Mengenal Penyebab Retaknya Insulator Busi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Busi bertugas untuk memercikkan bunga api untuk membakar campuran udaran dan bahan bakar. Komponen ini sanggup bertahan dalam kondisi tegangan tinggi hingga 30.000 volt.

Selain itu busi juga sanggup bertahan terhadap proses pendinginan yang cepat melalui proses intake campuran udara dan bahan bakar (suhu normal) dan dari pemanasan melalui gas pembakaran 2.000 sampai 2.500 derajat celcius secara berulang-ulang.

Pada busi ada satu komponen penting yang memiliki daya tahan tinggi, yakni bagian insulator.

NGK Busi memproduksi insulator businya di Jepang dengan menggunakan bahan keramik alumina bermutu tinggi dengan proses fabrikasi yang sangat presisi dan kompleks, agar insulator memiliki sifat yang getas dan sangat keras. Sehingga, dapat bekerja optimal dan memiliki daya isolasi yang kuat dan tahan terhadap perubahan suhu di ruang bakar.

Namun demikian, menurut Ardhieta Wicaksana, Asst. Marketing Manager PT NGK Busi Indonesia, risiko retaknya insulator busi tetap dapat terjadi.

Beberapa Faktor

Dijelaskannya, ada beberapa faktor penyebab retaknya insulator, terutama saat proses handling yang tidak tepat. Faktor tersebut misalnya, busi terbentur dalam momentum yang keras dengan material yang lebih kuat.

Faktor lain adalah proses pemasangan busi menggunakan kunci busi yang tidak sesuai atau menggunakan sembarangan kunci busi

"Perlu diwaspadai, insulator busi yang retak dapat memberikan pengaruh yang cukup signifikan pada kinerja sebuah mesin kendaraan. Hal tersebut tak lepas dari fungsi busi yang teramat vital dalam proses pembakaran pada mesin berbahan bakar bensin," terang Ardhieta.

Lantaran insulator busi berfungsi mencegah bocornya arus bertegangan tinggi yang dialirkan koil ke elektroda pusat busi, maka keretakan di bagian insulator dapat mengakibatkan bocornya arus listrik.

Tidak Optimal

Akibatnya aliran daya listrik yang diperlukan untuk memercikkan busi menjadi tidak optimal, yang berujung dapat memicu terjadinya misfire atau proses pembakaran yang tidak sempurna di ruang bakar. Bahkan dapat juga mengakibatkan mesin gagal start.

"Untuk menghindarinya, pastikan proses handling dan pemasangan busi telah tepat. Salah satunya dengan menggunakan kunci busi yang bermagnet," imbuhnya.

Jika menemui kondisi pemasangan yang sulit dan membutuhkan extension bar,

Ardhieta menyarankan menggunakan extension bar yang paling pendek agar kunci busi dapat menempel sempurna dan terhindar dari risiko miring atau selip yang dapat mengakibatkan insulator busi retak.

Sumber: Otosia.com

Infografis Dampak Pandemi

Infografis Dampak Pandemi. (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Dampak Pandemi. (Liputan6.com/Triyasni)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: