Mengenal I Nyoman Nuarta, Seniman Perancang Istana Negara di Ibu Kota Baru

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyetujui desain kompleks bangunan Istana Negara di Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kalimantan Timur. Desain final Istana Kepresidenan ini merupakan karya seniman I Nyoman Nuarta, pemenang sayembara Istana Garuda Ibu Kota Baru di Kalimantan Timur.

Nuarta sendiri bukan sosok yang asing di dunia seni perpatungan. Pria kelahiran Tabanan 70 tahun silam ini telah banyak membuat berbagai mahakarya, diantaranya Patung Fatmawati Soekarno di Kota Bengkulu, Monumen Jalesveva Jayamahe di Surabaya, hingga Garuda Wisnu Kencana di Bali.

Mengutip informasi pada laman pribadinya nuartsculpturepark.com, Kamis (6/1/2022), Nuarta tumbuh besar bersama alam. Dia belajar pentingnya menjaga keharmonisan antara manusia dengan sang pencipta, manusia dengan alam, dan hubungan antar manusia itu sendiri.

Oleh karenanya, kebanyakan dari karya seni dia mencerminkan filosofi hidup a la Bali yang dinilai sangat penting tersebut.

Sebelum jadi seniman ternama, Nyoman Nuarta menamatkan studinya di Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Seni Patung. Karir profesionalnya sudah dimulai sejak ia masih jadi mahasiswa, dengam bergabung dalam Gerakan Seni Rupa Baru Indonesia di 1977.

Namanya mulai mencuat sesaat sebelum ia lulus kuliah, kala jadi pememang pada lomba Patung Proklamator Republik Indonesia pada 1979. Nuarta lantas ditunjuk membangun patung dati presiden pertama Indonesia, Soekarno.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Karya

Aktivitas pembersihan dan perawatan patung kuda Arjuna Wijaya di Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Rabu (27/1/2021). Patung yang dibangun sejak 1987 karya pematung Nyoman Nuarta tersebut dibersihkan dan ditata kembali untuk memperindah kota. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Aktivitas pembersihan dan perawatan patung kuda Arjuna Wijaya di Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Rabu (27/1/2021). Patung yang dibangun sejak 1987 karya pematung Nyoman Nuarta tersebut dibersihkan dan ditata kembali untuk memperindah kota. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Tidak lama setelahnya, Nuarta segera mengukuhkan reputasinya sebagai salah satu pematung modern terkemuka di Tanah Air. Gelar itu didapat berkat sejumlah mahakarya patungnya yang monumental.

Antara lain, monumen Arjuna Wijaya yang berdiri gagah di tengah kota Jakarta, Patung Jalesveva Jayamahe setinggi 60 meter di Surabaya, serta proyek ambisius Garuda Wisnu Kencana atau GWK di Bali.

Karyanya pun tersebar tak hanya di Indonesia, tapi juga di Singapura, Filipina, Australia, Spanyol, hingga banyak negara lainnya.

Kini, Nyoman Nuarta tinggal di Bandung bersama istri dan keluarganya. Kesehariannya kini banyak dihabiskan dengan jadi pemimpin di PT Siluet Nyoman Nuarta bersama 250 personil, serta mengelola NuArt Sculpture Park di Kelurahan Sarijadi, Bandung.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel