mencapai hingga 60 kilogram. Ukuran tandan seperti pisang umumnya dengan diameter sekitar 35-50 cm, panjang 70-80 cm.

Warna kulit buah pisang itu hijau saat muda dan kekuningan ketika masak. Buah itu juga memiliki biji cukup banyak dengan ukuran lebih besar atau sama dengan pisang umumnya.

Tanaman endemik Papua

Pisang raksasa musa ingens merupakan salah satu tanaman endemik Papua, yang sejauh ini hanya bisa ditemukan di Pegunungan Arfak Papua Barat dengan ketinggian 100 sampai 200 MDPL. Salah satu lokasi keberadaan pisang ini di Kampung Kwau, Distrik Mokwam, Kabupaten Manokwari, yang berbatasan dengan Kabupaten Pegunungan Arfak.

Jenis pisang ini hanya ada di Pulau Papua

Sebaran jenis ini hanya ada di Pulau Papua, meliputi Manokwari (Cagar Alam Pegunungan Arfak), Kaimana, Teluk Wondama, dan Fak-Fak (Cagar Alam Fak-Fak Tengah). Juga di Kabupaten Yapen (Cagar Alam Yapen Tengah) dan di Kabupaten Tambrauw (Banfot dan Esyom Muara Kali Ehrin).

Umumnya, pisang raksasa ini tumbuh di hutan sekunder atau hutan bekas kebun dan kanan kiri jalan dengan tanah bersubstrat atau solum tanah dalam. Jenis pisang ini tumbuh bergerombol atau terpisah dan biasa berasosiasi dengan jenis Lithocarpus rufovillosus, Musa arfakiana, Musa balbisina, Dodonaea viscos, Piper umbellatum, dan Alphitonia macrocarpa.

Tumbuh di Kampung Kwau yang bisa dijangkau turis

Jika kamu berkunjung ke Manokwari, cobalah berjalan sekitar satu jam dengan kendaraan roda dua atau roda empat ke arah Kabupaten Pegunungan Arfak. Di Kampung Kwau, Distrik Mokwam, Kabupaten Manokwari itulah kamu bisa menikmati pemandangan pohon pisang raksasa ini. Karena letaknya sangat strategis dan mudah dijangkau sehingga para turis dan fotografer profesional selalu menyinggahi lokasi milik Hans Mandacan.

Dekat dengan penginapan

Di tengah hutan alami di Kampung Kwau ini, Hans Mandacan mendirikan sebuah penginapan bernama Papua Lorikeet. Para turis bisa menghabiskan waktu menginap paling lama dua minggu bahkan bisa lebih, tergantung hasil pemotretan mereka.

Keluarga Hans Mandacan tinggal dekat penginapan Lorikeet, sebuah pondok beratap seng dan berdinding papan. Tak jauh dari rumah tinggalnya terdapat beberapa pohon pisang raksasa sumber makanan burung-burung termasuk burung pintar.

Hutan sekitar Lorikeet selain terdapat sarang burung pintar dan Cenderawasih juga terdapat belasan jenis bunga dan perdu termasuk pisang raksasa yang menjulang tinggi. Pisang raksasa tidak tumbuh berumpun atau jarang tunas yang muncul pada bonggolnya. Hal demikian menyebabkan pisang raksasa ini sulit untuk berkembang biak.

Biji pisang disebar oleh burung-burung

Burung-burung disana senang memakan buah pisang tersebut karena terdapat biji-bijian dan burung pula yang membantu menyebar tumbuhan pisang raksasa di Pegunungan Arfak. Peneliti dari International Board of Plant Genetic Resource bernama Jeff Daniells yang memulai penelitian pisang raksasa ini di sebuah lokasi di Papua New Guinea sekitar 1989.

Menurut Jeff Daniells pohon pisang raksasa ini bisa ditemukan di bagian barat dan timur daerah dataran tinggi atau kawasan pegunungan di Papua New Guinea. Jeff kemudian mematenkan hasil penelitian pisang raksasa sebagaimana dilansir di dalam Rfcarchives.org.au. Meski diyakini sebagai pisang raksasa yang terdapat di PNG, ternyata juga tumbuh subur di Papua Barat, Indonesia, pisang raksasa ini tersebar pula di Pegunungan Arfak, Papua Barat.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel