Mengenal Puasa Mutih, Manfaat bagi Kesehatan dan Cara Melakukannya

·Bacaan 1 menit

Fimela.com, Jakarta Puasa mutih sedang menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat Indonesia, karena selebritas tanah air yang akan segera melangsungkan pernikahannya Aurelie Hermansyah menyebutkan dirinya sedang melakukan puasa mutih. Sebenarnya apa itu puasa mutih?

Puasa mutih adalah ritual puasa yang dilakukan dengan cara tidak makan dan minum, kecuali nasi putih dan air putih. Puasa ini awalnya dikenal di kalangan orang-orang yang memiliki kepercayaan kejawen dengan tujuan untuk mendapatkan ilmu gaib atau supranatural.

Secara filosofis, seseorang melakukan puasa mutih agar agar hati dan jiwanya kembali putih bersih, sehingga keberkahan menjadi hal yang lebih mudah didapatkan. Puasa mutih dilakukan dalam jangka waktu tertentu dan berbeda-beda untuk setiap orang, ada yang 3 hari sampai dengan 40 hari, tergantung niat dari puasa itu sendiri.

Pengertian puasa mutih

Ilustrasi puasa mutih. Sumber foto: unsplash.com/Mgg Vitchakorn.
Ilustrasi puasa mutih. Sumber foto: unsplash.com/Mgg Vitchakorn.

Belum ada penelitian mendalam tentang manfaat puasa mutih bagi kesehatan, namun puasa itu sendiri membantu tubuh mengeluarkan racun-racun di dalamnya secara optimal. Selain itu, secara umum, puasa dapat mengurangi kadar gula dan garam dalam tubuh, mengurangi asupan lemak, sehingga energi lebih optimal.

Puasa mutih dikatakan relatif aman untuk dilakukan sesekali, namun tidak disarankan untuk melakukannya lebih dari 1 bulan atau menjadi gaya hidup rutin. Selain kamu bisa kekurangan gizi, tubuh akan lebih mudah terserang penyakit.

Sebaiknya, setelah melakukan puasa, konsumsilah sayuran, buah, kacang, daging rendah lemak, dan biji-bijian. Ini dilakukan agar tubuh tetap terjaga dan terpenuhi kebutuhan nutrisinya.

Saksikan video menarik setelah ini

#Elevate Women