Mengenal "Panca", maskot Paviliun Indonesia di Expo 2020 Dubai

·Bacaan 3 menit

Paviliun Indonesia mengusung maskot bernama "Panca" pada perhelatan Expo 2020 Dubai untuk menyambut para pengunjung yang datang dan mengenal Indonesia.

Sebagai pengelola resmi merchandise Paviliun Indonesia di Expo 2020 Dubai, PT Sarinah (Persero) menjajakan beberapa jenis produk yang dilengkapi dengan desain Panca pada setiap produknya.

"Panca artinya lima, sesuai dengan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia," kata Sales Associated Sarinah Sahadevi Sasita Saraswati ditemui di Dubai, Uni Emirat Arab, Rabu.

Adapun produk-produk yang dapat dibeli oleh seluruh pengunjung antara lain boneka, bantal, sandal, masker, tas komputer jinjing, gantungan kunci, tempelan kulkas, dompet, kaos, sampul paspor, hingga jaket.

Tempat tisu dengan desain Panca pada booth merchandise di Paviliun Indonesia pada ajang Expo 2020 Dubai. (ANTARA/ Sella Panduarsa Gareta)
Tempat tisu dengan desain Panca pada booth merchandise di Paviliun Indonesia pada ajang Expo 2020 Dubai. (ANTARA/ Sella Panduarsa Gareta)

"Semua produk merchandise diproduksi di Indonesia," ujar Siva.

Kisaran harga yang ditawarkan mulai dari 22,5 dirham UEA hingga 250 dirham UEA, di mana harga terendah adalah untuk produk masker, dan tertinggi untuk jaket bomber.

Menurut Siva, produk tempelan kulkas, sandal, dan sampul paspor adalah yang paling banyak diminati para pengunjung Paviliun Indonesia.

Sandal dengan desain Panca pada booth merchandise di Paviliun Indonesia pada ajang Expo 2020 Dubai. (ANTARA/ Sella Panduarsa Gareta)
Sandal dengan desain Panca pada booth merchandise di Paviliun Indonesia pada ajang Expo 2020 Dubai. (ANTARA/ Sella Panduarsa Gareta)

Siva menambahkan, antusiasme pengunjung cukup tinggi terhadap souvenir asal Indonesia, bahkan ia harus mengisi kembali produk-produknya karena habis terjual saat beberapa minggu setelah Paviliun Indonesia dibuka.

Tercipta dari kompetisi

Sebagaimana logo paviliun Indonesia, maskot Panca juga tercipta dari kompetisi yang digelar Kementerian Perdagangan dengan mengundang partisipasi komunitas desainer grafis di Indonesia.

Logo Paviliun Indonesia Expo 2020 Dubai merupakan hasil karya Budi Sriherlambang dari Universitas Bina Nusantara, sedangkan Maskot Paviliun Indonesia Expo 2020 Dubai merupakan hasil karya Daru Redono dari Asosiasi Designer Grafis Indonesia Chapter Malang.

Insipirasi logo berasal dari gugusan pulau yang membentang dari utara—selatan dan timur—barat, menyatu dalam negara kesatuan yang ber-Bhinneka Tunggal Ika. Rancangan logotype terinspirasi dari keberagaman alam, flora, fauna, budaya, etnis, suku, dan potensi yang ada.

Logotype ditampilkan menyambung menjadi satu dengan olah detail bentuk yang ramah dan modern.

Sementara itu, maskot Paviliun Indonesia Expo 2020 Dubai yang diberi nama “Panca” terinspirasi dari angka lima dari Pancasila dan lima elemen alam, yaitu api, tanah, logam, air, dan kayu.

Panca adalah maskot duta Indonesia untuk luar negeri yang bertugas menjalin kerja sama dan berinovasi menyelesaikan isu global. Logo IDN di dada Panca merupakan tiga kata kode untuk Indonesia. Sedangkan, pola batik di tubuh Panca merupakan ciri khas negara Indonesia.

Keduanya terpilih berdasarkan penjurian akhir dari lima finalis karya logo dan tiga finalis karya maskot Februari lalu.

Perlombaan terbatas logo dan maskot itu sendiri diikuti oleh 30 logo dan 22 maskot yang dikirimkan oleh 17 desainer professional dari Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI) dan 24 kampus anggota Asosiasi Program Studi DKV Indonesia.

Panca menjadi salah satu yang istimewa, karena tidak semua paviliun negara di ajang Expo 2020 Dubai memiliki maskot untuk menyambut pengunjungnya.


Baca juga: Mendag: Pengunjung dapat rasakan jadi orang Indonesia di Expo Dubai

Baca juga: Paviliun Indonesia kedatangan 200 ribu pengunjung di Expo 2020 Dubai

Baca juga: Megahnya Al Wasl Plaza, lokasi National Day RI di Expo 2020 Dubai

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel