Mengenal Qasim Matar Ali Al Hatmi dan Keputusannya Sebagai Wasit di Semifinal Piala AFF 2020

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Qasim Matar Ali Al Hatmi merupakan wasit Piala AFF asal Oman. Pria kelahiran 1990 ini bertugas memimpin jalannya leg kedua semifinal Piala AFF 2020 antara Indonesia melawan Singapura di National Stadium pada Sabtu (25/12/2021) malam WIB.

Namanya menjadi banyak diperbincangkan usai membuat sejumlah keputusan yang dinilai kontroversial di laga tersebut. Qasim Matar Ali Al Hatmi diketahui memberi kartu merah kepada tiga pemain Timnas Singapura. Akibatnya, tuan rumah harus berlaga dengan delapan pemain.

Kartu merah pertama dilayangkan sang wasit kepada penggawa The Lions Safuwan Baharudin. Ia dianggap telah menyikut pemain Timnas Indonesia Rizky Ridho jelang tendangan bebas pada periode tambahan waktu babak pertama.

Hal tersebut membuat Al Hatmi mengeluarkan kartu kuning kedua, sehingga Safuwan harus meninggalkan laga. Adapun, kartu merah lainnya diberikan kepada Irfan Fandi (’67) dan Hassan Sunny di menit ke-119.

Kartu merah terakhir menjadi yang paling dramatis di laga Indonesia vs Singapura. Pasalnya, aksi penyelamatan Hassan Sunny membuat The Lions dipaksa bermain tanpa kiper. Hassan mau tak mau angkat kaki dari laga usai menjegal Evan Dimas di luar kotak penalti.

Keputusan Lain

Bek Timnas Indonesia, Pratama Arhan (kiri) berselebrasi dengan rekan setimnya usai mencetak gol ke gawang Singapura pada pertandingan leg kedua semifinal Piala AFF 2020 di National Stadium, Sabtu (25/12/2021). Indonesia akan bertemu antara Thailand dan Vietnam di babak final. (AFP/Roslan Rahman)
Bek Timnas Indonesia, Pratama Arhan (kiri) berselebrasi dengan rekan setimnya usai mencetak gol ke gawang Singapura pada pertandingan leg kedua semifinal Piala AFF 2020 di National Stadium, Sabtu (25/12/2021). Indonesia akan bertemu antara Thailand dan Vietnam di babak final. (AFP/Roslan Rahman)

Keputusan lain milik wasit yang dinilai kontroversial adalah gol Pratama Arhan pada menit ke-87. Gol tersebut sukses mengantarkan Timnas Indonesia menyamakan kedudukan menjadi 2–2.

Tak dianulir wasit, beberapa pihak khawatir gol tersebut terindikasi offside. Media Vietnam Soha.vn bahkan terang-terangan menyebut Pratama Arhan telah jatuh ke posisi offside ketika rekan setimnya melepaskan tembakan.

“Wasit garis tidak mengetahuinya. Alhasil, pemain nomor 12 Indonesia itu menyerbu dengan sangat cepat setelah kiper Sunny mendorong bola keluar, dan kembali melepaskan tembakan ke gawang Singapura,” tulis Soha.vn dalam laporannya yang diunggah pada Sabtu (25/12/2021).

Di samping itu, angka ketiga Skuad Garuda yang diperoleh dari gol bunuh diri Shawal Anuar juga disebut tidak tepat. Soha.vn menyoroti posisi Irfan Jaya pada momen tersebut karena disinyalir telah offside.

“Dalam situasi ini, Irfan Jaya nampaknya sudah terjerumus ke dalam posisi offside. Ketika bek Singapura itu menggelepar dalam clearance-nya, pemain nomor 25 Indonesia juga telah memblokir langkah tersebut. Ini merupakan fase di mana wasit garis tidak memiliki sudut pandang yang baik,” sambung Soha.vn.

Respons Pelatih

Timnas Indonesia menambah keunggulan menjadi 4-2 di masa injury time babak pertama perpanjangan waktu melalui Egy Maulana Vikri. Pertandingan jadi makin runyam bagi Singapura usai Hassan Sunny jadi pemain ketiga yang diusir wasit di menit ke-119. Perannya digantikan Ikhsan Fandi. (AFP/Roslan Rahman)
Timnas Indonesia menambah keunggulan menjadi 4-2 di masa injury time babak pertama perpanjangan waktu melalui Egy Maulana Vikri. Pertandingan jadi makin runyam bagi Singapura usai Hassan Sunny jadi pemain ketiga yang diusir wasit di menit ke-119. Perannya digantikan Ikhsan Fandi. (AFP/Roslan Rahman)

Pelatih Timnas Singapura Tatsuma Yoshida nampaknya enggan memberi komentar lebih lanjut terkait keputusan wasit Qasim Matar Ali Al Hatmi dalam laga semifinal leg kedua Piala AFF 2020 kontra Indonesia.

“Wasit hanyalah wasit. Jika mereka menyebut pelanggaran, ya (berarti) pelanggaran. Jika mereka mengatakan kartu merah, ya (berarti) kartu merah.” “Kami harus menerimanya. Saya mengatakan kepada para pemain untuk tidak memprotes (keputusan wasit),” ujar Yoshida dalam konferensi pers virtual pasca pertandingan pada Sabtu (25/12/2021) malam WIB.

“Kita harus menciptakan pertandingan yang bagus bersama wasit. Saya dan para pemain (Timnas Singapura) telah berjuang dalam laga, jadi terkadang saya mengajukan komplain pada keputusan wasit. Meskipun itu sulit, kami mencoba menerimanya,” sambung sang pelatih.

Di sisi lain, juru taktik Timnas Indonesia Shin Tae-yong justru memuji performa wasit dalam laga tersebut. Ia menyebut Al Hatmi telah melihat pertandingan dengan baik, sehingga mampu memberi ganjaran kartu merah dan kartu kuning bagi sejumlah pemain.

“Mungkin untuk hari ini, betul ada untungnya bagi kami, karena wasit hari ini melihat (pertandingan) dengan baik, sampai memberikan kartu kuning dan merah kepada lawan,” kata Shin Tae-yong usai laga.

Penggunaan VAR

Keputusan “kontroversial” wasit bukan hal baru di Piala AFF 2020. Skuad Garuda sebelumnya pernah dibuat kecewa oleh keputusan Kim Hee-gon di semifinal leg pertama. Ricky Kambuaya yang kala itu dijatuhkan di kotak penalti, hanya diberi hadiah tendangan bebas oleh wasit.

Berbagai spekulasi terkait penilaian wasit sejatinya tidak akan terjadi jika teknologi video assistant referee (VAR) hadir di turnamen tersebut. Selain membantu, VAR juga bisa menjadi validasi atas keputusan yang dikeluarkan wasit selama pertandingan.

Menyusul banyaknya kritik atas penilaian wasit, Federasi Sepak Bola Asia Tenggara (AFF) pun menyatakan pihaknya bakal menggunakan VAR di Piala AFF edisi 2022.

Penulis: Melinda Indrasari

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel