Mengenal Para Bos Baru Alonso di Alpine F1

Jose Carlos de Celis
·Bacaan 3 menit

Setelah dua tahun meninggalkan Formula 1, Fernando Alonso akhirnya kembali ke tim yang pernah membantunya merebut gelar juara dunia pada 2005 dan 2006, Renault. Namun, kini Alonso kembali ke tim yang benar-benar baru.

Bukan hanya dari nama yang akan berubah menjadi Alpine F1 mulai 2021, Alonso juga tidak akan lagi menemui bosnya yang flamboyan, Flavio Briatore, beserta kru-nya yang menjadi aktor di balik gelar ganda (pembalap dan konstruktor) pada 2005 dan 2006 itu.

Sebagai bagian dari restrukturisasi tim, sejumlah posisi senior dalam tim dan manajemen di Alpine dan Renault juga akan berganti. Berikut beberapa bos baru yang akan bekerja sama dengan Fernando Alonso.

Luca de Meo, Presiden Renault Group

Fernando Alonso, Renault F1 Team (kiri) berbincang dengan Luca de Meo, CEO Groupe Renault.

Fernando Alonso, Renault F1 Team (kiri) berbincang dengan Luca de Meo, CEO Groupe Renault.<span class="copyright">Renault Sport</span>
Fernando Alonso, Renault F1 Team (kiri) berbincang dengan Luca de Meo, CEO Groupe Renault.Renault Sport

Renault Sport

Dialah orang nomor satu di Renault, kepala eksekutif (CEO) di pabrikan asal Prancis tersebut. Mantan Presiden SEAT itu mulai mempimpin Renault pada Juli 2020 lalu. Ini merupakan comeback De Meo karena ia memang mengawali karier otomotif di Renault.

Pria asal Italia, 53 tahun, itu dikenal sebagai penggemar berat olahraga otomotif dan Formula 1. Ia salah satu orang yang mencanangkan “revolusi”di Renault dengan mendatangkan Fernando Alonso dan mengubah nama tim menjadi Alpine.

Laurent Rossi, CEO Alpine F1

Kedatangan Laurent Rossi ke F1 terbilang mengejutkan, tepatnya Senin (11/1/2021) lalu saat Prinsipal Tim Renault F1, Cyril Abiteboul, memutuskan pergi. Abiteboul sejatinya akan ditempatkan di posisi lain. Namun ia benar-benar pergi dan posisinya digantikan Rossi.

Marcin Budkowski, Renault F1 Team, dalam sebuah jumpa pers.

Marcin Budkowski, Renault F1 Team, dalam sebuah jumpa pers.<span class="copyright">Mark Sutton / Motorsport Images</span>
Marcin Budkowski, Renault F1 Team, dalam sebuah jumpa pers.Mark Sutton / Motorsport Images

Mark Sutton / Motorsport Images

Setelah lima musim menjadi Presiden Renault Sport, Jerome Stroll mengumumkan pengunduran dirinya. Penggantinya tak lain Marcin Budkowski. Bedanya, Budkowski menjadi bos Renault Sport saat tim F1 mereka berganti nama menjadi Alpine.

Budkowski lahir pada 1977, tahun pertama Renault turun di Formula 1. Pria asal Polandia, 43 tahun, itu bergabung dengan Renault sebagai eksekutif pada 2018 setelah sebelumnya bekerja untuk Federasi Automobil Internasional (FIA).

Latar belakang Budkowski ini sempat menjadi kontroversi dan protes dari para rival Renault. Karena Budkowski pernah memegang posisi penting di divisi teknis FIA, mereka khawatir ia akan membawa data-data penting mobil tim-tim lain ke Renault.

Sebagai catatan, sebelum ke FIA, Budkowski juga pernah bekerja untuk sejumlah tim F1, yakni Prost, Scuderia Ferrari, dan McLaren.

Davide Brivio

Davide Brivio saat masih menjadi Team Manager Suzuki MotoGP.

Davide Brivio saat masih menjadi Team Manager Suzuki MotoGP.<span class="copyright">Suzuki MotoGP</span>
Davide Brivio saat masih menjadi Team Manager Suzuki MotoGP.Suzuki MotoGP

Suzuki MotoGP

Kedatangannya ke Alpine F1 sangat mengejutkan. Musim lalu, Davide Brivio sukses membawa Suzuki menjadi juara dunia MotoGP 2020 lewat Joan Mir (pembalap) dan tim. Untuk pembalap, ini kali pertama ditorehkan Suzuki dalam 20 tahun terakhir.

Brivio sepertinya memang mencari tantangan baru dengan menerima pinangan Alpine. Brivio sendiri bisa menjadi sosok penting di Alpine seperti yang pernah dilakukannya di MotoGP bersama Yamaha pada awal era 2000-an dan Suzuki mulai akhir 2014.

Kedatangan Brivio tak lepas dari campur tangan Luca de Meo yang sudah dikenalnya saat menangani Yamaha di MotoGP. Belum jelas posisi yang akan ditempati Brivio nanti.

Namun, karena Rossi tidak hanya akan mengurusi F1, sepertinya akan ada celah antara dirinya dengan Budkowski.

Karena itu, selain De Meo, trio Rossi-Budkowski-Brivio akan membawa Alpine F1 ke level baru di F1. Di balik kemudi, Fernando Alonso akan memegang peran kunci untuk mengembalikan kejayaan Renault di F1. Tentu jangan lupakan peran rekan setimnya, Esteban Ocon.