Mengenal PTSD, Gangguan Kecemasan yang Ada pada Drakor Mad For Each Other

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Sebuah drama Korea baru dengan genre komedi romantis baru saja tayang di Netflix. Bertajuk Mad For Each Other, serial ini bercerita rentang seorang laki-laki dan perempuan yang sedang berjuang melalui trauma yang mereka alami. Salah satu karakternya, Noh Hwi Oh yang dibintangi oleh Jung Woo kerap tidak bisa mengontrol emosinya, sehingga ia harus merelakan pekerjaannya sebagai seorang detektif.

Mencari solusi atas apa yang dialaminya, Noh Hwi Oh berkunjung ke psikiater dan ia pun didiagnosa mengalami PTSD. Gangguan kecemasan PTSD (Post-Traumatic Stress Disorder) adalah gangguan kecemasan yang membuat penderitanya mengingat kejadian traumatis. Peristiwa tersebut memicu rasa cemasnya. Biasanya, kejadian traumatis tersebut bisa berupa perang, kecelakaan, bencana alam, hingga pelecehan seksual.

Ada sejumlah gejala yang bisa mengindikasi kepada PTSD, diantaranya adalah:

1. Ingatan pada peristiwa traumatis

Penderita PTSD sering kali teringat pada peristiwa yang membuatnya trauma. Bahkan, penderita merasa seakan mengulang kembali kejadian tersebut. Ingatan terhadap peristiwa traumatis tersebut juga sering kali hadir dalam mimpi buruk, sehingga penderita tertekan secara emosional.

2. Kecenderungan untuk mengelak

Lihat di sini apa saja gejala dari PTSD. (Foto: Instagram/ @Madforeachother)
Lihat di sini apa saja gejala dari PTSD. (Foto: Instagram/ @Madforeachother)

Penderita PTSD enggan memikirkan atau membicarakan peristiwa yang membuatnya trauma. Hal ini ditunjukkan dengan menghindari tempat, aktivitas, dan seseorang yang terkait dengan kejadian traumatis tersebut.

3. Pemikiran dan perasaan negatif

Penderita PTSD cenderung menyalahkan dirinya atau orang lain. Selain itu, penderita juga kehilangan minat pada aktivitas yang dulu disukainya dan merasa putus asa. Penderita juga lebih menyendiri dan sulit menjalin hubungan dengan orang lain.

4. Perubahan perilaku dan emosi

Konten ini tidak tersedia karena preferensi privasi Anda.
Perbarui pengaturan Anda di sini untuk melihatnya.

Penderita PTSD sering kali mudah takut atau marah meski tidak dipicu oleh ingatan pada peristiwa traumatis. Perubahan perilaku ini juga sering membahayakan dirinya atau orang lain. Penderita juga sulit tidur dan berkonsentrasi.

PTSD dapat terjadi pada anak-anak dan orang dewasa. Namun, pada anak-anak, terdapat gejala khusus, yaitu sering melakukan reka ulang peristiwa traumatis melalui permainan. Anak dengan PTSD juga sering mengalami mimpi buruk yang bisa terkait secara langsung maupun tidak dengan kejadian traumatis yang dialaminya.

Di saat seseorang merasakan hal ini, maka tandanya kamu membutuhkan tenaga porofesional untuk mengatasinya. Bantuan psikolog akan sangat membantu kamu dalam mengatasi PTSD yang dialami.

#Elevate Women

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel