Mengenal Refocus, Platform Pendidikan yang Hasilkan Talenta Digital Siap Kerja

Merdeka.com - Merdeka.com - Platform pendidikan online bernama Refocus ekspansi ke pasar Indonesia sejak dua bulan lalu. Indonesia adalah negara kedua di Asia, setelah hadir di Filipina pada awal tahun ini.

Berbeda dari platform sejenis, Refocus menyediakan layanan pendidikan khusus untuk menghasilkan talenta siap kerja di dunia digital terkini.

Roman Kumar Vyas, CEO dan Founder Refocus, menjelaskan pihaknya menyasar kelompok usia 20-40 tahun, bukan hanya pelajar. Paket pendidikan di Refocus berdurasi 9 bulan, sekitar 5 jam per pekan, dengan biaya sekitar US$ 60 per bulan.

Menariknya, para peserta Refocus akan banyak belajar tentang studi kasus kerja nyata supaya siap dengan dunia kerja. Kemudian ada dukungan bagi siswa selama 24/7 termasuk mencarikan pekerjaan melalui Pusat Karir yang dimilikinya.

Para peserta Refocus akan mendapat pendidikan soft skill dan hard skill berstandar Eropa serta dijamin langsung siap kerja seperti yang diinginkan dunia usaha/korporasi. Kualitas pendidikannya tinggi dan berstandar Eropa. Bahkan untuk pendidikan data analyst, kurikulum di Indonesia sama dengan Amerika, sehingga lulusan Refocus siap pula bekerja di perusahaan teknologi di Silicon Valley, Amerika Serikat.

"Kami menerima siapa pun yang ingin belajar dan pindah kuadran ke dunia TI atau digital," ujar Roman saat jumpa pers di Jakarta, kemarin (31/5).

Menurut Roman, perusahaan-perusahaan rintisan (startup) teknologi dan korporasi saat ini membutuhkan tenaga kerja TI yang siap bekerja. Perkembangan usaha dan transformasi digital menuntut dunia usaha memiliki talenta-talenta yang cakap di dunia digital. Alhasil, permintaan tenaga kerja TI siap kerja semakin tinggi saat ini.

Sementara pasokan talenta yang siap bekerja masih kurang. Meski banyak pelatihan atau kursus-kursus singkat sejenis dari berbagai lembaga atau institusi.

"Refocus ingin membantu membangun ekonomi digital di kawasan Asia," tegasnya.

Refocus dibangun dengan investasi awal US$ 550.000. Setelah dua bulan beroperasi di Indonesia, Refocus klaim memiliki 600 peserta.

"Gol besar kami adalah mencetak tenaga kerja TI siap bekerja sebanyak satu juta orang dalam kurun waktu 7 tahun di kawasan Asia," pungkas Roman. [sya]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel