Mengenal Saefullah, Sekda yang Disebut Jadi Calon Wagub DKI

Yunisa Herawati, Ahmad Farhan Faris

VIVA – Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi DKI, Saefullah mengatakan, tidak ada komunikasi dari Partai Gerindra terkait pengusulan namanya sebagai calon Wakil Gubernur DKI.

"Yang usul siapa nih? Saya malah belum diberi tahu," kata Saefullah di Balai Kota DKI, dikutip dari VIVAnews, Jumat 8 November 2019.

Saat ini, Saefullah statusnya sebagai pegawai negeri sipil (PNS) dengan jabatan eselon I, sehingga tidak ikut dalam perpolitikan. Tugasnya hanya melaksanakan visi kepala daerah, dalam memimpin ibu kota.

"Saya kan setiap hari di sini (Balai Kota), dari pagi sampai sore, kadang sampai malam. Tetapi, tidak ikut sampai ranah perpolitikan," ujarnya.

Menurut dia, Gerindra memang memiliki hak untuk mengusulkan namanya sebagai calon Wakil Gubernur DKI. Karena, Gerindra merupakan partai pengusung Anies Baswedan-Sandiaga Uno pada Pilkada DKI 2017.

"Ini kan hak partai pengusung, dalam hal ini Gerindra dan PKS. Ya, saya bukan orang politik. Saya kerja saja di sini," jelas dia.

Jadi Sekda Sejak Era SBY

Saefullah yang dikenal dengan nama Bang Ipul, lahir di Sungai Kendal, Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara pada 11 Februari 1964.

Ia menjadi Sekretaris Daerah Provinsi Jakarta sejak 11 Juli 2014. Sebelumnya, Bang Ipul menjabat sebagai Wali Kota Jakarta Pusat dari 2008 hingga 2014.

Selain itu, ia juga pernah menduduki banyak jabatan di lingkungan Pemerintah Provinsi Jakarta. Bahkan, Bang Ipul pernah ditunjuk menjadi Pelaksana harian Gubernur DKI Jakarta pada 2017.

Kemudian, Bang Ipul menjadi Sekda Jakarta sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hingga Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kemudian, ia membantu Gubernur DKI mulai Jokowi, Basuki Tjahaja Purnama, Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan.

Saefullah pernah menjabat sebagai Kepala Sudin Pendidikan Dasar Jakarta Barat (2003–2004), Kepala Subdinas SLTP DKI Jakarta (2004–2008), Wakil Kepala Dinas Pendidikan Dasar DKI Jakarta (2008), Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda DKI Jakarta (2009–2010), Wali Kota Jakarta Pusat (2008–2014).

Di samping itu, ia juga aktif di keorganisasian, seperti Ketua I Karang Taruna, Anggota AMPI, Anggota Persatuan Guru Republik Indonesia, Pengurus Palang Merah Nasional, Sekretaris Komite Olahraga Nasional Indonesia dan Ketua PWNU DKI Jakarta dari 2016–sekarang.