Mengenal Tanah Aluvial, Karakteristik, Jenis, dan Manfaatnya

·Bacaan 8 menit
Mengenal Tanah Aluvial, Karakteristik, Jenis, dan Manfaatnya
Mengenal Tanah Aluvial, Karakteristik, Jenis, dan Manfaatnya

RumahCom - Sejak dahulu kala, Indonesia sudah dikenal sebagai salah satu negara yang hidup dari hasil pertaniannya. Hal ini karena tanah di Indonesia dipercaya sebagai tanah yang subur yang dapat menghidupi ratusan juta penduduknya. Jenis tanah yang dimaksud di sini adalah jenis tanah aluvial. Karena persebaran aluvial cukup merata di Indonesia, maka pertanian di Indonesia menjadi salah satu hal yang dapat berkembang secara pesat. Supaya Anda bisa mengetahui apa itu tanah aluvial dengan lebih lengkap, maka artikel kali ini akan membahas mengenai:

  1. Karakteristik Tanah Aluvial
    a) Perbedaan Tekstur atau Bentuk
    b) Kondisi Morfologi Beragam
    c) Warna yang Cenderung Gelap
    d) Lokasi Dekat Aliran Sungai

  2. Sifat Jenis Tanah Aluvial

  3. Manfaat dan Keunggulan Tanah Aluvial
    a) Kemudahan dalam Melakukan Irigasi
    b) Kaya akan Sumber Mineral
    c) Cenderung Mudah Diolah
    d) Dapat Menyerap Air Secara Maksimal

  4. Sebaran Tanah Aluvial di Indonesia

1. Karakteristik Tanah Aluvial

Tanah aluvial memiliki karakteristik yang berbeda dari tanah biasa. (Foto: Pexels - Jeremy Bishop)
Tanah aluvial memiliki karakteristik yang berbeda dari tanah biasa. (Foto: Pexels - Jeremy Bishop)

Tanah aluvial memiliki karakteristik yang berbeda dari tanah biasa. (Foto: Pexels - Jeremy Bishop)

Pada dasarnya, aluvial merupakan jenis tanah yang terbentuk karena hasil endapan. Endapan yang dimaksud adalah endapan dari sungai, danau, atau juga dari air hujan yang biasanya sedikit menggenang karena cekungan. Hal ini juga yang mengakibatkan aluvial bisa dengan mudah ditemukan di dataran rendah. Selain itu, dilansir dari Soils Matter, proses pembentukan aluvial memakan waktu yang cukup lama. Bahkan, ada beberapa jenis aluvial yang terbentuk setelah puluhan tahun. Lahan aluvial di Taman Nasional Rocky Mountain adalah salah satu contohnya.

Perlu diketahui, tanah aluvial menjadi tanah yang subur karena unsur hara yang ada di dalam air secara perlahan terserap ke dalam tanah. Seiring berjalannya waktu, saat air sudah mulai surut, kondisi tanah berubah menjadi aluvial dan subur. Maka dari itu, pada dasarnya tanah jenis ini hanya bisa terbentuk di daerah yang masih cukup alami. Jangan pernah berharap bahwa tanah jenis ini bisa ditemukan di daerah perkotaan dengan tingkat polusi yang tinggi.

Ada beberapa hal yang bisa menjadi rujukan mengenai karakteristik dari tanah yang paling subur ini. Berikut adalah karakteristik dari tanah aluvial yang mungkin saja berada di sekitar lingkungan anda tinggal:

a) Perbedaan Tekstur atau Bentuk

Tidak ada bentuk pasti dari tanah jenis ini. Hal ini dikarenakan aluvial merupakan hasil jadi suatu proses. Dengan kata lain, jika suatu danau mempunyai dasar yang cekung, maka aluvial yang dihasilkan juga akan cenderung cekung. Akan tetapi, jika dasar danaunya rata, maka aluvial yang terbentuk akan cenderung rata.

Contoh Akta Jual Beli Tanah dan Proses Pembuatannya
Contoh Akta Jual Beli Tanah dan Proses Pembuatannya

Mengurus Sertifikat Tanah, Hukum dan Pajak Properti

Contoh Akta Jual Beli Tanah dan Proses Pembuatannya

b) Kondisi Morfologi Beragam

Beragamnya kondisi morfologi berdasarkan deposit material yang membentuk. Sama seperti karakteristik pertama, morfologi dari tanah aluvial akan selalu berbeda berdasarkan materi yang mengendap. Beberapa jenis aluvial akan mudah diolah karena minimnya deposit yang berukuran besar. Akan tetapi, beberapa lainnya bisa jadi cukup sulit diolah karena deposit material yang berukuran besar.

c) Warna yang Cenderung Gelap

Biasanya ada sedikit lapisan organik di tanah jenis ini. Hal ini merupakan sebuah proses pengendapan yang lama membuat mikro organisme seperti lumut bisa berkembang selama proses pembentukan aluvial. Maka dari itu, walaupun sedikit, pasti ada lapisan organik di tanah jenis ini.

d) Lokasi Dekat Aliran Sungai

Posisinya yang biasanya dekat dengan daerah aliran sungai. Perlu digaris bawahi, tanah aluvial tidak selalu berada di daerah aliran sungai. Hal ini karena bisa saja area sungai sudah sepenuhnya mengendap dan berubah menjadi aluvial. Jadi, aluvial tersebut bisa jadi dulunya merupakan area sungai.

Bagi yang ingin membeli tanah untuk lahan pertanian, ada baiknya memang jika Anda membeli jenis tanah aluvial. Nah bagi Anda yang sedang cari rumah yang nyaman untuk ditinggali, cek pilihan rumah di kawasan Bintaro dengan harga di bawah Rp1 M di sini!

Baca Juga: Update Harga Besi Beton Terbaru, Terlengkap dan Termurah

2. Sifat Jenis Tanah Aluvial

Secara umum terdapat dua jenis sifat tanah aluvial yang berbeda. (Foto: Pexels - Rachel Claire)
Secara umum terdapat dua jenis sifat tanah aluvial yang berbeda. (Foto: Pexels - Rachel Claire)

Secara umum terdapat dua jenis sifat tanah aluvial yang berbeda. (Foto: Pexels - Rachel Claire)

Jika karakteristik merupakan suatu hal yang bisa dengan mudah dilihat dengan mata, maka sifat jenis tanah ini cenderung berkebalikan. Dengan kata lain, sifat jenis aluvial merupakan sesuatu yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Berikut adalah dua sifat jenis aluvial yang perlu digaris bawahi:

  • Sifat dari tanah aluvial yang pertama adalah tingkat mineral yang cukup tinggi. Sudah bukan rahasia bahwa air menyimpan banyak sekali mineral yang diperlukan tumbuhan untuk tumbuh subur. Karena aluvial menyerap air secara intens, maka banyak juga mineral yang terserap oleh tanah jenis ini. Selain itu, jenis mineral yang terkandung juga bervariasi, mulai dari mineral makro seperti nitrogen dan fosfor, hingga mineral mikro seperti zat besi dan tembaga.

  • Sifat kedua dari tanah jenis ini adalah tingkat PH yang berada di ambang batas aman. Secara umum, kadar PH dari sebagian besar area aluvial di Indonesia berkisar di angka 6. Akan tetapi, ada beberapa yang cenderung kecil dan bersifat asam. Hal ini karena tanah aluvial cenderung berada di dataran rendah sehingga kadar belerang dari gunung berapi sudah mulai berkurang. Maka dari itu, proses pengapuran diperlukan untuk menaikkan kadar PH dari tanah jenis ini.\

Sebagai bahan pertimbangan, kedua sifat aluvial di atas merupakan sifat secara umum. Jadi, bisa jadi di area aluvial lain kadar PH dan unsur hara yang dimiliki cenderung lebih besar atau lebih kecil. Semua itu dipengaruhi oleh jenis endapan dan deposit dari air ketika aluvial mulai terbentuk.

3. Manfaat dan Keunggulan Tanah Aluvial

Tanah aluvial biasanya dimanfaatkan sebagai tanah untuk pertanian yang baik. (Foto: Pexels - Simon Migaj)
Tanah aluvial biasanya dimanfaatkan sebagai tanah untuk pertanian yang baik. (Foto: Pexels - Simon Migaj)

Tanah aluvial biasanya dimanfaatkan sebagai tanah untuk pertanian yang baik. (Foto: Pexels - Simon Migaj)

Hingga saat ini, masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa tanah yang subur adalah tanah yang berada di ketinggian. Akan tetapi, tanah aluvial mengubah pendapat itu. Berikut beberapa manfaat dan keunggulan dari aluvial yang tentunya sangat bermanfaat bagi pertanian di Indonesia:

a) Kemudahan dalam Melakukan Irigasi

Keunggulan yang pertama adalah kemudahan yang didapatkan dalam melakukan irigasi. Dalam proses bercocok tanam secara tradisional, masih banyak masyarakat yang mengandalkan sistem irigasi secara manual. Biasanya para petani membuat parit yang nantinya akan mengalirkan air ke lahan mereka. Dengan posisi yang cenderung cekung, hal ini tentunya memudahkan para petani dalam proses pengaliran air.

b) Kaya akan Sumber Mineral

Keunggulan kedua dari tanah aluvial adalah kualitas mineral yang ada di dalamnya. Perlu diperhatikan, mineral merupakan salah satu sumber penghidupan bagi tumbuhan. Karena aluvial sudah menyerap mineral selama proses pengendapan, maka kandungan mineral di dalam tanah pun semakin bagus. Dengan kata lain, tumbuhan akan tumbuh dengan subur karena lahan yang kaya mineral.

c) Cenderung Mudah Diolah

Selama proses pengendapan, air secara perlahan akan terserap ke dalam tanah. Hal ini yang mengakibatkan aluvial cenderung mudah diolah sebagai lahan pertanian. Walaupun ada jenis aluvial yang mempunyai endapan batuan besar, secara umum aluvial tergolong mudah untuk diolah. Jadi, proses persiapan lahan sebelum siap tanam tidak akan sulit.

d) Dapat Menyerap Air Secara Maksimal

Daya serap maksimal merupakan keunggulan terakhir dari tanah aluvial. Aluvial cenderung memiliki pori halus yang dapat menyerap air dengan baik. Selain itu, biasanya tanah jenis ini bisa menyimpan air dalam jumlah yang cukup banyak. Dengan kata lain, musim kemarau bukanlah waktu yang sulit bagi tanah jenis ini. Masih ada sedikit cadangan air yang bisa diserap oleh tanaman bahkan saat musim kemarau.

Tip Rumah

Manfaatkan kondisi tanah aluvial yang subur dan mampu menyerap air untuk menanam berbagai jenis tanaman berbeda dengan mudah.

4. Sebaran Tanah Aluvial di Indonesia

Tanah aluvial menyebar cukup merata di seluruh Indonesia. (Foto: Pexels - Robert Nickson)
Tanah aluvial menyebar cukup merata di seluruh Indonesia. (Foto: Pexels - Robert Nickson)

Tanah aluvial menyebar cukup merata di seluruh Indonesia. (Foto: Pexels - Robert Nickson)

Indonesia bisa dikatakan sebagai salah satu negara yang sangat beruntung, terutama di bidang pertanian. Hal ini karena di Indonesia penyebaran area aluvial terbilang cukup merata. Dengan kata lain, hampir seluruh tanah di permukaan bumi Indonesia tergolong cukup subur. Di dataran tinggi, ada banyak sekali gunung berapi aktif yang meningkatkan kesuburan tanah. Di dataran rendah, ada tanah aluvial yang bisa memberikan nutrisi yang tepat untuk tanaman tumbuh subur.

Berikut adalah peta persebaran aluvial yang cukup signifikan di wilayah Indonesia:

  • Area aluvial yang pertama berada di sekitaran sungai Bengawan Solo. Hingga saat ini, Bengawan Solo masih menjadi salah satu sungai terpanjang di Indonesia. Perlu digaris bawahi, area di sekitar sungai Bengawan Solo merupakan salah satu area aluvial terpanjang yang mencapai ratusan kilometer. Maka dari itu, jangan kaget ketika tahu bahwa Jawa Tengah dan Jawa Timur mempunyai potensi pertanian yang sangat bagus.

  • Di daerah Kalimantan, ada beberapa sungai besar yang sudah membuat area aluvialnya sendiri. Di Kalimantan Selatan ada daerah aluvial yang berasal dari aliran sungai Barito. Di Kalimantan Tengah, aliran sungai Kapuas juga membentuk area aluvial yang cukup panjang di bagian tengah Kalimantan. Tidak lupa pula ada sungai Mahakam di bagian timur Pulau Kalimantan.

  • Pulau Sumatera memang cukup luas, akan tetapi hanya ada dua area utama tanah aluvial yang bisa ditemukan di pulau ini. Yang pertama adalah di sekitar aliran sungai Musi di daerah Palembang dan aliran sungai Batanghari yang berada di Sumatera Barat.

  • Daerah aluvial terakhir berada di ujung timur Indonesia, yaitu di Irian Jaya. Sungai Mamberamo memang tidak setenar Bengawan Solo ataupun Batanghari. Akan tetapi, aliran sungai Mamberamo yang membentang di bagian barat Papua ini memiliki area aluvial lebih dari 500 km.

Dari seluruh pulau besar yang ada di Indonesia, hanya pulau Sulawesi yang tidak mempunyai area tanah aluvial yang signifikan. Dengan kata lain, pada dasarnya Indonesia kaya dengan aluvial yang menjadikan Indonesia daerah yang mempunyai potensi besar di bidang pertanian.

Anda tidak perlu bingung! Melalui video yang informatif berikut ini, Anda bisa mengenali alasan mengapa proses akad kredit sangat penting untuk dilakukan

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya
Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Tanya Rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya