Mengenal Sindrom Puting Sedih, Picu Mual hingga Depresi

Tasya Paramitha, Diza Liane Sahputri
·Bacaan 2 menit

VIVA – Ketika puting payudara disentuh, pernahkan Anda tiba-tiba merasa sedih tanpa alasan? Jika banyak wanita bergairah karena putingnya dirangsang, beberapa menderita fenomena aneh yang sekarang dijuluki sad nipple syndrome atau sindrom puting sedih.

Dilansir dari laman Daily Star, Selasa, 5 Januari 2021, salah satu penderita sindrom ini mengunggah pengalamannya di aplikasi TikTok. Pengguna dengan nama @fairygender itu mencari orang lain yang juga mengalami apa yang ia rasakan.

Ini sangat aneh tapi… apakah ada orang lain yang merasakan kesedihan yang LUAR BIASA ketika kamu menyentuh putingmu?” tulisnya.

Tampaknya bukan hanya dirinya, karena ribuan orang mengomentari video tersebut dan mengatakan bahwa mereka merasa murung, melankolis, kesal atau benar-benar aneh saat puting mereka disentuh. Beberapa wanita ternyata merasakan hal yang sama.

Rasanya seperti perasaan tenggelam yang sangat aneh seperti malapetaka yang akan datang atau nostalgia yang sangat buruk, saya benci," ujar salah satu akun.

"Rasanya seperti jijik pada diriku sendiri atau kesedihan," imbuh yang lain.

Sementara seorang wanita menyebut, "Ini seperti rindu rumah dan rasa bersalah."

Lantas, apa yang menyebabkan sindrom puting sedih?

Sangat disayangkan, belum diketahui penyebab sindrom tersebut. Namun, beberapa dokter berpendapat bahwa ini mungkin terkait dengan refleks pengeluaran ASI disforik, yakni suatu kondisi medis di mana wanita merasakan perasaan negatif, sedih atau membenci diri sendiri selama dan setelah menyusui.

Sreedhar Krishna, konsultan dermatologis, mengatakan ada beberapa bukti yang menunjukkan ada sedikit penurunan kenikmatan kimiawi dopamin saat puting dirangsang dalam kasus ini.

Dr Deborah Lee dari Dr Fox Pharmacy mengatakan, refleks pengeluaran susu disforik (D-MER) digambarkan sebagai perasaan negatif atau membenci diri sendiri pada saat menyusui yang berhubungan dengan refleks aliran susu.

“Ini mungkin karena rangsangan pada puting menyebabkan penurunan kadar dopamin, neurotransmitter otak yang mengatur suasana hati. Apakah rangsangan pada puting susu saat tidak menyusui dapat memiliki efek serupa, masih belum diketahui," jelasnya.

Secara teori, rangsangan pada puting dapat memengaruhi suasana hati dan fungsi seksual. GP dan Dokter Online untuk PrescriptionDoctor.com, Dr Giuseppe Aragona menambahkan, sebagian besar tidak jelas mengapa perasaan sedih atau keresahan ini terjadi.

“Mereka yang mengalami sindrom puting sedih telah memperhatikan bahwa ketika puting mereka disentuh atau terangsang, baik oleh diri mereka sendiri atau orang lain, mereka mengalami perasaan sedih, takut, depresi, cemas atau bahkan mual,” katanya.

“Satu kemungkinan mengapa hal ini terjadi adalah mereka yang memiliki puting sangat sensitif menemukan pelepasan endorfin secara tiba-tiba, dari sentuhan pada puting yang pada gilirannya dapat menyebabkan disforia," tutupnya.