Mengenal Raden Aria Wangsakara, Tokoh Tangerang yang Dinobatkan Sebagai Pahlawan Nasional

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo memberikan gelar pahlawan nasional kepada empat tokoh yang dianggap berjasa bagi bangsa dan negara semasa hidupnya.

Empat tokoh tersebut antara lain, Tombolatutu dari Sulawesi Tengah, Sultan Aji Muhammad Idris dari Kalimantan Timur. Kemudian, Sutradara Film Aji Usmar Ismail dari DKI Jakarta, dan Raden Aria Wangsakara dari Banten.

Penganugerahan gelar pahlawan itu diapresiasi Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar. Dalam penyematan gelar itu, Pemerintah Kabupaten Tangerang turut melakukan sejumlah upaya, seperti surat permohonan hingga kronologi sejarah Raden Aria Wangsakara dalam kemerdekaan Republik Indonesia.

"Kami juga bantu baik dari surat pemohonan, sejarahnya dan lain-lain," ungkap dia usai menggelar Upacara Hari Pahlawan di Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Rabu (10/11/2021).

Menurutnya, gelar pahlawan pantas disandangkan pada sosok pendiri Tangerang ini. Karena tidak bisa dipungkiri adanya jasa Raden Aria Wangsakara dalam perjuangan Kemerdekaan Republik Indonesia.

"Beliau bagian dari para pahlawan yang ikut memperjuangkannya, dan itu ada dalam sejarahnya," ujar dia.

"Kami ucapkan terimakasih kepada masyarakat yang ikut dukung," imbuh Zaki.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Sosok Raden Aria

Diketahui, Raden Aria Wangsakara dikenal sebagai tokoh pendiri Tangerang sekaligus ulama kharismatik di wilayah tersebut. Saat zaman penjajahan, dia juga jadi tokoh sentral melawan Belanda.

Yang mana saat itu, sosok Raden Aria Wangsakara terlibat konflik terus menerus dengan VOC. Hingga pada tahun 1720, ia tewas setelah terlibat perang dengan VOC di Ciledug, Tangerang dan dimakamkan di Lengkong Kyai, Pagedangan, Kabupaten Tangerang.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel