Mengenal Stopper Masa Depan Timnas Indonesia di Shopee Liga 1 2020

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia punya banyak stok pemain belakang. Saat ini, mulai bermunculan pemain-pemain tangguh yang berperan sebagai stopper di Shopee Liga 1 2020.

 

Di Persebaya Surabaya, ada Hansamu Yama Pranata. Pemain berpostur 181 cm itu menjadi tembok kukuh buat lini belakang Persebaya.

Hansamu merupakan tipikal pemain yang berani melakukan duel-duel udara. Posturnya yang kukuh membuat Hansamu tak gentar melakukan kontak fisik.

Penampilan apik Hansamu membuat dirinya berhasil menembus Timnas Indonesia senior pada usia 21 tahun. Sejauh ini, pemain asal Mojokerto itu sudah mengoleksi 21 caps dan mencetak tiga gol. 

Hal itulah yang membuat pelatih Aji Santoso tak ragu memainkan Hansamu Yama musim ini di Persebaya. Padahal, Hansamu sempat absen membela Persebaya di Piala Gubernur Jatim karena pemusatan latihan bersama Timnas dan menjalani ibadah umrah.

"Yang jelas Hansamu Yama adalah pemain Timnas Indonesia. Sebenarnya siapapun yang saya pasang tidak ada masalah. Mereka di dalam latihan sama-sama bagus sehingga saya memasang Hansamu," tegas Aji Santoso.

Persija Jakarta memiliki sosok Ryuji Utomo yang tangguh di lini belakang. Pemain berusia 24 tahun itu sudah dalam dua laga terakhir dipercaya pelatih Sergio Ferias di lini belakang.

Memiliki postur tubuh 184 membuat Ryuji bisa diandalkan dalam memotong aliran bola-bola udara. Ryuji juga dikenal sebagai pemain yang berani melakukan duel di lini pertahanan Persija.

Akibat terlalu agresif, Ryuji menjadi pemain yang mudah mendapatkan kartu kuning. Meski demikian, Ryuji juga bisa diandalkan dalam urusan mencetak gol.

Akan tetapi, Ryuji belum mampu menunjukkan penampilan apiknya dalam dua laga yang dimainkan musim ini. Indikatornya adalah Persija masih terlalu gampang kebobolan yakni sudah kemasukan empat kali dalam dua laga.

Ryuji punya peluang untuk menjadi bek tangguh Timnas Indonesia bila terus mengasah kemampuannya.

Pengakuan Pelatih Asing

Bek Tira Persikabo, Andy Setyo, mengontrol bola saat melawan Persela Lamongan pada laga Liga 1 di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (16/12). Kedua klub bermain imbang 1-1. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Andy Setyo juga bisa menjadi stopper masa depan di Timnas Indonesia. Pemain berusia 22 tahun itu dikenal memiliki kondisi fisik yang tangguh dan postur tubuh yang tinggi.

Andy Setyo juga dikenal sebagai pemain yang bisa menjadi pemimpin. Wajar bila pelatih Indra Sjafri memilihnya sebagai kapten pada Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2019.

Penampilan apiknya di lini belakang sempat membuat pelatih Brunei Darussalam, Aminuddin bin Jumat, kagum. Menurut dia, Andy Setyo adalah bek yang sukar ditaklukkan.

"Saya akan mengatakan seluruh pemain Timnas Indonesia U-22 layak menjadi yang terbaik. Namun, pendapat saya lebih ke kapten mereka (Andy Setyo), karena dia sangat baik menghentikan serangan kami," kata Aminuddin Bin Jumat.

"Kami coba menyerang, akan tetapi ketika kami melakukannya, dia segera menghentikannya. Itu adalah salah satu alasan mengapa kami kehilangan transisi dengan cepat dan Timnas Indonesia U-22 bisa melakukan serangan balik," ujar Aminuddin Jumat.

Selain di Timnas Indonesia, Andy Setyo juga menjadi andalan bersama Persikabo di Shopee Liga 1 2020. Sikap militan dan permainan agresif di lini belakang membuat Andy Setyo menjadi momok yang menakutkan di lini belakang.

Selain tiga nama, itu beberapa pemain juga bisa diasah menjad bek masa depan Timnas Indonesia. Mereka adalah Nurhidayat Haji Haris, Bagas Adi Nugroho, dan Rachmat Irianto.

Namun, pada musim ini, Nurhidayat belum mendapat jam terbang di klubnya, Bhayangkara FC. Sementara Rachmat, lebih sering menjadi gelandang bertahan. 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini