Mengenal PT GNI, Pemilik Smelter Nikel yang Tewaskan Seleb Tiktok Nirwana Selle

Merdeka.com - Merdeka.com - PT Gunbuster Nickel Industry atau PT GNI kini tengah menjadi sorotan. Smelter milik perusahaan di Morowali Utara meledak dan menyebabkan kebakaran yang menewaskan pekerjanya sekaligus seleb Tiktok Nirwana Selle. Insiden kecelakaan ini terjadi pada 22 Desember 2022 di Morowali Utara.

Mengutip laman perusahaan, PT Gunbuster Nickel Industri merupakan perusahaan smelting yang berdiri sejak tahun 2019. Founder PT GNI merupakan pengusaha bernama Tony Zhou Yuan. Lokasi perusahaan smelter nikel ini berada di Morowali Utara, Sulawesi Tengah.

Perusahaan menyebutkan jika industri smelter nikel menerapkan proses Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) teknologi dengan mengembangkan 25 jalur produksi dan menghasilkan 1,9 juta Nickel Pig Iron (NPI) per tahun.

Gunbuster Nickel Industry resmi melakukan ekspor perdana produk hasil olahan nikel pada Kamis, (20/1).

Produk diekspor berupa membawa produk turunan nikel dalam bentuk Nickel Pig Iron (NPI) atau feronikel sebanyak 13.650 ton.

Diresmikan Jokowi

Pada 27 Desember 2021, Presiden Jokowi diketahui ikut meresmikan smelter bijih nikel milik PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) di Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah. Acara peresmian digelar di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

Kala itu Jokowi berharap keberadaan smelter dengan kapasitas produksi 1,8 juta ton per tahun tersebut akan meningkatkan nilai tambah hingga 14 kali lipat dibandingkan bahan mentah nikel.

"Saya sangat menghargai, mengapresiasi pembangunan smelter oleh PT Gunbuster Nickel Industry. Ini akan memberikan nilai tambah yang tidak sedikit. Dari bijih nikel yang diolah menjadi feronikel ini nilai tambahnya meningkat 14 kali, dan jika dari bijih nikel diolah menjadi billet stainless steel akan meningkat nilainya 19 kali lipat," ujar Presiden seperti dikutip dari laman setkab.go.id.

Investigasi DPR

Wakil ketua Komisi VII DPR RI, Bambang Haryadi berharap agar ada investigasi terkait insiden ini. "Kita selalu ingatkan kepada seluruh pabrik pengolahan Nickel agar mengedepankan pemenuhan teknis dan mengutamakan keselamatan para pekerja, tidak hanya berorientasi terhadap keuntungan semata. Karena nyawa dan keselamatan pekerja harus diutamakan,” kata Bambang, Jumat (30/12).

Bambang mengatakan, pihaknya akan segera melakukan kunjungan ke lokasi kejadian guna mendapat gambaran utuh penyebab kejadian yang memakan korban jiwa tersebut.

"Dan kami akan mengevaluasi dari kejadian ini, apakah ada unsur unsur teknis yang memang tidak layak ataukah murni musibah," ungkap Pimpinan Komisi VII tersebut.

Dia juga meminta pihak perusahaan harus bertanggung jawab terhadap korban dan juga mendorong kementerian teknis yang terkait untuk melakukan audit terhadap smelter tersebut.

"Komisi VII juga akan segera memanggil semua pihak terkait untuk melakukan pendalam secara menyeluruh kejadian ini, dan mengantisipasi agar tidak terjadi di Smelter lainnya. Investasi perlu, tetapi nyawa masyarakat tetap yang utama," tutupnya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com [idr]